Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Ke-2 di Dunia

Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Ke-2 di Dunia

Tanggal 3 Juli diperingati sebagai Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia atau International Plastic Bag Free Day. Ini adalah peringatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penggunaan kantong plastik sekali pakai bagi lingkungan. Sampah plastik ini tak hanya menjadi permasalahan Indonesia tapi juga dunia.

Fenomena Booming Sampah Plastik

Sampah plastik merupakan salah satu utama dalam pencemaran lingkungan, baik itu pencemaran tanah ataupun laut. Selain sulit untuk terurai, proses pengolahan sampah ini pun menimbulkan toksit juga bersifat karsinogenik. Untuk bisa terurai secara alami dibutuhkan waktu hingga ratusan tahun.

Fenomena sampah plastik sudah menjadi masalah yang begitu serius di seluruh dunia. Bukan hanya di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya, jenis sampah ini juga menjadi perhatian di negara-negara maju, seperti Inggris, Amerika juga Jepang. 

Di negara-negara Eropa penggunaan bahan plastik mencapai 60kg/orang/tahun. Amerika Serikat bahkan lebih tinggi lagi, penggunaan bahan plastiknya mencapai 80kg/orang/tahun. Namun di India jumlahnya hanya 2kg/orang/tahun.

Klik Untuk Donasi - Alami Gizi Buruk akibat Kelainan Jantung, Ammar Butuh Biaya untuk Berobat!
Bantu Ammar Sembuh dari Kelainan Ja...
Muhammad Ammar
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.6,721,000
  2. Pencapaian 17.71%
  3. Donatur 141

Total Sampah Nasional Mencapai 70 Juta Ton

Lantas bagaimana dengan permasalahan sampah di Indonesia? Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), total sampah nasional di tahun 2021 mencapai 68,5 juta ton. 17% (sekitar 11,6 juta ton) dari jumlah tersebut disumbang oleh sampah plastik. Terjadi peningkatan jumlah dari tahun 2010 yang sebelumnyahanya 11%.

Di tahun 2022, jumlah sampah nasional kembali naik menjadi 70 juta ton. Sampah yang belum dikelola oleh Ditjen PSLB3 (Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya) hingga saat ini sekitar 24% atau 16 juta ton.

Menurut catatan, dari 69% sampah yang masuk ke TPA hanya 7% yang terdaur ulang. Jika dibandingkan dengan sampah yang sudah diolah di negara Malaysia serta Singapura, Indonesia masih tertinggal jauh. Jumlah yang masih belum terkelola baik mencapai 16 juta ton.

Index Pengelolaan Plastik Indonesia

Dalam siaran persnya, Plastic Management Index atau Index Pengelolaan Plastik merilis data yang menyebutkan bahwa dibandingkan 25 negara lain, seperti Vietnam, Thailand, serta Malaysia , Indonesia masih kalah dalam hal pengelolaan. 

Sementara itu, negara yang menduduki 10 terbesar untuk pengolahan sampah plastik diduduki oleh Jepang, Australia, serta Tiongkok. Pengukuran Indeks Pengelolaan Plastik (PMI) ini menggunakan tiga pilar, yakni sistem pemerintahan, kemudian kapasitas pengelolaan tersistem yang ada, serta keterlibatan pemangku kepentingan. 

Sementara Tiongkok, yang sempat disorot karena dianggap sebagai produsen sampah plastik, sekarang ini sedang melakukan pengembangan kapasitas untuk mengelola plastik. Namun Tiongkok tertinggal dalam hal keterlibatan pemangku kepentingan.

Indonesia Penghasil Sampah Plastik Laut Kedua Terbesar di Dunia 

Data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) serta Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa sampah plastik di Indonesia jumlahnya mencapai 64 juta ton/tahun. 3,2 juta ton dari sampah tersebut adalah sampah yang dibuang ke laut.

Dalam hal pencemaran di laut, Indonesia menjadi penghasil sampah plastik laut kedua terbesar di dunia setelah Tiongkok. Negara tirai bambu tersebut menghasilkan 262,9 juta ton sampah sampah di laut. Ini tentu saja membuat Presiden Jokowi Geram. 

Sementara itu, Indonesia menghasilkan 187,2 juta ton, yang kemudian disusul oleh Filipina sebanyak 83,4 juta ton, Vietnam 55,9 juta ton, serta Sri Lanka sebesar 14,6 juta ton. Dari hasil penelitian UC Davis dan Universitas Hasanuddin di pasar Paotere Makassar memperlihatkan kandungan plastik di dalam 23% perut ikan yang menjadi sampel.

