Sumber foto: pexels.com
Semua orang tua menginginkan hal yang terbaik bagi anak. Namun, ada beberapa yang tak dapat dihindari, misalnya seperti kondisi kesehatan anak. Salah satu kondisi langka yang dapat menimpa anak sejak bayi adalah mikrosefali
Menurut Prastika (2016), mirosefali adalah sebuah kondisi pada saat kepala bayi berukuran kecil secara tidak normal. Hal ini juga dibarengi oleh ukuran otak yang kecil dan tidak dapat berkembang dengan baik.
Walaupun kebanyakan bayi mengalami penyakit langka ini sejak lahir, tetapi ada pula bayi normal yang kemudian mengalami hal ini pada awal masa pertumbuhannya.
Daftar isi:
Klik Untuk Donasi - Tak Ada Biaya untuk Operasi, Ukuran Kepala Daniel Kian Membesar- Terdanai Rp.2,199,997
- Pencapaian 8.07%
- Donatur 39
Gejala dan Deteksi Pada Bayi dengan Mikrosefali
Seorang bayi dapat dicurigai menderita mikrosefali apabila terdapat beberapa diagnosis yang didapatkan melalui beberapa cara:
- Pemeriksaan USG di akhir trimester kedua atau awal trimester ketiga. Dokter dapat mendeteksi mikrosefali dengan mengecek bentuk kepala janin
- Jika bayi sudah lahir, dokter dapat mengecek hidrosefali dengan cara mengukur lingkar kepala bayi. Terdapat standar lingkar kepala berdasarkan usia anak dan bayi.
- Jika ukuran kepala bayi di bawah ukuran normal, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan lanjutan seperti scan, tes darah, tes urin, rontgen, dan sebagainya.
Pada bayi dengan mikrosefali, ditemukan berbagai gejala seperti:
- Ubun-ubun terbuka (beberapa bayi)
- Adanya gejala retardasi mental
- Kejang
- Terlambat bicara yang parah
- Hemiplegia
- Berbagai gejala motorik lain
Gejala-gejala tersebut tidak selalu hadir secara bersamaan. Bisa saja seorang penderita mikrosefali hanya mengalami satu atau dua gejala di atas. Yang jelas, mereka tidak memiliki ukuran kepala yang normal.
Klik Untuk Donasi - Arya Bocah 8 tahun Derita Lumpuh Otak, Uluran Tanganmu sangat diharapkan!- Terdanai Rp.852,000
- Pencapaian 54.10%
- Donatur 17
Penyebab Mikrosefali dan Cara Pengobatannya
Ada beberapa penyebab mengapa bayi baru lahir atau anak mengalami mikrosefali:
- Fungsi otot hormonal
- Faktor genetik yang tak dapat diprediksi
- Nutrisi
- Aktivitas fisik
- Penyakit tertentu.
Pada dasarnya, belum ada pengobatan khusus untuk mikrosefali. Namun, bayi atau anak yang mengidap mikrosefali dapat diikutkan terapi khusus untuk membantu perkembangan fisik dan mengurangi risiko kejang.
Ibu hamil atau perempuan yang merencanakan hamil dapat melakukan pencegahan untuk mereduksi risiko mikrosefali pada bayi:
- Menjaga kebersihan tubuh dan makanan
- Mengonsumsi makanan kaya gizi untuk ibu dan janin
- Mengonsumsi vitamin yang dianjurkan
- Menghindari rokok dan minuman beralkohol
- Menjauhi aktivitas ekstrem dan berbahaya bagi kandungan
- Menghindari obat-obatan berbahaya
- Melahirkan dengan cara yang disarankan oleh dokter sesuai kondisi kesehatan ibu
Selain mengurangi risiko bayi mikrosefali dengan melakukan gaya hidup sehat dan menuruti aturan dokter, kamu juga bisa mendapatkan penanganan sejak dini dengan rajin-rajin melakukan USG. Dengan USG, kelainan pada bayi akan lebih cepat ditangani dan tidak membuat orang tua kaget serta kurang persiapan.
Ketika anak sudah lahir, kamu juga wajib melakukan imunisasi rutin serta pemeriksaan fisik yang teratur. Indonesia mewajibkan imunisasi dan pemeriksaan bayi sejak dini, sehingga kontrol di Posyandu bisa diikuti oleh siapa saja secara gratis. Hal ini dapat membantu kamu memahami apakah anak memiliki ciri fisik dan kondisi normal, ataukah ia memerlukan bantuan medis.
Masih banyak anak-anak di Indonesia dan dunia yang lahir dengan kondisi yang tidak beruntung. Kamu bisa membantu mereka sekarang juga di WeCare.id, lho. Melalui platform ini, kamu bisa menyalurkan bantuan kepada mereka yang kekurangan dan mengalami kondisi khusus melalui smartphone.
Membantu orang lain itu menyenangkan dan lebih mudah dengan WeCare.id. Yuk, bantu mereka sekarang juga dengan cara download aplikasinya melalui App Store dan Google Play. Ada begitu banyak anak dengan kondisi mikrosefali dan kondisi lain yang akan terbantu dengan kebaikanmu!
Referensi:
dr. Tjin Willin (2018, 28 Desember). Mikrosefalus. www.alodokter.com
Lenny Tan (2019, 16 Agustus). Mikrosefali. www.sehatq.com
Prastika, Sonia. 2016. Mewaspadai Virus Zika dan Virus Ganas Lainnya Pada Wanita. Banana Books