Mendadak Sakit Kepala Berat? Waspada Aneurisma!

Mendadak Sakit Kepala Berat? Waspada Aneurisma!

Sakit kepala umum terjadi dan biasanya bukan merupakan hal yang perlu dikhawatirkan. Meski demikian, kamu tetap patut waspada karena bisa saja hal tersebut merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius seperti aneurisma otak.

Pada dasarnya, aneurisma adalah bagian area pembuluh darah yang lemah dan menggelembung. Penyakit aneurisma dapat terjadi pada beberapa macam tergantung lokasinya, antara lain:

  • aneurisma aorta abdominalis atau aneurisma perut.
  • aneurisma aorta
  • aneurisma aorta torakalis
  • aneurisma serebral
  • aneurisma perifer

Meski ada beberapa jenis, kali ini kita akan fokus membahas aneurisma otak.

Daftar isi:

  1. 1. Pengertian Aneurisma Otak
  2. 2. Apakah Aneurisma Otak Berbahaya?
  3. 3. Gejala Aneurisma Otak
  4. 4. Apa Penyebab Aneurisma Otak?
  5. 5. Kebiasaan untuk Mengurangi Risiko Aneurisma Otak

Klik Untuk Donasi - Ibu Dwi Terancam Buta Akibat Derita Tumor Ganas
Meningioma
Dwi Sukirah A
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.535,000
  2. Pencapaian 5.36%
  3. Donatur 14

Pengertian Aneurisma Otak

Aneurisma otak atau yang dikenal juga dengan nama subarachnoid hemorrhage (SAH) merupakan suatu titik lemah pada dinding pembuluh darah di dalam otak. Aneurisma ini terkadang menggelembung dan dapat membesar hingga seukuran buah beri. 

Ada dua jenis aneurisma otak, yaitu aneurisma sakular dan aneurisma fusiformis. Aneurisma sakular lebih umum terjadi dan biasanya berbentuk menggelembung seperti kubah di pembuluh darah utama. Sedangkan aneurisma fusiform lebih jarang terjadi dan berbentuk seperti titik yang melebar pada pembuluh darah.

Apakah Aneurisma Otak Berbahaya?

Aneurisma otak memang terdengar berbahaya, namun umumnya tidak akan menimbulkan gejala ataupun masalah kesehatan. Meski demikian, ada kalanya aneurisma dapat menimbulkan masalah serius yang membahayakan kesehatan. Hal ini terutama terjadi pada kasus langka ketika aneurisma tumbuh membesar, mengalami kebocoran, atau pecah. 

Pendarahan pada otak atau yang dikenal juga dengan istilah hemorrhagic stroke merupakan masalah serius. Ketika hal ini terjadi, maka kamu akan segera membutuhkan perawatan medis.

Gejala Aneurisma Otak

Gejala terjadinya aneurisma otak dapat berbeda tergantung apakah aneurisma tersebut telah pecah atau tidak. Berikut ini ciri-cirinya:

Gejala Aneurisma yang pecah

Jika mengalami gejala seperti berikut ini, maka bisa jadi kamu mengalami aneurisma pecah. Segera cari perawatan darurat jika hal ini terjadi.

  • Sakit kepala yang sangat berat dan datang tiba-tiba
  • Kehilangan kesadaran
  • Mual dan muntah
  • Merasa seperti mengantuk
  • Kehilangan keseimbangan dan sulit berjalan dengan koordinasi normal
  • Leher kaku
  • Pupil membesar
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Pandangan mata tiba-tiba kabur atau pandangan berganda
  • Gelisah, bingung atau kesulitan untuk sadar secara mental
  • Kejang

Klik Untuk Donasi - Alami Jantung Bocor, Arvin Terancam Gagal Tumbuh
Defek Septum Ventrikel, Patent Duct...
Muhamad Tri Arvin Arkana
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.1,907,219
  2. Pencapaian 25.51%
  3. Donatur 44

Gejala aneurisma yang tidak pecah

Aneurisma otak umumnya tidak menimbulkan gejala, namun tetap dapat menekan otak dan saraf jika ukurannya membesar. Ketika hal ini terjadi, maka gejala seperti berikut akan muncul:

  • Sakit kepala
  • Pupil membesar
  • Pandangan mata tiba-tiba kabur atau pandangan berganda
  • Rasa nyeri di atas dan di belakang mata
  • Kelopak mata terlihat turun
  • Kesulitan berbicara
  • Lemah dan mati rasa pada satu bagian sisi wajah

Apa Penyebab Aneurisma Otak?

Aneurisma otak biasanya terjadi seiring dengan bertambahnya usia, namun akan semakin umum terjadi setelah seseorang memasuki usia 40 tahun. Selain faktor usia, kecacatan pembuluh darah yang terjadi saat lahir juga bisa menjadi penyebab terjadinya masalah ini. Wanita memiliki tingkat kecenderungan aneurisma yang jauh lebih tinggi daripada pria. 

Klik Untuk Donasi - Keluar Darah dari Hidung dan Telinganya, Cantika Alami Kelainan Darah Langka
Bernard Soulier Syndrome (BSS)
Cantika Aura Putri
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.1,457,000
  2. Pencapaian 1.58%
  3. Donatur 47

Kebiasaan untuk Mengurangi Risiko Aneurisma Otak

Anda memang tidak dapat menghindari semua faktor risiko yang menjadi penyebab terjadinya aneurisma otak. Meski demikian, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut seperti berikut ini.

  • Pilih makanan yang sehat dan kurangi makanan tinggi sodium, kalori, dan lemak jenuh.
  • Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin
  • Rajin berolahraga
  • Lakukan langkah-langkah yang dapat mengurangi dan mengatur tingkat stres Anda
  • Berhentilah merokok
  • Lakukan pemeriksaan skrining terutama jika ada riwayat aneurisma dalam keluarga

Aneurisma otak memang tidak selalu berbahaya. Tapi, memahami apa itu aneurisma otak beserta gejalanya dapat melindungimu dan keluarga dari risiko yang lebih fatal akibat penyakit ini.

Pengobatan penyakit ini dapat menghabiskan biaya besar, sayangnya banyak orang yang kurang beruntung sulit tertolong karena hal ini. Kamu bisa membantu mereka dengan melakukan donasi melalui WeCare.id. Lakukan donasi dengan mudah dan praktis menggunakan aplikasi WeCare.id yang bisa kamu download di Google Play atau App Store.

download_app

Referensi:

Klikdokter.com. Diakses pada 10 Januari 2021. Aneurisma

Mayoclinic.com. Diakses pada 10 Januari 2021. Brain Aneurysm

Alodokter.com. Diakses pada 10 Januari 2021. Aneurisma Otak

Healthline.com. Diakses pada 10 Januari 2021. Aneurysm in the Brain.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *