Tips Positive Parenting agar Ortu dan Anak Bahagia

Tips Positive Parenting agar Ortu dan Anak Bahagia

Sebagian orang dewasa suatu saat nantinya akan menjadi orang tua. Tentunya kita ingin menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak kita kelak. Bagi sebagian yang sudah menjadi orang tua, mungkin ada yang mengalami kebingungan bahkan frustrasi dalam menghadapi anak-anak mereka. Namun kabar baiknya sekarang ini tersedia banyak informasi dan penelitian mengenai pola pengasuhan bagi para orang tua dan calon orang tua. Salah satu teknik pengasuhan yang banyak dibahas adalah positive parenting atau pola pengasuhan positif. Seperti apa teknik pengasuhannya dan bagaimana cara melakukannya, yuk simak ulasannya di sini.

Klik Untuk Donasi - Akibat Penyakit Hidrosefalus, Sejak dalam Kandungan Putri Telah Menderita!
Hidrosefalus
Triyana Putri Anugrah
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.1,712,500
  2. Pencapaian 3.71%
  3. Donatur 60

Mengenal Pola Asuh Positif

Positive parenting atau pola asuh positif merupakan prinsip pengasuhan yang beranggapan bahwa anak lahir sebagai individu yang baik dan berkeinginan untuk melakukan hal yang benar. Pola asuh ini menekankan pentingnya saling menghormati dan menggunakan cara-cara positif dalam menerapkan disiplin. Selain itu, teknik parenting ini juga mengambil pendekatan yang peka terhadap kebutuhan individu anak-anak dan mengatasi tantangan khas yang muncul pada anak usia dini dengan empati dan rasa hormat. 

Fokus pendekatan positive parenting adalah pada pengajaran perilaku masa depan yang benar dan bukannya menghukum perilaku buruk di masa lalu. Teknik ini juga berfokus pada mengajarkan anak-anak bukan hanya tentang apa tapi juga mengapa. Pola asuh yang positif berarti melatih anak-anak menuju pengendalian diri.

Untuk mengasuh anak dengan teknik positive parenting ada tiga komponen utama, yaitu:

  • Aturan dan konsekuensi ditetapkan, sering didiskusikan, dan ditindaklanjuti.
  • Untuk mengembangkan disiplin diri, orang tua fokus pada menanamkan disiplin pada anak-anak dibandingkan mematuhi perintah berdasarkan rasa takut akan hukuman.
  • Orang tua aktif mendengarkan untuk memahami pikiran anak-anak. Hal ini memungkinkan orang tua untuk mengoreksi kesalahpahaman atau hubungan logika yang salah.

Sejarah Positive Parenting

Alfred Adler yang merupakan seorang dokter medis asal Austria sekaligus psikoterapis, dan pendiri aliran psikologi individual. Pada awal 1900-an dia mempelajari psikologi manusia di saat orang-orang masih memiliki pandangan yang sangat tradisional mengenai anak-anak, yaitu anak-anak dilarang berbicara saat berada di antara orang dewasa dan berbicara kalau diminta atau anak-anak harus diam dan berperilaku baik.

Terlepas dari pemikiran masyarakat pada saat itu, Adler dengan tegas menyatakan bahwa anak-anak layak diperlakukan dengan bermartabat dan hormat. Pemikiran yang kontra-budaya selama masa Adler tersebut, sekarang tampaknya sudah diterima secara luas walaupun tidak semua orang mempraktiknya. 

Adler dan Rudolf Dreikers, seorang psikiater asal Austria yang mengembangkan sistem psikologi individu Alfred Adler, berpendapat anak-anak harus diperlakukan dengan hormat. Namun mereka juga menyarankan agar orang tua menghindari memanjakan anak-anak. Hal ini karena strategi pengasuhan seperti ini justru hanya akan menciptakan lebih banyak masalah emosional dan perilaku, seperti perasaan berhak, mementingkan diri sendiri, kurangnya empati, dan lain-lain.

Mungkin bagi sebagian orang kedua pemikiran ini mungkin terasa bertentangan. Namun intinya, positive parenting mendorong orang tua untuk berbelas kasih dan tegas. Gagasan inilah, yaitu orang tua harus berbelas kasih dan tegas, telah mendorong terapis Pernikahan dan Keluarga dan Konselor Anak berlisensi, Jane Nelsen, Ed.D., untuk mengembangkan metodologi Disiplin Positif (Positive Discipline) yang digunakan oleh orang tua di seluruh dunia.

Bangun Rumah dan Sekolah Yatim dan Dhuafa

Tips Mengasuh Anak dengan Teknik Positive Parenting

Berikut ini adalah tips tentang bagaimana orang tua atau calon orang tua bisa mengadopsi praktik positive parenting yang mendukung dan efektif. Tips ini dilansir dari laman situs majalah online Our Children yang diterbitkan oleh National PTA. 

