Mengenal Sistem Peredaran Darah Pada Manusia

Mengenal Sistem Peredaran Darah Pada Manusia

Sistem peredaran darah pada manusia adalah hal yang paling krusial. Distribusi oksigen, nutrisi, bahkan proses metabolisme tubuh bergantung kepada sistem yang satu ini. Untuk itu, penting bagi kamu memahami sistem peredaran darah pada tubuh dan tanggap ketika terjadi suatu hal yang abnormal terkait hal tersebut.

Klik Untuk Donasi - Bu Yuli Alami Kesulitan Gerak dan Bicara Akibat Perdarahan Subdural
Perdarahan Subdural
Yuli Kristianti
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.2,625,021
  2. Pencapaian 100.00%
  3. Donatur 13

Daftar isi:

  1. 1. Seperti Apa Jenis-Jenis Peredaran Darah Besar dan Kecil?
  2. 2. Organ yang Berperan dalam Sistem Peredaran Darah
  3. 3. Kelainan, Penyakit, dan Gangguan Peredaran Darah

Seperti Apa Jenis-Jenis Peredaran Darah Besar dan Kecil?

Dilihat dari mode sirkulasinya, peredaran darah pada manusia dibagi menjadi tiga jenis, yaitu (Wismono & Riyanto, 2005) :

  • Sirkulasi sistemik

Peredaran sistemik merupakan jenis peredaran darah di seluruh tubuh atau peredaran besar. Awalnya, karbon dioksida pada paru-paru dilepaskan. Kemudian, darah yang bersih dan mengandung oksigen didistribusikan ke serambi jantung bagian kiri.

Distribusi darah kemudian berlanjut ke bagian bilik kiri jantung, bersiap-siap untuk diedarkan ke seluruh organ tubuh manusia via aorta atau pembuluh darah utama. Proses ini akan kembali ke awal hingga akhir usia hidup manusia.

  • Sirkulasi pulmonal

Sesuai dengan namanya, sistem peredaran darah kecil yang satu ini hanya berfokus pada distribusi dari jantung ke paru-paru atau sebaliknya. Darah dengan CO2 yang merupakan sisa metabolisme tubuh dikembalikan ke jantung. Pembuluh vena besar alias Vena cava memegang peranan penting dalam hal ini.

Darah masuk ke serambi kanan, kemudian ke bagian bilik kanan jantung. Arteri pulmonalis akan mengirimkannya ke paru-paru. Setelah itu, darah yang mengandung banyak O2 dari paru-paru diedarkan ke serambi kiri jantung. Dari sana, ia akan didistribusikan ke seluruh bagian tubuh.

  • Sirkulasi koroner

Sistem peredaran kecil ini berfokus pada peredaran darah bersih via pembuluh arteri koroner dan bertujuan untuk memberikan oksigen kepada jantung. 

Pentingnya oksigen bagi paru-paru membuat penyumbatan pembuluh darah pada jantung (aterosklerosis) akan sangat berbahaya. Jika hal ini terjadi kepada kita, otot-otot jantung kekurangan nutrisi dan itu mengganggu kinerjanya. Ini adalah awal mula dari risiko gagal jantung.

Bantu Petani untuk Ketahanan Pangan Negeri

Organ yang Berperan dalam Sistem Peredaran Darah

Ada beberapa organ dalam tubuhmu yang memegang peranan penting dalam sistem ini. Apa saja?

  • Jantung

Jantung adalah organ utama dalam proses distribusi dan pemompaan darah hingga ke seluruh bagian tubuh, termasuk ke otak. Ukuran jantung untuk orang dewasa adalah satu kepalan tangan saja, kecil, tetapi fatal akibatnya jika terjadi malfungsi di sana.

Jantung pada manusia memiliki empat ruangan yakni dua ventrikel atau bilik dan dua atrium atau serambi. Bagian kiri berisi darah bersih sementara itu bagian kanan berisi darah kotor.

  • Pembuluh darah

Pembuluh darah berfungsi layaknya jalan tol di mana darah beredar melalui jalur tersebut. Dalam sistem peredaran darah, terdapat dua jenis pembuluh darah

  • Arteri

Pembuluh darah arteri membawa darah bersih dari bagian jantung ke seluruh bagian tubuh. Namun, ia tidak membawanya ke pembuluh arteri pulmonalis.

Setelah jantung memompa darah lewat aorta, darah bersih ini akan diteruskan ke arteriol untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

  • Vena

Setelah darah diedarkan ke seluruh tubuh atau ke paru-paru, ia akan kembali ke jantung via pembuluh vena. Pembuluh vena besar berfungsi untuk mendistribusikan darah dengan CO2 dari seluruh bagian tubuh ke paru-paru. Paru-paru akan memberikan oksigen melalui sistem pernapasan sehingga ia menjadi darah bersih.

Darah bersih ini akan diedarkan ke jantung dari paru-paru, kemudian ia akan diedarkan ke seluruh tubuh.

  • Darah

Darah tidak hanya berperan sebagai objek yang dialirkan dalam sistem peredaran darah, lho. Ia membawa oksigen, nutrisi, dan hormon-hormon penting. Darah memiliki beberapa komponen, yakni:

  • Plasma darah, atau cairan kekuningan kaya protein dan hormon
  • Sel darah merah, yaitu sel darah yang bertugas membawa CO2 dan O2
  • Sel darah putih, sel darah yang berfungsi sebagai antibodi
  • Keping darah, berfungsi untuk melakukan koagulasi atau pembekuan darah pada saat kulit mengalami luka

Kelainan, Penyakit, dan Gangguan Peredaran Darah

Peredaran darah yang terganggu akan menyebabkan berbagai macam gangguan seperti:

  • Tekanan darah tinggi
  • Arteri koroner
  • Jantung koroner
  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Aneurisma aorta abdominal

Penyakit-penyakit tersebut sangat berbahaya bagi tubuhmu bahkan menyebabkan kematian, lho. Untuk menghindari hal-hal tersebut, terapkan gaya hidup sehat, makan makanan seimbang, dan jangan lupa untuk mereduksi stress.

Sekarang kamu sudah tahu bahwa Sistem peredaran darah adalah hal yang sangat penting untuk keberlangsungan hidupmu. Jaga jantung agar senantiasa berfungsi dengan baik dan terhindar dari penyakit yang melibatkan peredaran darah.

Kamu juga bisa membantu orang lain menghindari penyakit ini dengan berdonasi via WeCare.id. Dengan berbagi, kamu telah membantu masyarakat Indonesia yang kurang mampu untuk menjangkau pengobatan layak.

Berdonasi lebih mudah melalui aplikasi WeCare.id. Caranya, download aplikasi WeCare.id di ponselmu. Donasi yang kamu berikan tentu sangat berharga untuk teman-teman yang membutuhkan.

Berbagi itu menyehatkan, yuk mulai sekarang juga!

Dukung WeCare.id untuk mengembangkan
konten-konten kesehatan & kebaikan yg lebih berkualitas.

WeCare.id adalah portal penggalangan dana untuk pasien-pasien yang tidak mampu. Dengan berdonasi ke WeCare.id, kamu juga turut membantu pasien-pasien di seluruh Indonesia.

KLIK UNTUK DONASI

Referensi:

Wismono,Jaka & Riyanto. (2005). Gembira Belajar Sains untuk SD Kelas 5. Jakarta : GrasindoSwari, Risky Candra. 2020. Menyusuri Sistem Peredaran Darah Manusia. Hello Sehat.

Sumber Featured Image : Arek Socha dari Pixabay 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *