Aneurisma Otak, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Aneurisma Otak, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sumber foto: pexels.com

Aneurisma adalah kondisi di mana pembuluh darah menggelembung. Hal ini terjadi karena kondisi pembuluh darah yang menipis. Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti penyebab menipisnya pembuluh darah ini, namun terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan potensi penipisan ini. 

Daftar isi:

  1. 1. Tanda dan Gejala
  2. 2. Penyebab Aneurisma
  3. 3. Bagaimana Cara Mengatasi?

Klik Untuk Donasi - Arya Bocah 8 tahun Derita Lumpuh Otak, Uluran Tanganmu sangat diharapkan!
Cerebral Palsy
Arya Dwi Khoirul Nizam
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.831,000
  2. Pencapaian 52.76%
  3. Donatur 14

Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala aneurisma pada setiap orang bisa jadi berbeda, tergantung besarnya aneurisma yang terjadi. Pada mulanya, aneurisma yang masih kecil tidak menimbulkan gejala, namun ketika ukuran aneurisma semakin besar maka beberapa gejala akan muncul seperti:

  1. Timbulnya rasa nyeri di sekitar area mata
  2. Timbulnya rasa baal di salah satu sisi wajah
  3. Sakit kepala
  4. Sulit bicara
  5. Diplopia atau pandangan ganda
  6. Gangguan keseimbangan
  7. Gangguan konsentrasi (Pane, 2020)

Selain gejala di atas, aneurisma otak juga dapat menimbulkan beberapa gejala serius yang dapat mengancam nyawa, seperti:

  1. Nyeri kepala yang muncul secara tiba-tiba
  2. Rasa kaku pada leher
  3. Kejang
  4. Nyeri saat terpapar cahaya yang terang
  5. Mual dan Muntah
  6. Hilangnya kesadaran (Halodoc, 2020)

Aneurisma tidak hanya terjadi pada otak, namun juga bisa terjadi di area lainnya seperti aneurisma aorta abdominal yang disebut juga aneurisma perut. Aneurisma aorta abdominalis ini tidak kalah bahaya dengan aneurisma otak, jadi kita harus tetap waspada.

Klik Untuk Donasi - Alami Kegagalan Operasi Panggul, Yuk Ulurkan Tanganmu untuk Kirana!
Cerebral Palsy, Dislokasi
Kirana Basuki Putri
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.2,818,648
  2. Pencapaian 49.52%
  3. Donatur 43

Penyebab Aneurisma

Penyebab aneurisma yaitu dinding pembuluh darah yang mengalami penipisan. Beberapa faktor yang menimbulkan peningkatan risiko menipisnya pembuluh darah antara lain:

  1. Orang yang mengalami penyakit darah tinggi atau hipertensi
  2. Usia di atas 40 tahun
  3. Wanita yang sudah mengalami menopause
  4. Ada riwayat penyakit aneurisma pada keluarga
  5. Pernah mengalami cedera kepala
  6. Merokok
  7. Mengonsumsi alkohol
  8. Penyalahgunaan obat atau NAPZA, terutama Kokain (Pane, 2020)

Bagaimana Cara Mengatasi?

Jika kamu atau anggota keluarga lainnya mengalami gejala di atas, maka segera pergi ke dokter untuk memastikan apakah hal tersebut merupakan penyakit aneurisma atau lainnya. Aneurisma yang tidak segera terdeteksi dapat pecah dan menimbulkan kondisi gawat darurat.

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan apakah kondisi yang kamu alami merupakan aneurisma atau bukan. Berikut beberapa pemeriksaan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis:

MRI 

MRI adalah pemeriksaan organ tubuh menggunakan gelombang magnetik resonan. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi apakah ada aneurisma atau tidak. Penyakit aneurisma yang dapat dideteksi menggunakan pemindai jenis ini adalah aneurisma yang berukuran 3 hingga 5 milimeter.

CT Scan

Pengertian CT Scan yaitu pemeriksaan pemindaian lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi aneurisma. 

Angiogram

Pengertian Angiogram yaitu pemeriksaan yang dapat menunjukkan secara detil titik lemah pembuluh darah dan lokasi aneurisma (Halodoc, 2020). 

Setelah dokter menegakkan diagnosis, maka ada beberapa terapi atau tindakan pengobatan aneurisma aorta atau pembuluh darah lain yang akan dilakukan sesuai dengan kondisi pasien, antara lain:

  1. Prosedur Bypass yaitu prosedur mengubah sirkulasi darah di sekitar area pembuluh darah yang mengalami aneurisma atau penyumbatan.
  2. Oklusi merupakan prosedur bedah terbuka yang bertujuan untuk menghentikan aliran darah ke pembuluh darah yang mengalami aneurisma.
  3. Surgical Clipping yaitu tindakan menjepit bagian pembuluh darah yang pecah akibat aneurisma.
  4. Prosedur Endovaskuler merupakan tindakan memasukkan kateter ke dalam area selangkangan lalu diarahkan menuju area yang mengalami aneurisma, lalu diberikan koil platinum yang nantinya dapat memicu terbentuknya gumpalan darah (MountElizabeth, 2021).

Ada banyak Saudara kita yang mengalami penyakit aneurisma. Jika kamu ingin meringankan bebannya, kamu bisa berdonasi untuk mereka melalui WeCare.id

download_app

Referensi:

Halodoc. (2020). Aneurisma Otak. Diakses dari Halodoc.com.

Mountelizabeth. (2021). Aneurisma Otak. Diakses dari Mountelizabeth.com.

Pane, MDC. (2020). Aneurisma Otak. Diakses dari Alodokter.com.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *