Memahami Perbedaan Simpati dan Empati

Memahami Perbedaan Simpati dan Empati

Sumber foto: pexels.com

Terkadang kita sulit membedakan antara simpati dan empati. Keduanya memang berasal dari perasaan yang sama, yakni perasaan yang berhubungan dengan penderitaan. Meski kesannya mirip, simpati dan empati adalah hal yang berbeda. Untuk mengetahui lebih lengkapnya, mari kita bahas lebih lanjut.

Daftar isi:

  1. 1. Pengertian Simpati & Empati
  2. 2. Manfaat Memiliki Simpati dan Empati Kepada Orang Lain
  3. 3. Tips Untuk Menumbuhkan Rasa Simpati dan Empati

Klik Untuk Donasi - Rumah Darurat untuk Lindungi Pasien Tidak Mampu!
  1. Terdanai Rp.0
  2. Pencapaian 0.00%
  3. Donatur 0

Pengertian Simpati & Empati

Untuk mengetahui perbedaan antara simpati dan empati, mari kita andaikan dengan analogi berikut ini: simpati adalah saat kita merasa welas asih atau prihatin akan situasi seseorang. 

Misalnya saat sedang menonton film, kita merasa iba dengan salah satu tokoh karena ia digambarkan sebagai seorang korban bullying. Kejadian yang seperti itu tak pernah kita alami, namun kita peduli pada tokoh tersebut.

Bila faktor simpati adalah perasaan yang muncul ketika melihat kondisi atau kejadian yang dialami seseorang, namun empati memiliki rasa yang lebih mendalam.

Kita dapat merasa empati ketika kita memposisikan diri kita pada orang tersebut, melihat dari sudut pandang orang tersebut, sehingga kita dapat memahami apa yang dirasakan orang lain. 

Misalnya, kamu pernah menjadi korban bullying, jadi kamu tahu betul seperti apa rasanya menjadi tokoh tersebut. Merasa tidak berdaya dan tidak berarti. Oleh karena itu, kamu akan mengerahkan upayamu untuk membantu meringankan beban orang-orang yang menjadi korban bully.

Nah, umumnya, perasaan empati dirasakan oleh orang-orang yang pernah mengalami kejadian serupa. Sehingga dengan inisiatif sendiri, mereka pun akan mencoba membantu sebisa mungkin. Misalnya dengan menyantuni anak yatim. Sedangkan kalau hanya merasa simpati, perasaan tersebut hanya muncul di saat kita mengetahui kejadian itu saja.

Manfaat Memiliki Simpati dan Empati Kepada Orang Lain

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun tak luput dari yang namanya interaksi sosial. Bagaimana tidak, pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain. 

Dalam interaksi sosial sehari-hari, dengan menunjukkan perasaan simpati maupun empati di waktu yang tepat, kita pun turut membangun serta menjaga hubungan harmonis dengan individu lainnya. 

Manfaat lainnya memiliki rasa simpati adalah kita lebih merasa bersyukur, dapat mengendalikan emosi, menjadi pribadi yang optimis, tidak egois, memiliki banyak teman, dan berbagai manfaat positif lainnya. 

Klik Untuk Donasi - 10.000 Paket Buka Puasa dan Sahur bagi Dhuafa
  1. Terdanai Rp.0
  2. Pencapaian 0.00%
  3. Donatur 0

Tips Menumbuhkan Rasa Simpati dan Empati

Setiap orang memiliki tingkat simpati dan empati yang berbeda-beda. Ada orang yang mudah merasa simpati terhadap orang lain, ada juga yang tidak. Hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagai contoh: latar belakang keluarga, cara didik orang tua, pengalaman di masa lampau, cara pandang seseorang, atau lingkungan sosial.

Memiliki rasa simpati dan empati adalah kemampuan yang positif. Maka, mulai sekarang kita dapat menanamkan dan memperkuatnya. Ini cara yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan rasa simpati dan empat:

  • Berteman dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda-beda. Dengan ini kita dapat menyadari ada orang-orang yang memiliki kondisi yang berbeda-beda dengan kita.
  • Lebih peka saat berkomunikasi dengan orang lain. Kamu dapat memperhatikan bahasa tubuh seorang sebagai bentuk komunikasi non verbal.
  • Menghormati pendapat orang lain. Meskipun kamu tidak setuju, setidaknya cobalah untuk lebih memahami.
  • Mengikuti kegiatan bakti sosial atau menjadi relawan.

Menumbuhkan perasaan simpati maupun empati memerlukan waktu yang tak sebentar. Tapi bila berkeinginan kuat, kamu dapat melakukan tips di atas setiap hari. Maka lambat laun rasa simpati dan empati kamu akan bertambah, begitu juga dengan manfaatnya.

Ketika sudah mengetahui perbedaan antara simpati dan empati, alangkah baiknya bila diiringi dengan aksi nyata untuk membantu sesama. Unduh aplikasi Wecare.id di ponselmu untuk memberikan bantuan pada mereka yang membutuhkan. 

download_app

Referensi:

Jhellie, Maestro. (2018). Simpati dan Empati Apa Bedanya? Kumparan.

Sintya, Ayu. (2018). 5 Contoh Faktor Simpati dalam Interaksi Sosial. Pakarkomunikasi.

Ryfa. (2021). Interaksi Sosial: Apa saja Faktor Pembentuknya? Kumparan.Nareza, Meva. (2020). Memahami Arti, Ciri-ciri, dan Manfaat Empati. Alodokter.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *