Burnout Syndrome: Waspadai Kondisi ini Ditengah Pandemi Covid-19

Burnout Syndrome: Waspadai Kondisi ini Ditengah Pandemi Covid-19

Di masa pandemi saat ini banyak orang fokus mengurangi interaksi di luar rumah agar terhindar dari resiko terpapar virus Covid-19. Pembatasan wilayah juga menjadi alasan banyak orang tidak bisa bepergian seleluasa biasanya. Karena fokus dengan menghindari resiko tertular, banyak orang tidak menyadari ada bahaya lain yang mengancam dan sudah banyak dialami orang di tengah pandemi saat ini sepertiburnout syndrome.

Resiko tersebut adalah burnout syndrome. Apa sih burnout syndrome itu? Waspadai burnout syndrome di tengah pandemi Covid-19 dan tips menjaga kesehatan mental di tengah pandemi melalui info bermanfaat di bawah. 

Alirkan Air Kebaikan Tiada Akhir

Waspadai Burnout Syndrome di Tengah Pandemi Covid-19

Burnout syndrome merupakan kondisi stres berat yang dipicu oleh beban pekerjaan karena pekerjaan terlalu berat atau karena pekerjaan terlalu monoton dan kurangnya apresiasi yang didapatkan. Kadang kita tidak menyadari bahwa kita mengalami syndrome ini. 

Apabila dibiarkan berlarut-larut, burnout syndrome dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Untuk dapat mengatasi hal ini, tentu pertama kita perlu tahu ciri-ciri seseorang mengalami burnout syndrome. Adapun gejalanya adalah:

1. Merasa Lelah dan Hilang Semangat Bekerja

Ciri awal yang dirasakan adalah hilangnya keinginan untuk bekerja. Tanpa adanya semangat, tentu otak bekerja lebih keras sehingga rasa lelah sering kali muncul.

2. Tidak Menyukai Pekerjaan yang Dikerjakan

Burnout syndrome juga bisa memicu rasa frustasi dan stres. Dua hal ini tentu membuat seseorang merasa memiliki beban saat bekerja dan susah konsentrasi. Pada akhirnya rasa tidak suka terhadap pekerjaan akan muncul. 

3. Mudah Marah

Kita perlu waspadai burnout syndrome di tengah pandemi Covid-19 karena orang yang mengalami syndrome ini juga cenderung mudah marah. Seseorang akan menjadi sangat sensitif dan mudah meledak apabila sesuatu tidak berjalan sesuai ekspektasi. Rasa stres dan lelah yang sebelumnya muncul semakin membuat emosi tidak terkontrol.

4. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

Dari rasa lelah, stres, membenci pekerjaan, dan mudah marah, pada akhirnya seseorang enggan bersosialisasi dengan orang-orang di sekitar mereka, terutama orang-orang yang berkaitan dengan pekerjaan. 

5. Menurunnya Kesehatan

Apabila burnout syndrome tidak segera diatasi, seseorang akan mudah sakit dan tingkat imunitas menurun. Kondisi ini membuat seseorang menjadi lebih mudah terserang pilek, flu, demam, dan sakit perut. Selain itu, resiko lain yang dihadapi adalah gangguan tidur, kegelisahan, dan depresi.

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

Nah jika mengalami tanda-tanda di atas, ada baiknya kita tidak membiarkan hal tersebut berlarut-larut. Berikut adalah hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga mental di tengah pandemi ini.

1. Buat Rutinitas Harian

Salah satu yang memicu munculnya workout syndrome adalah work from home. Karenanya, memiliki rutinitas dan kontrol kerja sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Buatlah jadwal kerja sederhana dan to-do list. Hanya karena kita bekerja dari rumah, bukan berarti kita kehilangan waktu istirahat. 

2. Time Out

Saat kita merasa lelah dan jenuh, ada baiknya kita beristirahat sebentar. Lakukan hal yang membuat kita bahagia, seperti menonton film, membaca buku, atau  memasak. Berilah waktu untuk diri kita sendiri sebelum mulai bekerja kembali. Hal ini tentu juga bisa meningkatkan produktivitas. 

3. Jaga Interaksi Dengan Orang Lain

Jika kita sudah merasa lelah, stres, dan mudah emosi, sebaiknya kita tidak memendamnya sendiri. Bercerita kepada orang lain tentang kondisi kita dan meluapkan perasaan akan membuat kita merasa lebih baik. Jangan mengurung diri. Bersosialisasi akan membuat kita kembali bersemangat.

Waspadai burnout syndrome di tengah pandemi Covid-19 dengan segera mengatasinya. Beberapa tips menjaga kesehatan mental di tengah pandemi adalah dengan membuat jadwal kerja rutin, meluangkan waktu untuk beristirahat, dan menjaga interaksi dengan orang lain. 

Untuk mengetahui info bermanfaat dan menarik lainnya, kunjungi WeCare.id. Selain bisa mengakses lewat website, kita juga bisa mengunduh aplikasi WeCare.id secara gratis di Play Store. Di sini, kita juga bisa melakukan donasi secara mudah dan tepat sasaran karena sedekah di WeCare.id sangat transparan. Yuk tingkatkan empati dan simpati di tengah pandemi. Jadi, tunggu apa lagi? Unduh aplikasinya sekarang dan dapatkan banyak manfaat di dalamnya.

Referensi

dr. Meva Nareza. (2020, 7 Des). Ciri-Ciri Burnout dan Cara Mengatasinya. Diakses pada tanggal 18 Agustus 2021, dari https://www.alodokter.com/ciri-ciri-burnout-dan-cara-mengatasinya
NuCareer. (2021, 24 Maret). Waspada Burnout di Masa Pandemi, Begini Cara Mengatasinya. Diakses pada tanggal 18 Agustus 2021, dari https://nucareer.id/article/detail/waspada-burnout-di-masa-pandemi-begini-cara-mengatasinya

Sumber Featured Image : Pixabay.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *