Melihat Komitmen Capres untuk Mengendalikan Stunting

Melihat Komitmen Capres untuk Mengendalikan Stunting

Pemilihan Presiden dan calon Wakil Presiden 2024 sudah di depan mata, namun masih ada tantangan di Indonesia yang harus dikendalikan, yaitu masalah stunting. Menurut data dari UNICEF dan WHO, Indonesia merupakan negara dengan angka prevalensi tengkes tertinggi ke-27 dari 154 negara dengan kasus tengkes.

Sedangkan, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting nasional pada tahun 2022 sebesar 21,6 persen. Padahal pemerintah menargetkan penurunan angka prevalensi tengkes sampai tahun 2024 mencapai dibawah 14 persen. 

Nah, mendekati pemilihan Presiden pada tanggal 14 Februari nanti, ketiga pasangan calon sudah mempersiapkan beragam strategi dan program kerja untuk mengendalikan stunting. Penasaran enggak sih apa aja yang menjadi program kerja para calon Presiden dan calon Wakil Presiden untuk mengendalikan tengkes di Indonesia? Yuk, simak artikel berikut ini.

Alami Cacat Lahir pada Kerongkongannya Hingga Gizi Kurang, Habib Butuh Pertolongan Segera!

Pengendalian Stunting oleh Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar

Pasangan yang satu ini menawarkan program pendampingan ibu hamil hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak untuk menurunkan prevalensi tengkes dari 21,6 persen menuju 11,0-12,5 persen pada 2029. Kemudian, pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin  juga menawarkan penguatan dukungan bagi kader desa/ kelurahan dengan menjamin ketersediaan pangan seimbang, pencegahan infeksi dan perbaikan lingkungan.

Pengendalian Stunting oleh Pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka

Prabowo dan Gibran menawarkan program pemberian makan siang harian dan susu kepada siswa pra-sekolah, SD, SMP, SMA, dan pesantren. Pasangan ini optimis kasus tengkes dapat ditekan hingga dibawah 10 persen melalui pemberian makan siang dengan pemberian protein hewani.

Kemudian, pasangan Prabowo dan Gibran juga menawarkan Kartu Anak Sehat sebagai bagian dari program perlindungan sosial dan kesehatan. Selain itu, Program Gizi Seimbang dan Gerakan EMAS, (Emak-Emak dan Anak-Anak Minum Susu) juga dibuat sebagai upaya pencegahan terjadinya tengkes.

Pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD

Pasangan Ganjar dan Mahfud menargetkan prevalensi tengkes turun dibawah 9 persen. Oleh karena itu, pasangan ini menawarkan program kesehatan untuk 1.000 hari pertama dan pasokan gizi untuk anak hingga usia 5 tahun. Kedua, pasangan capres dan cawapres nomor urut 3 ini juga menawarkan Program 1 Desa 1 Puskesmas 1 Dokter/ Nakes. 

Tujuannya agar rakyat mudah mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat pertama melalui jaminan ketersediaan dokter, tenaga kesehatan, dan obat esensial. Dengan pemikiran tersebut, keterlibatan bidan, tenaga kesehatan, perangkat desa, dan seluruh pihak untuk saling memantau dan membantu merupakan kunci agar terwujud kesehatan masyarakat.

Jadi, sudahkah kamu menentukan pilihan kamu nanti? Selain masalah tengkes, masih banyak sekali tantangan di bidang kesehatan yang harus menjadi perhatian siapa pun pemimpinnya nanti. Salah satu yang masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia adalah sulitnya menjangkau fasilitas kesehatan karena ketiadaan biaya. Akibatnya angka kesehatan masyarakat miskin masih rendah. Terlebih bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil dan sulit mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan.

Klik Untuk Donasi - Bantu Wujudkan Indonesia Bebas Stunting
  1. Terdanai Rp.22,620,198
  2. Pencapaian 19.58%
  3. Donatur 285

Oleh karena itu, mari bersama kita bantu pasien-pasien yang membutuhkan bantuan agar melanjutkan pengobatan dengan berdonasi melalui WeCare.id. Bantuan terbaik kamu bisa diberikan melalui website WeCare.id atau dengan aplikasi yang bisa kamu unduh melalui App Store dan Google Play.

Sumber Featured Image :  5921373 dari Pixabay