Benarkah Cuaca Dingin Membuat Orang Rentan Sakit?

Benarkah Cuaca Dingin Membuat Orang Rentan Sakit?

Beberapa orang percaya bahwa cuaca dingin membuat mereka menjadi rentan sakit. Penyakit flu atau batuk yang sering diderita orang-orang ketika musim hujan datang. Benarkah cuaca yang dingin membuat orang jadi mudah sakit? Mari kita cari tahu jawaban yang sebenarnya.

Cuaca Dingin dan Virus

Ternyata berdasarkan hasil penelitian cuaca dingin tidak membuat orang menjadi rentan terhadap penyakit penyakit flu dan salesma atau lebih dikenal dengan istilah pilek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhinovirus atau virus salesma bisa bereplikasi secara efisien di suhu yang lebih rendah dari 37oC, yaitu suhu inti rata-rata dari tubuh manusia. Sementara itu, suhu dalam rongga hidung sekitar 33oC juga memungkinkan bagian tubuh tersebut menjadi tempat berkembang biak yang ideal untuk virus salesma tersebut.

Akan tetapi, penelitian ini tidak memastikan bahwa suhu luar yang lebih rendah bisa meningkatkan orang terkena infeksi rhinovirus. Fokus utama dari penelitian mengenai rhinovirus ini lebih pada pemeriksaan bagaimana perbedaan suhu tubuh dapat mempengaruhi kemampuan virus untuk berkembang biak.

Sebuah studi meneliti mendapatkan fakta bahwa penurunan suhu tubuh serta kelembaban dalam waktu tiga hari dapat meningkatkan risiko infeksi rhinovirus. Para peneliti dalam studi yang sama menemukan bahwa kebanyakan infeksi terjadi pada suhu nol ke bawah.

Klik Untuk Donasi - Harus Cuci Darah Seumur Hidup akibat Gagal Ginjal, Yuk Bantu Ibu Marlein Bertahan Hidup!
Bantu Ibu Marlein Sembuh dari Gagal...
Marlein Manopo
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.970,250
  2. Pencapaian 23.10%
  3. Donatur 27

Kontak Erat

Untuk hidup dan bereplikasi, virus bergantung pada sel organisme lain. Virus ditularkan dari inang ke inang saat sekresi pernapasan atau tetesan yang dikeluarkan dari pernapasan seseorang yang terinfeksi kemudian masuk ke dalam selaput lendir orang yang sehat. Penularan ini bisa terjadi dari kontak langsung orang ke orang. Namun bisa juga dengan menghirup tetesan kecil di udara ataupun dengan menyentuh sesuatu yang terdapat virus di dalamnya. Kemudian orang tersebut menyentuh hidung, mulut, maupun mata.

Dapat disimpulkan, semakin dekat seseorang dengan orang-orang dan semakin banyak orang di dalam ruangan, membuat penularan virus menjadi semakin besar. Di cuaca dingin, orang-orang banyak melakukan aktivitas di dalam ruangan, seperti berolahraga atau saat beristirahat. Begitu juga halnya di tempat-tempat perbelanjaan, di saat suhu dingin, orang-orang yang berada di dalam tempat tersebut menjadi lebih banyak dibandingkan di luar atau di jalan. Kontak erat di cuaca yang dingin ini meningkatkan kemungkinan untuk terjadinya penularan bakteri, virus, dan kuman.

Penyebaran Virus di Cuaca Dingin

Terdapat beberapa bukti penelitian yang menunjukkan bahwa virus lebih mudah menyebar melalui udara di cuaca dingin dan kering. Karena itu, suhu serta kelembapan bisa memengaruhi risiko seseorang terkena virus.

Cuaca Dingin Mengurangi Fungsi Kekebalan Tubuh 

Kebanyakan peneliti mempercayai kalau paparan cuaca dingin bisa memengaruhi kemampuan kekebalan tubuh seseorang ketika merespons virus. Karena itu tubuh lebih sulit saat melawan infeksi. Sebuah studi di tahun 2015 menemukan bahwa sel saluran napas tikus yang diekspose ke suhu yang lebih rendah menurunkan respons kekebalan sel tikus yang sudah dikenai rhinovirus. 

Di cuaca dingin orang-orang juga menjadi lebih rentan terkena flu atau pilek karena kekebalan tubuh yang lebih rendah. Jarang munculnya matahari seperti di saat musim hujan membuat orang jadi lebih sedikit terpapar sinar matahari. Padahal sinar matahari digunakan tubuh untuk membuat vitamin D karena vitamin D mempunyai peranan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Vitamin D membantu tubuh tetap sehat. Risiko infeksi akan meningkat apabila kekurangan vitamin D. Akan tetapi, tidak ada bukti pendukung yang cukup mengenai vitamin D dosis tinggi untuk pencegahan infeksi virus saluran pernapasan atas.

Cuaca dingin bisa mengakibatkan penyempitan pembuluh darah. Ketika menghirup udara dingin dan kering, maka pembuluh darah di saluran pernapasan bagian atas akan menyempit agar dapat menghemat panas. Penyempitan ini bisa mencegah sel darah putih mencapai selaput lendir, sehingga membuat tubuh menjadi lebih sulit ketika melawan kuman.

Alami Jantung Bocor, Haulia Butuh Biaya Berobat ke Jakarta!

Cara Melindungi Diri dari Penyakit Pada Cuaca Dingin

Saat cuaca dingin ada beberapa hal yang penting untuk diingat agar terhindar dari penyakit, di antaranya:

  • Melindungi diri dari kuman ketika berada di sekitar orang lain.
  • Jangan lupa untuk sering mencuci tangan atau menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol apabila tidak ada air dan sabun untuk mencuci tangan. 
  • Hindari terlalu sering menyentuh wajah karena itulah cara kebanyakan kuman pernapasan masuk ke dalam tubuh.
  • Untuk melindungi diri dari penyakit flu di saat cuaca dingin, hindari berdekatan dengan orang yang sakit serta jaga tubuh dengan cara makan makanan bergizi, berolahraga secara teratur, serta cukup tidur di malam hari.

Itulah fakta mengenai cuaca dingin yang sering kali dikaitkan dengan rentannya tubuh terhadap penyakit. Hal ini karena cuaca yang dingin membuat fungsi kekebalan tubuh menurun karena jarang terpapar sinar matahari. Oleh karena itu pastikan untuk selalu menjaga kesehatan. Sambil terus menjaga kesehatanmu, kamu bisa membantu para pasien yang membutuhkan biaya pengobatan. Caranya mudah sekali. Cukup kunjungi situs web WeCare.id atau unduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja. 

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Referensi

Duda, K. (2018). Can Cold Weather Make You Sick? Diambil kembali dari verywellhealth.com.

Eske, J. (2020). What’s the link between cold weather and the common cold? Diambil kembali dari medicalnewstoday.com.

Sumber Featured Image : engin akyurt on Unsplash