Herpes: Pengertian, Asal Usul, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Herpes: Pengertian, Asal Usul, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Sumber: freepik.com

Penyakit herpes merupakan penyakit yang muncul pada kulit dengan ditandai adanya luka lepuh atau kemerahan berisi cairan. Karena disebabkan oleh virus, siapa saja bisa terserang penyakit ini jika memiliki riwayat kontak dengan penderita herpes. Walaupun tidak berbahaya, herpes menimbulkan rasa nyeri dan panas. Di bawah ini, kita akan membahas lebih detail tentang herpes.

Daftar isi:

  1. 1. Pengertian Herpes
  2. 2. Asal Usul Herpes
  3. 3. Gejala Herpes
  4. 4. Cara Mengobati Herpes

Klik Untuk Donasi - Bantu pahlawan tanpa tanda jasa ini melawan infeksi virus di matanya!
Herpes Zoster Ophtalmicus
Dapot S
Oleh Medikator WeCare.id
  1. Terdanai Rp.20,830,657
  2. Pencapaian 70.26%
  3. Donatur 32

Pengertian Herpes

Herpes merupakan virus yang menyebabkan infeksi kulit pada manusia.  Dua jenis virus herpes yang cukup sering menyerang adalah herpes simplex virus (HSV) dan varicella- zoster virus. Virus herpes dibagi menjadi tiga kelompok. 

Yang pertama adalah alfa herpesvirus. Virus ini dapat menyebar cukup cepat dan memiliki fase infeksi laten (tersembunyi tanpa gejala). HSV tipe 1 dan 2, serta varicella-zoster virus adalah jenis dari adalah alfa herpesvirus. Kelompok kedua adalah beta herpesvirus yang memiliki siklus panjang saat berkembang baik.

Jika terserang beta herpesvirus, akan timbul infeksi bengkak dan umumnya tersembunyi dalam tubuh. Misalnya, di ginjal, kelenjar sekretori, dan sel darah merah. Kelompok ketiga adalah gamma herpesvirus. Kelompok virus ini khusus menyerang bagian sel atau limfosit T atau B. 

Asal Usul Herpes

Herpes disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe I dan II yang termasuk dalam golongan virus DNA. Biasanya, orang yang terkena herpes adalah mereka yang sebelumnya pernah terkena cacar air. Setelah sembuh dari cacar air, virus varicella zoster menjadi tidak aktif tapi masih bertahan di dalam saraf.

Virus varicella zoster bisa bertahan selama bertahun-tahun. Saat kembali aktif, virus ini menjadi herpes zoster atau cacar api. Selain itu, penularan infeksi juga bisa disebabkan karena kontak langsung dengan penderita herpes.

Gejala Herpes

Gejala herpes yang muncul biasanya dibagi dalam beberapa tahapan. Setiap tahapan tentu disertai gejala yang berbeda. Berikut tahapan-tahapan infeksi herpes.

1. Stadium Primer

Jika infeksi herpes telah terjadi selama dua hingga delapan hari, maka tahapan ini disebut stadium primer. Dalam stadium ini, keluhan yang kerap muncul adalah blister, vesikel atau ruam lepuh pada kulit. Infeksi menimbulkan rasa sakit walaupun masih dalam ukuran kecil. 

2. Stadium Laten

Blister atau gelembung kemerahan berisi cairan berwarna keruh atau bening dan luka akan mereda di fase laten ini. Hanya saja, bukan berarti virus ini hilang. Dalam tahapan ini, virus menyerang saraf di bawah kulit yang berada di dekat saraf tulang belakang.

3. Stadium Peluruhan

Pada fase ini, virus menyebar di ujung saraf organ tubuh. Biasanya, si penderita tidak akan merasakan keluhan. Jika ujung saraf yang terinfeksi adalah organ tubuh yang menghasilkan cairan, maka cairan dalam organ tubuh tadi sudah mengandung virus herpes.

4. Stadium Rekurensi (Muncul Kembali)

Pada tahapan ini, blister muncul kembali walaupun tidak separah saat luka pertama. Gejala yang sering muncul pada stadium ini adalah rasa gatal, nyeri, dan kesemutan di area infeksi. 

Walaupun gejala yang dirasakan berbeda pada tiap tahapannya, atau bahkan penderita tidak merasakan keluhan apapun, beberapa gejala umum yang muncul adalah demam, rasa lelah, sakit kepala, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Klik Untuk Donasi - Novianti Lakukan Cuci Darah 2x Seminggu Akibat Gagal Ginjal Kronis
  1. Terdanai Rp.578,000
  2. Pencapaian 10.01%
  3. Donatur 15

Cara Mengobati Herpes

Jika muncul gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Dokter akan memberikan obat anti virus seperti famiciclovir, acyclovir, dan valacyclovir. Selain obat anti virus, kamu juga akan mendapatkan obat pereda nyeri misalnya oxycodone, tramadol, tramadol, dan ibuprofen.

Kamu juga bisa melakukan pengobatan sendiri selain dari resep dari dokter tadi. Pertama, selalu tutup bintil atau kemerahan dan pastikan mereka dalam keadaan kering. Kedua, kompres blister atau ruam kemerahan dengan air dingin untuk meredakan nyeri. Selain itu, selalu gunakan pakaian longgar dengan bahan lembut agak iritasi kulit tidak semakin parah.

Ingat untuk selalu jaga kebersihan dan rutin berkonsultasi dengan dokter ya agar gejala yang muncul tidak semakin memburuk. Sayangnya, ada banyak saudara kita yang mengalami herpes dan kesulitan dana untuk berobat ke pelayanan kesehatan. Ayo bantu mereka dengan berdonasi di Wecare.id. Download aplikasi WeCare.id sekarang!

download_app

Referensi:

dr. Merry Dame Cristy Pane. 21 September 2020. AloDokter. Herpes

dr. Tjin Willy. 10 Februari 2019. AloDokter. Herpes Zoster

dr. Rizal Fadli. 7 Oktober 2020. HaloDoc. HerpesWidya Citra Andini. 4 Januari 2021. HelloSehat. Herpes

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *