Kualitas Udara Jakarta Buruk, Ibu Kota Siap WFH

Kualitas Udara Jakarta Buruk, Ibu Kota Siap WFH

Akhir-akhir ini dikabarkan kualitas udara Jakarta buruk sehingga banyak masyarakat yang menderita ISPA, salah satunya adalah Presiden Joko Widodo. Menurut Menparekraf, Sandiaga Uno, Presiden Jokowi sudah 4 minggu menderita batuk.  Pengakuan Presiden menyebutkan ini pertama kali dirinya menderita batuk seperti itu.

Dampak dari buruknya udara di ibu kota ini membuat Presiden turun tangan untuk menangani hal tersebut. Salah satu jalan solusi yang ditawarkan adalah WFH bagi para pegawai.

Alami Jantung Bocor dan Penyempitan Saluran Napas, Azka Butuh Pertolonganmu Segera!

Faktor Penyebab Udara Buruk di Jakarta

Pada tanggal 12 Agustus 2023, Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, mengungkapkan bahwa kualitas udara di DKI Jakarta mencapai angka 156 dengan status tidak sehat. Situasi ini menjadi perhatian serius karena dampak buruknya terhadap kesehatan masyarakat. 

Sejumlah faktor kompleks menjadi penyebab utama udara Jakarta buruk. Faktor-faktor ini melibatkan beberapa aspek, mulai dari kondisi cuaca hingga kegiatan industri dan transportasi yang menyumbang pada peningkatan polutan.

  1. Pengaruh Siklus Cuaca

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sigit Reliantoro, menggarisbawahi bahwa kondisi cuaca dalam tiga bulan terakhir berperan penting dalam kualitas udara di Jakarta. Pada periode Juni hingga Agustus, siklus cuaca kering dan udara kering dari timur telah memberi kontribusi pada peningkatan polusi udara.

  1. Emisi Transportasi dan Industri

Udara Jakarta Buruk juga dipengaruhi oleh emisi dari sektor transportasi dan industri. Data dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa transportasi berkontribusi sebesar 44 persen, sementara industri menyumbang 31 persen terhadap polusi udara. Sektor industri energi manufaktur juga memiliki andil sebesar 10 persen dalam masalah ini.

  1. Penggunaan Batu Bara dalam Industri

Salah satu faktor kunci dalam peningkatan emisi adalah penggunaan batu bara dalam sektor industri. Emisi berbahaya seperti sulfur dioksida (SO2) secara signifikan berasal dari industri manufaktur yang menggunakan batu bara. Dengan dampak yang signifikan, upaya pengurangan penggunaan batu bara perlu menjadi prioritas.

Langkah-Langkah Mengatasi Kualitas Udara Buruk

Pemerintah telah merencanakan serangkaian langkah untuk mengatasi masalah kualitas udara yang semakin memburuk di wilayah Jabodetabek. Langkah-langkah ini dirancang untuk mengurangi dampak buruk polusi udara terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

  1. Kebijakan Hybrid Working

Salah satu langkah penting yang diambil adalah penerapan kebijakan hybrid working, yang mendorong pembagian jam kerja antara bekerja di kantor (WFO) dan bekerja dari rumah (WFH). Presiden Jokowi mendukung kebijakan ini sebagai upaya mengurangi mobilitas dan kontribusi emisi dari transportasi.

Untuk pelaksanaan WFH, Heru Budi Hartono, Pj Gubernur DKI Jakarta, menyebutkan mudah-mudahan kebijakan tersebut bisa dilaksanakan pada bulan September ini. Heru mengatakan kebijakan WFH tersebut masih sedang dikaji untuk mengetahui berapa persentase yang WFH dan WFO. Untuk swasta diharapkan dapat menerapkan kembali WFH seperti ketika masa pandemi Covid-19. 

  1. Transisi ke Transportasi Ramah Lingkungan

Pemerintah telah berkomitmen untuk mengurangi penggunaan kendaraan berbasis fosil dan beralih ke transportasi massal yang lebih ramah lingkungan. Rencana ini mencakup pengoperasian LRT dan MRT serta percepatan elektrifikasi kendaraan umum dengan dukungan pemerintah.

  1. Rekayasa Cuaca dan Regulasi Emisi

Langkah intervensi dalam jangka pendek termasuk rekayasa cuaca untuk memicu hujan di wilayah Jabodetabek, serta penerapan regulasi yang lebih ketat terkait batas emisi, khususnya di sektor industri dan transportasi.

  1. Penguatan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

Upaya jangka panjang melibatkan penguatan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Pengawasan yang lebih ketat terhadap sektor industri dan pembangkit listrik, terutama di sekitar wilayah Jabodetabek, akan menjadi langkah penting dalam mengurangi emisi.

  1. Edukasi Masyarakat

Edukasi masyarakat menjadi langkah terakhir, tetapi tak kalah penting. Peningkatan kesadaran tentang dampak polusi udara terhadap kesehatan dan lingkungan dapat mendorong perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan.

Klik Untuk Donasi - Urgent..! Bayi Anak Penjual Es Keliling Menderita Beberapa Penyakit Kronis!
Qiandra Azahra
Qiandra Azahra
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.9,186,000
  2. Pencapaian 26.51%
  3. Donatur 58

Harapan Agar Udara di Jakarta Kembali Bersih

Banyaknya masyarakat yang menderita ISPA membuat pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi polusi udara. Ini menggambarkan komitmen untuk menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Dengan strategi yang melibatkan regulasi, teknologi, dan perubahan perilaku, diharapkan bahwa kualitas udara Jakarta buruk akan menjadi lebih bersih dan aman bagi seluruh penduduknya. 

Melansir laman situs CNN Indonesia, selain ISPA buruknya kualitas udara juga bisa menyebabkan penyakit lain, seperti yang terburuk adalah kanker. Seperti diketahui pengobatan kanker ini tidaklah murah, sehingga mereka yang menderita kanker banyak yang kesusahan berobat. Kita bisa membantu mereka dengan berdonasi melalui WeCare.id. Donasi bisa dikirimkan melalui situs web WeCare.id atau aplikasi WeCare.id yang bisa diunduh di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Referensi

5 Penyakit Berbahaya Akibat Polusi Udara: ISPA hingga Kanker. (2020). Diambil kembali dari cnnindonesia.com.

Pj Gubernur DKI Terapkan WFH Mulai September untuk Kurangi Polusi. (2023). Diambil kembali dari cnnindonesia.com.

Priatmojo, D. (2023). Kualitas Udara Jakarta Buruk, Jokowi Dorong Kantor Terapkan WFH. Diambil kembali dari viva.co.id.

Purba, J. P. (2023). Sandiaga: Presiden Jokowi Sudah 4 Minggu Batuk, Kata Dokter Akibat Udara Tak Sehat. Diambil kembali dari liputan6.com.Simangunsong, W. S. (2023). Ini Penyebab Kualitas Udara di Jakarta Memburuk Menurut KLHK. Diambil kembali dari megapolitan.kompas.com.

Sumber Featured Image : Alexander Nrjwolf on Unsplash