Kesal Punya Teman Copycat? Ini Cara Menghadapinya

Kesal Punya Teman Copycat? Ini Cara Menghadapinya

Pernah mendengar istilah copycat? Perilaku copycat atau peniru adalah ketika seseorang meniru atau mencontoh perilaku orang lain. Ini berbeda dengan ketika kamu mengadopsi perilaku yang baik dan menjauhi perilaku yang tidak baik. Orang-orang mengatakan bahwa meniru adalah bentuk sanjungan terbaik. Namun pada titik tertentu, semuanya mungkin menjadi terlalu berlebihan. Apa yang terjadi jika meniru tidak lagi tampak seperti pujian, tetapi seperti mencuri?

Klik Untuk Donasi - Bantu Bangun Asrama Kucing Terlantar
  1. Terdanai Rp.6,408,000
  2. Pencapaian 6.10%
  3. Donatur 52

Daftar isi:

  1. 1. Copycat yang positif dan negative
  2. 2. Alasan perilaku peniru
  3. 3. Bagaimana mengatasi seorang copycat?

Copycat yang positif dan negative

Peniruan atau copycat dari sisi psikologi, ada yang positif dan negatif. Peniruan yang positif adalah hal yang lumrah, dan bisa sangat bagus. Dalam kasus ini, kamu tidak akan merasa dirugikan atau terancam oleh peniruan ini, walaupun mungkin sesekali kamu akan merasa canggung. Contoh peniruan yang positif:

  • Menanyakan dari mana kamu mendapatkan pakaian yang mereka sukai dan kemudian membelinya – tetapi hanya untuk satu pakaian itu
  • Memperhatikan etos kerja kamu dan berusaha untuk meminta petunjuk darimu
  • Meniru bahasa tubuhmu dalam upaya bersikap ramah atau mengenalmu
  • Berusaha untuk membuatmu menyukainya dengan melakukan hal-hal serupa denganmu
  • Secara terbuka mengatakan bahwa mereka meniru aspek kecil tentang dirimu

Sayangnya, copycat juga bisa menjadi sifat yang sangat negatif. Mengapa peniruan yang seimbang adalah bentuk sanjungan, dan mencontoh bisa menjadi tanda ketertarikan, keterlibatan, atau bahkan keinginan untuk berhubungan denganmu, banyak orang menganggapnya terlalu jauh dan menjadi peniru total. Bentuk peniruan negatif ini meliputi:

  • Mempelajari dirimu untuk memperhatikan semua tingkah lakumu
  • Menerapkan kebiasaan tanpa pemikiran yang sama, seperti cara kamu mengetukkan kaki, memainkan rambut, atau bermain-main dengan pena
  • Meniru aksen atau kosakatamu
  • Meniru selera gayamu
  • Memotong rambut dengan potongan rambut yang sama denganmu
  • Mengklaim penghargaan atau mencuri ide-idemu
  • Mencoba masuk ke grup pertemananmu atau berteman dengan teman-temanmu
  • Membeli produk yang sama denganmu

Jenis copycat ini tidak hanya sangat menyeramkan, tapi juga biasanya menghina dan dapat merampas perasaan individualitas yang kamu miliki. Hal itu dapat mengganggu kehidupan keseharianmu dan dapat menyebabkan banyak konflik yang tidak perlu. Tetapi mengapa seseorang ingin melakukan hal seperti ini? Menurut psikologi, ada beberapa alasan.

Hadiah Ramadhan untuk Korban Bencana di NTT!

Alasan perilaku peniru

Terdapat banyak alasan mengapa seseorang meniru orang lain. Kebanyakan dari alasan itu bersifat positif tetapi ada juga alasan ketika perilaku copycat menjadi ekstrem, di antaranya:

  • Seseorang iri dengan kesuksesan dan kehidupan orang tersebut secara keseluruhan. Dia ingin memahami rahasia di balik semua itu sehingga dia meniru untuk mencapai tingkat kesuksesan yang sama.
  • Perilaku peniru mungkin berasal dari harga diri yang rendah. Orang yang tidak percaya diri mungkin percaya bahwa orang lain lebih baik dari dirinya dan lebih mempercayai penilaian dan cara orang lain menghadapi kehidupan. Bisa jadi dia tidak menyukai siapa dirinya dan merasa dia bisa melarikan diri jika dia mulai bertingkah seperti orang lain.
  • Alasan lain untuk perilaku copycat mungkin berasal dari obsesi. Ini bisa menjadi ekstrem dan berbahaya. Misalnya menguntit, obsesi dengan selebriti, dan lain-lain.

Bagaimana mengatasi seorang copycat?

Kalau kamu merasa tertanggu dengan copycat, ada berbagai strategi yang bisa dicoba untuk mengatasi peniru, seperti berikut ini:

Beritahukan idemu

Jika kamu khawatir idemu akan dicuri. Simpan perencanaan awal dari ide untuk diri sendiri dan, beritahukan kepada orang lain jika kamu sudah siap, untuk mencegah ditiru orang.

Berkomunikasi langsung dengan copycat

Bisa jadi ada beberapa tingkat kesalahpahaman. Lakukan komunikasi yang terbuka dengan dia tentang bagaimana kamu memperhatikan kemiripan yang luar biasa. Tanyakan apa maksud dia dan bagaimana perasaanmu. Sesudah perilaku copycat-nya diketahui, ada kemungkinan besar perilaku tersebut akan berkurang.

Berikan pujian kepada copycat yang menjadi keunikan dirinya

Buat dia merasa bahwa dia sendiri berharga dan tidak perlu bergantung pada orang lain untuk menjadi unik.

Jangan terlalu emosional dan jengkel

Bisa dimaklumi ketika seseorang merasa frustasi karena perilaku copycat. Namun jika kamu tetap tenang dan mengabaikannya, situasi seperti itu akan mereda seiring berjalannya waktu. Bereaksi secara emosional tidak akan membantu dalam menyelesaikan masalah. Jika situasinya berlanjut, kamu dapat mencoba strategi yang disarankan di atas.

Itulah infomasi tentang perilaku copycat dan cara untuk mengatasi orang yang suka meniru. Oh iya, daripada kamu marah-marah sama peniru, yuk luangkan waktu dengan sebarkan aura positif membantu pasien tidak mampu yang mengidap berbagai penyakit.

Kamu juga bisa berdonasi lebih mudah melalui aplikasi WeCare.id. Caranya, download aplikasi WeCare.id di ponselmu. Donasi yang kamu berikan tentu sangat berharga untuk teman-teman yang membutuhkan.

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Klik Untuk Donasi - Menunggak Biaya Persalinan Buah Hatinya, Yuk Bantu Ibu Haraen!
Persalinan Normal
Haraen
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.991,000
  2. Pencapaian 112.65%
  3. Donatur 11

Referensi

Psychologists Explain What It Means When Someone Copies You. (2019). Diambil kembali dari powerofpositivity.com.Tiwari, D. (2021). Copycat Personality Disorder (Does it Exist?). Diambil kembali dari psychreel.com.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *