Mengenal Sifilis Kongenital yang Menginfeksi Bayi

Mengenal Sifilis Kongenital yang Menginfeksi Bayi

Berita mengagetkan mengenai kasus sifilis anak. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, kasus sifilis anak meningkat hingga 70 persen. Anak-anak tersebut terkena sifilis kongenital karena tertular dari ibunya yang mengidap penyakit tersebut.

Alami Cacat Lahir pada Jantungnya, Zayan Mengharapkan Bantuanmu Segera!

Jumlah Anak yang Terinfeksi Sifilis di Indonesia

Mengutip keterangan dari Imran Pambudi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes dalam laman situs Health Liputan6, pada tahun 2022 dari 20.783 orang penderita sifilis sebagiannya adalah anak-anak. Bahkan mereka yang berusia remaja pun ada yang terinfeksi bakteri jenis Treponema pallidum, yang menjadi penyebab sifilis.

Imran menambahkan ada beberapa kelompok anak yang terinfeksi sifilis. Kelompok yang berusia kurang dari 4 tahun jumlahnya 3 persen. Di kelompok anak berusia 5-14 tahun jumlahnya 0,24 persen. Sementara remaja yang berusia 15-19 tahun jumlahnya 6 persen.

Apa Itu Sifilis Kongenital?

Sifilis  kongenital adalah infeksi sifilis yang ditularkan dari ibu hamil kepada janinnya selama kehamilan atau saat melahirkan. Kondisi ini terjadi ketika ibu yang terinfeksi sifilis tidak diobati atau tidak menerima pengobatan yang memadai. 

Diketahui penyakit ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada bayi yang terinfeksi, termasuk cacat bawaan, kelainan kulit, gangguan sistem saraf, serta masalah pada hati dan organ lainnya. Pengobatan dini dan pencegahan infeksi pada ibu hamil sangat penting untuk mencegah terjadinya kongenital sifilis.

Seperti diketahui sifilis merupakan infeksi menular seksual (IMS). IMS adalah infeksi yang bisa ditularkan melalui hubungan seks tanpa pengaman atau kontak fisik intim dengan seseorang yang terinfeksi. Seseorang juga bisa terinfeksi sifilis melalui kontak langsung, seperti menyentuh atau mencium, dengan luka dari orang terinfeksi sifilis. 

Jika seorang wanita terkena sifilis selama kehamilan dan tidak mendapatkan pengobatan, maka wanita tersebut dapat menularkannya kepada bayi. Jika ibu hamil dengan sifilis tidak mendapatkan pengobatan, makan hal tersebut akan menyebabkan masalah serius bagi bayi, termasuk kematian. Bayi yang meninggal terkena infeksi sifilis karena lahir dari  ibunya menderita sifilis tapi tidak diobati jumlahnya mencapai 40 persen atau 2 dari 5 bayi. 

Klik Untuk Donasi - Alami Lumpuh Otak dan Gizi Buruk, Dafin Tak Punya Uang untuk Berobat!
Dafin Pratama
Dafin Pratama
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.7,957,000
  2. Pencapaian 25.52%
  3. Donatur 75

Gejala Sifilis Kongenital

Biasanya gejala sifilis kongenital awal muncul pada anak berusia tiga sampai empat belas minggu. Namun gejala tersebut bisa juga muncul hingga usia lima tahun. Gejala yang muncul di antaranya:

  • peradangan dan pengerasan tali pusar
  • ruam
  • demam
  • berat badan lahir rendah
  • tingginya kadar kolesterol saat lahir
  • meningitis aseptik
  • anemia
  • monocytosis (peningkatan jumlah monosit dalam darah)
  • pembesaran hati dan limpa
  • kuning pada kulit (jaundice)
  • pengelupasan kulit yang mempengaruhi telapak tangan dan kaki
  • kejang
  • keterbelakangan mental
  • periostitis (peradangan di sekitar tulang yang menyebabkan nyeri pada anggota tubuh dan sendi)
  • rinitis dengan keluarnya cairan hidung yang mengandung infeksi
  • kerontokan rambut
  • peradangan pada iris mata
  • pneumonia

Umumnya gejala sifilis kongenital lanjut muncul sesudah anak berusia lima tahun dan dapat tetap tidak terdiagnosis hingga dewasa. Ciri sifilis kongenital lanjut bisa berupa:

  • nyeri tulang
  • retinitis pigmentosa (penyakit mata serius)
  • Hutchinson’s traid yang ditandai oleh gigi seri atas memiliki ujung yang runcing
  • keratitis interstisial (peradangan pada lapisan tengah kornea) yang terdiri dari penglihatan kabur, air mata yang tidak normal, nyeri mata, dan sensitivitas yang tidak normal terhadap cahaya
  • hidung cekung
  • Penampakan tulang di dahi
  • langit-langit mulut yang tinggi
  • rahang atas pendek
  • kehilangan pendengaran
  • pecah dan retakan di sekitar mulut dan anus

Komplikasi Pada Bayi yang Disebabkan oleh Sifilis Kongenital

Sifilis kongenital bisa menyebabkan komplikasi pada bayi selama kehamilan dan sesudah lahir. Ketika lahir, bayi bisa saja tampak sehat, namun sifilis bisa menyebabkan komplikasi kesehatan di masa datang bila tidak segera diobati. Komplikasi bergantung pada seberapa lama ibu hamil terinfeksi sifilis selama kehamilan dan apakah ibu hamil tersebut mendapatkan pengobatan.

