Kenali Bronkopneumonia pada Anak dan Pencegahannya

Kenali Bronkopneumonia pada Anak dan Pencegahannya

Bronkopneumonia merupakan salah satu jenis pneumonia yang paling umum terjadi pada anak. Penyakit ini juga merupakan penyebab utama kematian pada anak yang berusia di bawah usia 5 tahun. Pneumonia secara global menyumbang sekitar 16% dari seluruh kematian anak yang berusia di bawah usia 5 tahun. Pada tahun 2015 sekitar 920.136 anak meninggal akibat pneumonia. Sebanyak 85% dari semua penyakit sistem pernafasan yang terjadi pada anak di bawah 2 tahun diakibatkan oleh bronkopneumonia. 

Klik Untuk Donasi - Aliya Rajasa - Preloved For Good | Bantu Pasien Cerebral Palsy
  1. Terdanai Rp.105,500
  2. Pencapaian 0.92%
  3. Donatur 44

Apa itu bronkopneumonia?

Bronkopneumonia adalah infeksi yang mempengaruhi saluran udara menuju paru-paru, yang juga dikenal sebagai bronkus. Penyakit ini khususnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun, penyakit ini bisa juga disebabkan oleh infeksi virus dan jamur. Penyakit ini sangat berbahaya bagi anak kecil, para lansia, dan pasien yang mengalami penurunan kekebalan kronis lainnya.

Seperti apa gejalanya pada anak-anak?

Mungkin anak-anak dan bayi akan menunjukkan gejala yang berbeda. Meskipun batuk merupakan gejala yang paling umum yang terjadi pada bayi, mereka juga mungkin mengalami gejala lainnya, seperti:

  • detak jantung yang cepat
  • sesak napas
  • nyeri dada
  • rewel
  • nafsu makan berkurang
  • demam
  • batuk berdahak
  • berkeringat
  • sulit tidur

Apakah bronkopneumonia menular?

Sayangnya ya, bronkopneumonia merupakan infeksi menular. Patogen yang bisa mengakibatkan bronkopneumonia biasanya dihirup oleh manusia. Biasanya, patogen ini ditularkan ketika seseorang batuk atau bersin, tetesan kecilnya bisa menyebar dan menginfeksi orang lain. 

Penyebab bakteri bronkopneumonia yang umum meliputi:

  • Haemophilus influenzae
  • Staphylococcus aureus
  • Escherichia coli
  • Pseudomonas aeruginosa
  • Spesies proteus
  • Klebsiella pneumoniae

Biasanya kondisi ini terjadi di rumah sakit. Seringkali orang yang datang ke rumah sakit untuk pengobatan penyakit lain sistem kekebalan tubuhnya lemah. Sakit memengaruhi cara tubuh melawan bakteri.

Dalam kondisi tersebut, tubuh akan kesulitan menangani infeksi baru. Pneumonia yang terjadi di rumah sakit mungkin juga diakibatkan oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik.

Apa faktor risiko untuk terjadinya bronkopneumonia?

Faktor risiko termasuk anak-anak di bawah usia 2 tahun, orang dewasa di atas 65 tahun, baru-baru ini bepergian, merokok, penggunaan antibiotik sebelumnya, kondisi pernapasan yang kronis (misalnya fibrosis kistik, dan lain-lain), infeksi terbaru, infeksi HIV, dan gangguan autoimun. Orang-orang ini harus melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari infeksi. Hal ini karena mereka lebih rentan terinfeksi patogen penyebab bronkopneumonia.

Bagaimana cara mencegah bronkopneumonia?

Klik Untuk Donasi - Usai Jalani Operasi Saraf, Bu Siti Alami Kelumpuhan Hingga Luka Dekubitus
Osteomielitis, Ulkus Dekubitus
Siti Farida
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.4,257,998
  2. Pencapaian 53.08%
  3. Donatur 33

Vaksinasi bisa mencegah beberapa bentuk bronkopneumonia. Terdapat dua jenis vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit pneumokokus pada anak, yaitu:

• Vaksin Konjugasi Pneumokokus (PCV13)

Vaksinasi ini dianjurkan untuk semua anak di bawah usia 2 tahun. Jenis vaksin ini dimasukkan sebagai bagian dari imunisasi rutin bayi.

• Vaksin polisakarida pneumokokus (PPSV23)

Vaksin ini direkomendasikan untuk anak-anak di atas usia 2 tahun yang berisiko terkena penyakit pneumokokus yang serius.

Selain vaksinasi terhadap pneumonia, berikut ini langkah-langkah juga direkomendasikan:

  • Mendapatkan vaksinasi penyakit yang bisa menyebabkan pneumonia, seperti flu, campak, cacar air, vaksin Haemophilus influenza tipe B (Hib), atau pertusis.
  • Berkonsultasi dengan dokter tentang cara-cara mencegah pneumonia dan infeksi lain bila menderita kanker atau human immunodeficiency virus (HIV).
  • Cuci tangan secara teratur untuk menghindari kuman.
  • Memahami dan mengenali gejala pneumonia.
  • Menjaga daya tahan tubuh kuat dengan tidur yang cukup, berolahraga dan makan sehat

Mengajarkan berenang pada bayi dan anak memang disarankan namun hindari penggunaan pelampung leher karena akan membahayakan mereka. Sambil menemani buah hati berlatih renang jangan lupa juga untuk meluangkan waktu dengan membantu pasien tidak mampu yang mengidap berbagai penyakit.

Kamu juga bisa berdonasi lebih mudah melalui aplikasi WeCare.id. Caranya, download aplikasi WeCare.id di ponselmu. Donasi yang kamu berikan tentu sangat berharga untuk teman-teman yang membutuhkan.

download_app

Referensi

Bronchopneumonia in Children. (2019). medicalschemes.com.

Martel, J. (2019). Bronchopneumonia: Symptoms, Risk Factors, and Treatment. healthline.com.Villarreal, M. (2020). Bronchopneumonia, What Is It, Contagiousness, Diagnosis, Treatment, and More. osmosis.org.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *