Apa Saja Manfaat, Risiko, dan Efek Samping Sunat?

Apa Saja Manfaat, Risiko, dan Efek Samping Sunat?

Sunat atau khitan sudah menjadi hal yang umum di kalangan umat Muslim. Namun belakangan, banyak orang memilih melakukan sunat untuk alasan kesehatan. Sunat sendiri adalah proses melepaskan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis, atau dalam bahasa medis disebut preputium.

Klik Untuk Donasi - Idap Jantung Bocor dan Radang Paru-paru, Alvino tak punya biaya operasi ke Jakarta
Defek Septum Ventrikel, Pneumonia, ...
Alvino Raffasya Firmansyah
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.30,466,381
  2. Pencapaian 75.69%
  3. Donatur 437

Sunat atau sirkumsisi bisa dilakukan pada orang dewasa maupun bayi. Untuk tahu lebih jauh mengenai manfaat, risiko, dan efek sampingnya, simak terus artikel ini. 

Manfaat Sunat

Dari segi kesehatan, khitan memiliki banyak sekali manfaat. Karena itu, dibandingkan tidak disunat, laki-laki sebaiknya disunat. Di antara manfaat-manfaat tadi adalah:

Infeksi Kandung Kemih

Laki-laki yang tidak disunat memiliki risiko infeksi saluran kemih lebih tinggi dibandingkan mereka yang disunat. Infeksi kandung kemih adalah ketika organ yang tergolong dalam sistem kadung kemih seperti ginjal, uretra, atau ureter mengalami infeksi. 

Penyakit Seksual

Selain menurunkan risiko infeksi kandung kemih, khitan juga mampu mengurangi kemungkinan munculnya infeksi menular seksual seperti herpes kelamin, sipilis, HPV, bahkan HIV/AIDS.

Kanker Penis

Manfaat selanjutnya adalah melindungi laki-laki dari risiko kanker penis. Selain itu, laki-laki yang sudah disunat juga mampu mengurangi risiko terjadinya kanker serviks pada pasangan.  

Penyakit Penis Lainnya

Ada berbagai penyakit penis yang bisa menimpa laki-laki yang belum disunat. Supaya tidak terjadi fimosis atau kondisi saat kulup melekat erat pada kepala penis dan tidak dapat ditarik, sebaiknya segera konsultasikan jadwal sunat pada dokter terdekat.

Balanitis dan Balanoposthitis

Penyakit selanjutnya yang bisa dihindari dengan sirkumsisi adalah balanitis atau pembengkakan pada kepala penis dan balanoposthitis atau peradangan pada kepala penis.

Risiko/Efek Samping Sunat

Nah sudah tahu kan manfaat sirkumsisi? Walau begitu, kamu tetap harus berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk melakukan prosedurnya Kenapa? Karena sunat memiliki beberapa risiko maupun efek samping di bawah:

  1. Pendarahan.
  2. Kulit kulup terpotong terlalu pendek atau panjang walaupun kemungkinan ini sangat kecil.
  3. Sisa kulup masih bisa menempel kembali ke ujung penis, sehingga dibutuhkan operasi perbaikan.
  4. Kulup tidak sembuh total.

Agar Luka Sunat Cepat Sembuh

Beberapa hal yang perlu kamu tahu dan bisa kamu lakukan pasca khitan agar luka cepat kering:

  1. Setelah sunat, penis biasanya akan berwarna merah dan memar. Kondisi seperti ini umumnya berlangsung selama sepuluh hari hingga satu bulan.
  2. Sebaiknya gunakan celana longgar atau sarung. Hindari memakai celana dalam terutama yang sempit. Hal ini agar penis tidak menempel di celana.
  3. Selama luka belum kering, selalu jaga kebersihan. Konsultasikan pada dokter kapan kamu sudah boleh mandi. 
  4. Kontrol secara rutin ke dokter.
  5. Di awal-awal setelah sunat, akan timbul rasa nyeri. Kamu boleh mengonsumsi obat pereda nyeri serta antibiotik sesuai anjuran dokter.
  6. Hindari kegiatan yang melibatkan banyak gerakan apabila luka belum sepenuhnya kering.

Alami Lumpuh Otak dan Meningitis secara Mendadak, Tubuh Sajjad jadi Semakin Kurus!

Segera ke Dokter Apabila Hal Ini terjadi

Setelah sunat, penis biasanya akan memerah dan bengkak. Namun, apabila kamu mengalami kondisi di bawah, segera periksakan ke dokter.

  1. Pendarahan tidak kunjung berhenti.
  2. Keluar cairan nanah dan bau busuk.
  3. Kesulitan buang air kecil bahkan hingga beberapa minggu setelah proses khitan.
  4. Setelah lewat dua minggu, penis masih terlihat membengkak.
  5. Demam

Kapan Sebaiknya Anak Disunat

Walaupun sirkumsisi bisa dilakukan kapan pun, Integral Medical Center di London menyatakan bahwa waktu yang tepat untuk sunat adalah ketika anak berusia 7-14 hari. Dalam agama Islam pun, dianjurkan mengkhitan anak sejak usia satu minggu. Hal ini dikarenakan darah yang keluar akan lebih sedikit dan recovery dapat berlangsung lebih cepat.

Itu tadi info bermanfaat seputar sunat atau sirkumsisi. Nah buat yang sedang mencari info mengenai sunat massal, kamu bisa langsung kunjungi WeCare.id. Selain info tentang sunat massal gratis, kamu pun akan menemukan info menarik lainnya mulai dari kesehatan hingga program donasi online.

Tidak perlu ragu karena dengan WeCare, donasi bisa kamu awasi secara transparan. Tidak hanya itu, kamu pun bisa menentukan sendiri ke mana donasi akan kamu salurkan. Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi WeCare.id atau download aplikasinya di Play Store.

Klik Untuk Donasi - 8 tahun Hidup Dengan Ginjal Rusak, Yuk Bantu Ongkos Tommy Cuci Darah!
Gagal Ginjal Kronis
Tommy Maulana
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.11,960,000
  2. Pencapaian 32.36%
  3. Donatur 139

Referensi:

Adelia Marista Safitri. 17 Feb 2021. Disunat Atau Tidak, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?. HelloSehat.com

dr. Kevin Adrian. 8 Januari 2021. Manfaat Sunat untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui. AloDokter.com

dr. Meva Nareza. 30 Agustus 2021. Pengertian Infeksi Saluran Kemih. AloDokter.com

dr. Rizki Tamin. 15 Februari 2021. Sunat, Ini yang Harus Anda Ketahui. AloDokter.com

dr. Levina Felicia. 12 Feb 2020. Sunat. SehatQ.com