Beberapa masalah pada bayi jika ibu hamil terinfeksi sifilis, meliputi:

  • Keguguran 
  • Persalinan prematur
  • Pertumbuhan janin terhambat serta berat badan bayi saat lahir rendah
  • Masalah dengan plasenta dan tali pusat. Sifilis kongenital bisa menyebabkan plasenta tumbuh besar dan tali pusat membengkak, yang dapat menyebabkan masalah pada fungsinya dalam mendukung bayi di dalam rahim.
  • Kematian janin
  • Sifilis kongenital juga bisa menyebabkan masalah bagi bayi ketika lahir, di antaranya:
  • Kematian bayi baru lahir
  • Demam
  • Masalah pada limpa dan hati, termasuk penyakit kuning (jaundice) dan hepatosplenomegali (kondisi saat hati dan limpa bayi membengkak)
  • Anemia
  • Ruam di mulut, organ genital, atau anus, atau di telapak kaki, tangan, dan wajahnya.
  • Hidung berair
  • Meningitis
  • Jika tidak segera diobati, bayi yang terkena sifilis kongenital di kemudian hari bisa mengalami masalah kesehatan, seperti:
  • Masalah pada tulang dan sendi, termasuk nyeri, pembengkakan, dan kondisi seperti shin sabre (ketika tulang kering bayi (bagian depan kaki bawah) melengkung keluar), hidung cekung , dan gigi Hutchinson (gigi yang berbentuk seperti pena dan jarak gigi berjauhan) 
  • Masalah penglihatan
  • Masalah pendengaran
  • Masalah pada sistem saraf, termasuk kelumpuhan pada lengan atau kaki dan kejang
  • Keterlambatan tumbuh kembang

Apakah Gejala Muncul Pada Semua Bayi yang Lahir Dengan Sifilis Kongenital?

Tidak. Bisa saja bayi yang terinfeksi penyakit ini tidak memiliki gejala saat lahir. Namun, tanpa pengobatan, bayi tersebut bisa mengalami masalah serius. Umumnya, masalah kesehatan ini berkembang dalam beberapa minggu pertama setelah lahir. Namun, bisa juga masalah terjadi bertahun-tahun kemudian.

Bayi yang menderita sifilis kongenital dan tidak diobati, kemudian mengalami gejala setelahnya bisa menyebabkan bayi meninggal akibat infeksi tersebut. Mereka juga bisa mengalami keterlambatan perkembangan atau kejang.

Cara Pengobatan

Bayi yang terinfeksi penyakit ini akan diobati dengan antibiotik penisilin. Penisilin diberikan melalui suntikan atau melalui jalur intravena (IV), melalui jarum di pembuluh darahnya di tangan, kaki, lengan, kaki, atau kulit kepala.

Jumlah pengobatan yang diberikan pada bayi bergantung pada infeksinya dan kondisinya. Beberapa bayi yang terkena sifilis kongenital bisa sembuh sepenuhnya. Namun ada juga yang mungkin membutuhkan pengobatan untuk kondisi kesehatan yang disebabkan oleh infeksi tersebut. Apabila bayi terinfeksi jenis sifilis tersebut, segera berikan pengobatan untuk mencegah komplikasi. 

Sifilis kongenital yang menyerang bayi dan anak diakibatkan oleh orang tua yang terkena sifilis dan tidak diobati. Mengingat bahayanya, penting sekali bagi para orang tua untuk mengambil langkah preventif, seperti tidak melakukan kontak seksual yang berisiko, selalu lakukan skrining untuk pasangan yang akan menikah serta ibu hamil.

Di antara pasien yang terjangkit sifilis tersebut ada yang mengalami masalah biaya pengobatan. Kita bisa membantu mereka dengan memberikan donasi melalui WeCare.id. Bagi yang akan berdonasi, bisa membuka situs web WeCare.id atau mengunduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja. 

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Referensi

Congenital Syphilis – CDC Fact Sheet. (2015). Diambil kembali dari cdc.gov.

Congenital Syphilis. (1991). Diambil kembali dari rarediseases.org.

Congenital syphilis. (2017). Diambil kembali dari marchofdimes.org.

Harsono, F. H. (2023). Sifilis di Indonesia Nyaris 21 Ribu Kasus, Penyakit Raja Singa Ini Juga Serang Anak. Diambil kembali dari liputan6.com.

Sumber Featured Image : Victoria_Regen dari Pixabay