7 Bahaya Penyakit Insomnia yang Tak Boleh Diabaikan

7 Bahaya Penyakit Insomnia yang Tak Boleh Diabaikan

Insomnia menjadi istilah yang sangat familier. Kamu bisa menemukan judul film berjudul dan bercerita tentang Insomnia 2002. Selain itu, ada pula Surya Insomnia, dikenal sebagai salah satu presenter dan aktor Indonesia. Embel-embel Insomnia didapatkannya ketika Surya menjadi VJ untuk acara MTV Insomnia Indonesia. Selanjutnya, penggunaan istilah ini juga dapat kamu temukan di dunia IT, yakni Insomnia Rest. Beberapa contoh penggunaan insomnia tersebut merupakan gambaran betapa populernya istilah ini. 

Istilah insomnia memang populer, tetapi hal itu tidak membuat masyarakat awam mengerti kalau gangguan ini merupakan salah satu penyakit yang berbahaya. WHO pun telah berupaya melakukan edukasi terkait bahaya dari penyakit insomnia. Sebagai buktinya, WHO menetapkan kode ICD 10 insomnia, yakni G47.0 dan memasukkannya sebagai salah satu penyakit sistem saraf. Kalau penyakit dibiarkan tanpa ada penanganan medis yang tepat, berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih berbahaya. 

#1. Risiko Gangguan Mental

Kamu harus tahu kalau depresi memiliki kaitan yang sangat erat dengan gangguan tidur. Mereka yang susah tidur berpotensi tinggi mengalami depresi. Di waktu yang sama, depresi juga membuat penderitanya sulit untuk memejamkan mata. 

#2. Risiko Kematian

Gangguan kurang tidur akibat insomnia juga berpotensi menimbulkan risiko kematian. Hal ini terkuak dalam penelitian Alexandros N. Vgontzas (2010). Hasil studi tersebut memperlihatkan kalau potensi kematian penderita insomnia perempuan adalah sebesar 5%. Sementara itu, pasien insomnia laki-laki punya risiko kematian yang lebih besar, mencapai 21%. 

Klik Untuk Donasi - Bantu Aulia Melawan Kanker Darah di Tubuhnya
Leukemia
Aulia Nurtsaqofa Bilqis
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.7,000,000
  2. Pencapaian 101.45%
  3. Donatur 24

#3. Kerusakan Kulit

Kurangnya waktu istirahat dapat menimbulkan kerusakan kulit. Hal ini terjadi karena sel serta jaringan kulit mengalami gangguan dalam melakukan regenerasi. Alhasil, seorang penderita insomnia bakal mempunyai kulit dan wajah yang terlihat lebih tua dari usianya. 

#4. Risiko Obesitas

Penderita insomnia harus berhadapan pula dengan risiko obesitas. Penyebab risiko obesitas ini tidak lain adalah peningkatan nafsu makan selama mengalami gangguan kurang tidur. Ditambah lagi, penderita insomnia juga punya kecenderungan memilih makanan berlemak dan karbohidrat tinggi. Belum lagi, tubuh juga mudah lelah sehingga membuat malas berolahraga. 

#5. Gangguan Kognitif

Kemampuan berpikir yang dipunyai oleh penderita insomnia juga bakal mengalami penurunan secara signifikan. Penyebab penurunan kemampuan kognitif ini disebabkan karena mereka kesulitan dalam berkonsentrasi. Tak menutup kemungkinan, hal ini juga bakal berpengaruh pada kemampuan daya ingat. 

Klik Untuk Donasi - Yuk Ulurkan Tangan untuk Pak Ahmad agar Sembuh dari Penyakit Tumor Usus
Tumor Usus Besar
Ahmad Suja'i
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.1,158,563
  2. Pencapaian 3.05%
  3. Donatur 31

#6. Sistem Imun Tubuh Menurun

Kalau kamu mengalami gangguan tidur akibat insomnia, kemungkinan daya tahan tubuh akan mengalami penurunan. Alhasil, kamu jadi lebih gampang terserang penyakit dan membuatmu sering minum obat. Kalau terlalu sering minum obat, tak menutup kemungkinan dapat menimbulkan tubuh mengalami resistensi antibiotik. 

#7. Menurunkan Gairah Seksual

Hal berbahaya terakhir yang perlu kamu waspadai ketika menjumpai gejala kesulitan tidur akibat insomnia adalah penurunan gairah seksual. Kurang tidur berpotensi menurunkan libido bahkan dapat menimbulkan produksi testosteron pada pria mengalami penurunan. Kondisi serupa juga dialami oleh penderita insomnia perempuan. Kamu bakal menjumpai adanya penurunan hormon reproduksi. 

Nah, itulah 7 potensi berbahaya dari penyakit insomnia yang harus kamu perhatikan. Sampai di sini, kamu sudah tahu pengertian insomnia. Oleh karenanya, kalau mendapati ada gejala-gejala kesulitan tidur, segera berkonsultasi ke dokter. Sambil memperhatikan pola tidur yang sehat, mari sempatkan sedikit untuk bantu pasien tidak mampu yang menderita berbagai penyakit di tengah pandemi. Kamu bisa gunakan aplikasi WeCare.id untuk donasi kapan saja dan di mana saja. Segera download aplikasi WeCare.id di App Store atau Google Play untuk bantu sesama! 

Referensi

Alexandros N. Vgontzas, MD, Duanping Liao, MD, PhD, Slobodanka Pejovic, MD, Susan Calhoun, PhD, Maria Karataraki, PsyD, Maria Basta, MD, Julio Fernández-Mendoza, PhD, and Edward O. Bixler, PhD, dipublikasikan pada Journal Sleep Volume 33