Larangan Penggunaan Kantong Plastik Sekali Pakai

Berbagai upaya terus diusahakan untuk mengurangi jumlah sampah plastik di antaranya dengan dikeluarkannya larangan penggunaan plastik sekali pakai. Menurut beberapa pihak strategi ini dapat digunakan oleh pemerintah untuk memenuhi amanat Peraturan Presiden No 97 Tahun 2017 mengenai Kebijakan dan Strategi Nasional (Jaktranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. 

Amanat peraturan ini bagi pemerintah daerah adalah untuk mengurangi sampah minimal sampai 30% serta meningkatkan pengelolaan sampah sekurang-kurangnya 70% di tahun 2025. Mengutip laman situs web Jakarta.go.id, Novrizal Tahar, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK menyampaikan mengenai pendekatan pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh pemerintah. 

Pendekatan tersebut, yaitu minim sampah ataupun eco-living, ekonomi sirkular, dan layanan dan teknologi. Pemerintah mengharapkan peran dari wirausahawan sosial untuk persoalan sampah ini, termasuk sampah plastik hal ini karena mereka mampu mengelola sampah dengan baik dan benar.

Cara Kita Membantu Mengurangi Sampah Plastik

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi sampah plastik, di antaranya:

  1. Hindari menggunakan botol air minum atau kantong plastik sekali pakai dan beralihlah ke botol atau kantong yang dapat digunakan kembali.
  2. Membawa tas belanja sendiri daripada menerima kantong plastik saat berbelanja.
  3. Kurangi penggunaan sedotan plastik dengan menggantinya dengan sedotan kertas atau sedotan stainless steel yang dapat digunakan ulang.
  4. Hindari penggunaan makanan dan minuman yang dikemas dalam kemasan plastik, seperti minuman ringan dan makanan cepat saji. Cobalah untuk memilih makanan dan minuman yang dikemas dalam kemasan yang dapat didaur ulang atau kemasan yang dapat diisi ulang.
  5. Daur ulang plastik dengan memisahkan sampah plastik dari sampah organik dan kertas untuk memudahkan proses daur ulang. Pastikan untuk membuang pada tempat yang telah disediakan oleh pihak berwenang.
  6. Menggunakan alternatif plastik ramah lingkungan seperti kertas atau kain untuk menggantikan penggunaan plastik.
  7. Menjaga lingkungan tetap bersih dengan membantu mengurangi dengan membuang sampah pada tempatnya dan menghindari pembuangan sampah sembarangan.

Dengan melakukan tindakan-tindakan di atas, kita dapat membantu menguranginya dan melindungi lingkungan.

Mungkin tanpa sadari kita pun berkontribusi pada bertambahnya sampah plastik dengan kebiasaan kita. Setelah mengetahui betapa berbahayanya sampah tersebut, kita bisa mulai melakukan aksi misalnya dengan membawa tas belanja sendiri atau membawa botol air sendiri. 

Kita bisa mengurangi membeli produk-produk yang menyebabkan menumpukan. Kemudian kita bisa gunakan sisa uangnya untuk berdonasi kepada mereka yang membutuhkan, misalnya pasien yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan melalui WeCare.id. Caranya bisa dengan berdonasi lewat situs web WeCare.id atau bisa juga dengan mengunduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja. 

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Tanam Pohon untuk Indonesia Lestari

Referensi

10 Cara Mengurangi Sampah Plastik Sehari-Hari dengan Mudah. (2022). Diambil kembali dari sehataqua.co.id.

Ditjen PSLB3 KLHK Didesak Miliki Langkah Terukur Tangani Volume Sampah. (2022). Diambil kembali dari  dpr.go.id.

Fenomena Sampah Plastik di Indonesia. (2021). Diambil kembali dari  inswa.or.id.

Indonesia Darurat Sampah Plastik. (2019). Diambil kembali dari  indonesiabaik.id.

Lukyani, L. (2021). Cara Mudah Mengurangi Penggunaan Plastik untuk Selamatkan Bumi. Diambil kembali dari kompas.com.

Tim Redaksi. (2022). Mengerikan, Indonesia Sudah Darurat Sampah Plastik: Sehari Mencapai 64 Juta Ton, Nomor Dua Terbesar di Dunia. Diambil kembali dari voi.id.

Sampah Plastik 2021 Naik ke 11,6 Juta Ton, KLHK Sindir Belanja Online. (2022). Diambil kembali dari  cnnindonesia.com.

Sampah Plastik Laut, Mengancam dan Berbahaya. (2019). Diambil kembali dari indonesiabaik.id.WOW 182,7 MILIAR KANTONG PLASTIK DIPAKAI DI INDONESIA SETIAP TAHUN. (2022). Diambil kembali dari citarumharum.jabarprov.go.id.

Sumber Featured Image : Hans dari Pixabay