Kenali dan Cegah Kanker Prostat Sebelum Terlambat!

Kenali dan Cegah Kanker Prostat Sebelum Terlambat!

Kanker prostat umumnya terjadi pada pria yang berusia lebih dari 65 tahun. Meski nyatanya, ada yang kurang dari umur tersebut sudah menderita kanker ini. Kanker ini terjadi pada kelenjar prostat yang berada di bagian antara kandung kemih dan uretra atau saluran kencing pria. 

Prostat sendiri merupakan kelenjar yang berfungsi untuk menghasilkan semen atau cairan yang keluar bersamaan dengan sperma sewaktu ejakulasi. Untuk pria remaja, ukuran prostat adalah sebiji kenari. Namun akan terus tumbuh seiring usia yang bertambah. 

Berdasarkan data dari WHO, sekitar 1,3 juta laki-laki di dunia mengidap kanker pada kelenjar prostat ini. Dalam laporan tribunenews.com pada tanggal 18 Februari 2021, Indonesia menduduki peringkat ke-4 terbanyak hingga mencapai angka 25.012 penderita. 

Daftar isi:

  1. 1. Penyebab dari Kanker Prostat
  2. 2. Gejala yang Muncul 
  3. 3. Pencegahan yang Bisa Dilakukan
Klik Untuk Donasi - Terbaring lemah di rumah sakit akibat Tumor Ganas yang ia derita, Pak Kukuh Butuh Pertolonganmu!
Limfoma
Kukuh
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.2,328,800
  2. Pencapaian 26.88%
  3. Donatur 62

Penyebab dari Kanker Prostat

Terjadinya kanker prostat disebabkan adanya perubahan genetik pada sel-sel kelenjar prostat. Ada pula faktor lain yang bisa menyebabkan tumbuhnya kanker pada kelenjar prostat, yaitu: 

  • Usia yang terus bertambah. Rata-rata kanker akan muncul pada pria yang berusia di atas 65 tahun. 
  • Kelebihan berat badan atau mengalami obesitas. 
  • Kurang mengonsumsi makanan yang berserat, mengandung likopen dan antioksidan. 
  • Terdapat keluarga yang pernah menderita kanker kelenjar prostat, atau bisa disebut ada riwayat genetik dari keluarga.
  • Menderita penyakit seksual yang menular. 

Gejala yang Muncul dariKanker Prostat

Umumnya, kanker yang terjadi pada kelenjar prostat pria tidak memberikan gejala atau tanda-tanda di awal. Gejala akan mulai tampak ketika kanker sudah berkembang dan prostat mengalami pembengkakan serta mempengaruhi saluran kencing. 

Gejala yang biasa terlihat ialah: 

  • Kesulitan menahan BAK sehingga akan lebih sering ke kamar mandi untuk kencing. Hal ini umumnya terjadi di malam hari. 
  • Alat kelamin pria mengalami sakit sewaktu buang air kecil atau mengalami ejakulasi. 
  • Dalam air mani atau urine keluar darah. 
  • Kandung kemih selalu terasa penuh. 

Ketika kanker sudah mulai masuk ke stadium lanjut, gejala yang dirasakan akan berkembang. Tidak lagi seputar uretra atau kandung kemih tetapi menjalar di bagian tulang panggul, tulang belakang, atau pangkal paha yang mengalami nyeri. 

Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Usai mengetahui adanya gejala-gejala tersebut, dokter akan melakukan skrining awal untuk memastikan. Skrining dilakukan dengan tes rektal atau PSA. Ketika hasilnya menunjukkan adanya indikasi kelainan, dokter akan melakukan pengecekan lanjutan, berupa: 

  • MRI: digunakan untuk mendeteksi kelainan yang terjadi di kelenjar prostat. 
  • USG pada bagian prostat: untuk mengamati kelenjar prostat dan memastikan adakah kelainan yang masuk dalam kategori kanker. 
  • Biopsi pada prostat: dokter akan mengambil sampel dari jaringan prostat untuk diamati di laboratorium. 

Usai mendapatkan hasilnya, dokter akan merekomendasikan pengobatan, di antaranya: 

  • Operasi yang ditujukan untuk mengangkat sebagian maupun seluruh jaringan kelenjar prostat dan kelenjar getah bening di sekitar area yang sudah terkena kanker. 
  • Radiasi atau radioterapi untuk mematikan sisa-sisa sel kanker yang masih ada. Biasanya dilakukan pasca operasi pengangkatan sel-sel kanker. Ini juga bisa membantu menghambat perkembangan sel-sel kanker sehingga tidak berkembang ke stadium lanjut. 
  • Terapi hormon yang dilakukan sebelum dan sesudah pasien menjalani radioterapi. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung keberhasilan proses pengobatan yang dilakukan dan mencegah sel-sel kanker yang sudah mati untuk hidup kembali. 
  • Kemoterapi memakai obat-obatan yang dapat membunuh sel-sel kanker agresif sehingga tidak menyebar ke organ tubuh lainnya. 
  • Krioterapi yang berfungsi untuk membekukan sel-sel jaringan yang terkena kanker. Caranya dengan memasukkan gas dingin agar dapat membunuh sel-sel kanker.

Tidak ada yang tahu kanker prostat akan menyerang siapa dan kapan itu akan terjadi. Untuk itu, kamu bisa mencegahnya dengan menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, kamu juga bisa bersedekah dengan menjadi donatur tetap di WeCare agar dapat membantu saudara-saudara yang tengah berjuang melawan kanker prostat atau penyakit lainnya. Caranya, unduh dulu aplikasi WeCare.id kemudian membuat akun dan bergabunglah bersama para donatur lainnya. 

Alami Benjolan di Leher dan Dada yang Kian Membengkak, Rizki Butuh Bantuanmu Segera!

Sumber referensi: 

dr. Tjin Willy. 2019. Kanker Prostat. https://www.alodokter.com/kanker-prostat

dr. Rizal Fadli. 2021. Kanker Prostat. https://www.halodoc.com/kesehatan/kanker-prostat

Medical News Today. 2021. What to know about prostate cancer. https://www.medicalnewstoday.com/articles/150086

Urology Care Foundation. 2018. What is Prostate Cancer? https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/prostate-cancer

Fitri Wulandari. 2021. Meski Tinggi, Angka Penderita Kanker Prostat di Indonesia Masih di Bawah Eropa dan Amerika. https://www.tribunnews.com/kesehatan/2021/02/18/meski-tinggi-angka-penderita-kanker-prostat-di-indonesia-masih-di-bawah-eropa-dan-amerika

Sumber Featured Image : marijana1 dari Pixabay