1. Beri anak banyak perhatian fisik yang mendidik

Tips positive parenting peratama adalah memberikan perhatian fisik. Meski ini nampak sederhana, tapi anak-anak senang mendapatkan pelukan atau berpegangan tangan. Tunjukkan pada anak-anak kasih sayang yang mereka inginkan. Jika respon mereka biasa saja, tidak apa-apa. Cari tahu pengasuhan dan hiburan seperti apa yang disukai anak-anak.

2. Tawarkan bermacam aktivitas untuk mereka lakukan

Ketika merasa bosan, anak-anak cenderung berperilaku tidak baik. Jadi berikan banyak kegiatan di dalam dan di luar ruangan yang menarik untuk mereka, seperti permainan, membaca, teka-teki, proyek sains, jalan-jalan di alam dan lain-lain.

3. Tetapkan batasan yang jelas untuk perilaku anak

Menetapkan batasan adalah tips positive parenting selanjutnya. Duduk dan diskusikan dengan anggota keluarga tentang aturan keluarga di rumah. Beri tahu anak apa konsekuensinya jika mereka melanggar aturan. Aturan tidak boleh banyak, tapi harus adil, mudah diikuti, bisa ditegakkan dan dinyatakan secara positif. Contohnya seperti cuci tangan sebelum makan, cuci peralatan makan sesudah makan, dan lain sebagainya.

4. Jangan tersulut oleh ledakan emosi anak

Ketika anak memperlihatkan perilaku yang tidak baik, orang tua harus tetap tenang dan beri mereka instruksi yang jelas untuk berhenti berperilaku buruk. Juga beri tahu mereka apa yang harus mereka lakukan sebagai gantinya. Contoh instruksinya, “berhenti main lempar-lemparan. Main dengan kapal-kapalanmu saja.” Berikan pujian khusus kepada anak jika mereka berhenti melakukan perbuatan tersebut. Contoh pujiannya, “terima kasih sudah main dengan kapal-kapalannya.”

5. Berikan perhatian positif pada anak

Anak-anak membutuhkan perhatian positif dan jika tidak mendapatkannya, mungkin mereka memilih untuk mencari perhatian negatif. Meskipun negatif, itu tetaplah sebuah perhatian dan lebih baik daripada tidak diperhatikan sama sekali.  

6. Bimbing anak, jangan menghukum mereka

Ternyata memberikan hukuman pada anak tidak akan seefektif menggunakan pujian dan penghargaan. Daripada fokus pada kelemahan, cari tahu cara untuk membantu anak mengembangkan potensi penuh mereka. Saat anak mendapatkan dorongan, mereka akan menemukan bakat merek untuk mengimbangi kekurangannya. 

7. Hindari bereaksi negatif terhadap perilaku anak

Kemarahan, sarkasme, dan ejekan hanya akan membuat anak-anak merasa lebih buruk. Tips yang diajurkan dalam positive parenting adalah gunakan ungkapan verbal yang pendek dan lembut untuk mengingatkan anak untuk fokus, seperti “ayo perhatikan.”

8. Jadilah contoh bagi anak

Pikirkan anak-anak itu seperti mesin fotokopi. Mereka akan meniru semua yang orang tua lakukan. Jika orang tua berperilaku buruk berarti orang tua mengizinkan anak-anak untuk berperilaku sama. Perhatikan perilaku diri sendiri, jangan sampai hilang kontrol di depan anak-anak.

9. Jangan pernah menyerah pada anak 

Semua masalah anak bisa bisa diatasi dengan humor, niat baik, serta ketekunan. Bahkan anak remaja yang paling bermasalah pun akan bisa menjadi anak yang luar biasa dengan dukungan yang tepat dari orang tua.

Mengadopsi tips pola asuh akan memerlukan sedikit penyesuaian. Begitu juga ketika orang tua berusaha mengikuti positive parenting pasti akan ada penyesuaian di sana-sini. Teruslah berusaha dan lihatlah hasil yang akan didapatkan. Pasti akan membuat seluruh keluarga bahagia. Salah satu tips pola asuh positif yaitu memberikan contoh. Agar anak tumbuh menjadi orang yang senang membantu orang lain, orang tua bisa mengajak mereka berdonasi. Misalnya dengan membantu pasien yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan. Caranya mudah. Hanya cukup download aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja. 

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Klik Untuk Donasi - Akibat Gagal Jantung, Arumi Butuh Bantuan Oksigen untuk Bisa Bernapas!
Patent Ductus Arteriosus (PDA), Hip...
Arumi Habibah
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.2,154,000
  2. Pencapaian 37.30%
  3. Donatur 57

Referensi

Harvey, B. (2020). Positive Parenting Defined. Diambil kembali dari parenting.kars4kids.org.

LI, P. (2021). Positive Parenting – The Definitive Guide And 9 Essential Tips. Diambil kembali dari parentingforbrain.com.

Lonczak, H. S. (2015). What is Positive Parenting? A Look at the Research and Benefits. Diambil kembali dari positivepsychology.com.

Patel, R. B. (2020). 11 Positive Parenting Tips Every Parent Should Know. Diambil kembali dari ptaourchildren.org.

What is positive parenting and how is it done? (2020). Diambil kembali dari nct.org.uk.

Gambar oleh Charles McArthur dari Pixabay

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *