4 Hal Penting Yang Harus Diketahui Tentang OCD

4 Hal Penting Yang Harus Diketahui Tentang OCD

OCD mungkin merupakan salah satu istilah medis yang sering kita dengar. Tapi apakah OCD itu dan fakta apa saja yang harus diketahui? Ayo kita pelajari bersama mengenai empat hal yang harus Teman Peduli ketahui tentang penyakit yang satu ini.

Apa itu Gangguan Obsesif-Kompulsif?

Gangguan obsesif-kompulsif (Obsessive-compulsive disorder/OCD) adalah gangguan yang membuat pengidapnya memiliki pikiran, ide, atau sensasi (obsesi) yang berulang dan tidak diinginkan. Hal ini membuat mereka merasa terdorong untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang (kompulsi).

Penderita bisa terjebak dalam lingkaran perilaku, pikiran dan dorongan berulang tanpa henti. Mereka yang menderita “gangguan OCD” akan terus diganggu oleh jenis pikiran ini. Akibatnya mereka mengalami stres, kecemasan, dan rasa tidak nyaman.

Mitos seputar OCD

Banyak orang mendapatkan informasi yang salah mengenai OCD. Bahkan informasi ini mengarah pada pemahaman yang salah. Ada beberapa mitos yang beredar seputar kelainan obsesif-kompulsif ini, yaitu:

Gaya hidup bersih dan rapi

Penderita OCD sering dianggap memiliki gaya hidup yang rapi dan terorganisir. Memang banyak penderita OCD yang merasa khawatir dengan kebersihan diri sehingga mereka mencuci tangannya berulang kali. Tapi sayangnya kerapian justru bukan bagian dari perilaku mereka.

Kenyataannya, sebagian besar dari penderita perilaku obsesif ini justru merupakan penimbun. Mereka sering kali mengumpulkan berbagai macam benda yang tidak dibutuhkan hingga akhirnya mengganggu kebersihan tempat tinggal mereka.

Bahkan ada beberapa jenis OCD yang tidak berhubungan sama sekali dengan kebersihan. Perilaku ini dapat berbentuk tindak kekerasan, penyimpangan seksual, atau menyusun benda sesuai bentuk atau ukuran.

Klik Untuk Donasi - Bantu RSCM Kiara Bangun Lantai Khusus Covid-19
  1. Terdanai Rp.56,695,467
  2. Pencapaian 4.91%
  3. Donatur 77

OCD dapat dikenali dengan pindai otak

Pemindaian otak sering dilakukan dalam penelitian untuk menggambarkan perbedaan aktivitas otak antara orang dengan dan tanpa OCD. Namun metode ini tidak dapat diandalkan untuk mendiagnosis OCD. Gangguan ini biasanya di diagnosa melalui proses wawancara yang dilakukan ahli kesehatan mental.

Masa kecil yang bermasalah

Perilaku obsesif ini dianggap terjadi karena efek trauma di masa kecil. Kenyataannya, OCD dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Bahkan faktor genetik dan pengalaman hidup penderita dapat berkontribusi pada pembentukan perilaku OCD. Karena itu seseorang tidak dapat disimpulkan mengidap kelainan ini hanya melalui pengamatan sekilas saja.

OCD tidak dapat terlihat hanya dari perilaku saja

Kita cenderung menganggap OCD sebagai perilaku kompulsi ekstrem, seperti mencuci tangan sampai berdarah, menghitung dengan suara keras, memeriksa kunci berulang kali, atau mengatur ulang barang agar lebih teratur. Tetapi banyak kasus OCD tidak dapat dilihat oleh perilaku yang jelas seperti ini.

Sekitar 20 persen pasien OCD hanya mengalami obsesi, dalam variasi kondisi yang dikenal sebagai Purely Obsessional OCD Obsesi Utama atau Pure O. Namun mereka dapat mengalami dorongan internal seperti mengulang kata-kata tertentu dalam pikiran mereka. Contoh lainnya adalah perilaku untuk menghindari sesuatu seperti menghindari dapur karena tidak ingin berada di sekitar pisau. Kondisi ini tentunya sulit untuk diamati secara langsung.

Klik Untuk Donasi - Peduli Anak Panti Asuhan Ende dan Sumba bersama negerianak.id
  1. Terdanai Rp.336,500
  2. Pencapaian 0.59%
  3. Donatur 15

Kesimpulan

OCD memang tidak dapat disembuhkan. Tapi bukan berarti pengidapnya tidak bisa mendapatkan perawatan untuk mengurangi efeknya. Ada berbagai pilihan pengobatan yang dapat dilakukan. Namun tindakan pertama yang dilakukan dalam perawatan ini adalah terapi paparan.

Hal ini dilakukan dengan memaparkan penderita OCD pada benda pemicunya untuk mengatasi pikiran yang mengganggunya. Perawatan untuk penderita OCD ini dapat memiliki manfaat yang luar biasa bila dikombinasikan dengan pemaparan dan pencegahan respons.

Jika kamu merasa memiliki gejala OCD, sebaiknya segera konsultasikan ke psikiater, agar dapat dilakukan pemeriksaan psikologis.

Perhatikan selalu kesehatan mental kamu, jaga, rawat, dan berbuat baiklah ke dirimu sendiri. Selain itu, WeCare mau ajak kamu untuk berbagai kebaikan juga kepada pasien tidak mampu yang membutuhkan

Buka tautan diatas untuk donasi atau gunakan aplikasi WeCare.id di App Store atau Google Play supaya donasi menjadi lebih mudah. Niscaya dengan membantu sesama, pikiran dan perasaan kita dapat selalu diberkahi dengan hal positif.

Referensi

Gregoire, C. (2015). 4 Things You Should Know About Obsessive-Compulsive Disorder. The Huffington Post.
OCD Institute. (t.thn.). Top 7 Myths About OCD. Ocdtypes.com.
The American Psychiatric Association. (2017). What Is Obsessive-Compulsive Disorder? Psychiatry.org.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *