Pernah Alami Social Anxiety Saat Kumpul Lebaran?

Pernah Alami Social Anxiety Saat Kumpul Lebaran?

Lebaran adalah waktunya kumpul-kumpul dengan sanak-saudara. Bagi mereka yang tinggal jauh dari orang tua, momen Lebaran tentunya saat dinanti karena bisa bertemu lagi dengan orang-orang terkasih. Namun, tak semua orang menantikan momen ini. Bagi sebagian orang, kumpul keluarga bisa menjadi momen yang mereka benci. Perasaan ini bisa disebabkan oleh rasa cemas dan takut, khususnya saat kerabat bertanya tentang hal-hal yang pribadi, misalnya pertanyaan seputar menikah atau pekerjaan. Pernahkah kamu merasakan perasaan seperti itu? Apa yang kamu rasakan itu adalah social anxiety atau kecemasan sosial. 

Klik Untuk Donasi - Bayar Fidyah Ramadan
  1. Terdanai Rp.1,483,000
  2. Pencapaian 0.64%
  3. Donatur 25

Apa itu Social Anxiety?

Adalah hal yang wajar jika terkadang kamu merasa canggung, gugup, ataupun malu di depan orang. Meski kebanyakan orang akan bisa melewati masa ini, bagi sebagian orang kecemasan yang menyertai perasaan malu atau canggung bisa menjadi ekstrem. Saat orang merasa begitu canggung dan cemas sehingga kerap kali membuat mereka susah untuk berbicara atau bersosialisasi ini mungkin bukan sekadar rasa malu. Ini mungkin kondisi kecemasan yang disebut dengan social anxiety atau disebut juga social phobia

Jenis Social Anxiety?

Terdapat dua jenis social anxiety, yaitu spesifik dan umum. Contoh kecemasan sosial yang spesifik atau berhubungan dengan performa yaitu ketakutan berbicara di depan sekelompok orang. Sementara itu, orang-orang dengan kecemasan sosial umum merasa cemas, gugup, dan tidak nyaman ketika berada dalam berbagai situasi sosial.

Sangat biasa bagi orang-orang yang mengalami social anxiety juga mempunyai gangguan lain yang umum. Jika kamu mengalami kecemasan antisipatif, khawatir, malu, ragu-ragu, depresi, perasaan rendah diri, serta menyalahkan diri sendiri di sebagian besar situasi kehidupanmu, penyebabnya mungkin karena kecemasan sosial. 

Apa yang Terjadi Ketika Seseorang Mengalami Social Anxiety?

Perasaan malu dan canggung yang ekstrem akan menciptakan perasaan takut yang kuat. Efeknya, orang tersebut akan merasa tidak nyaman untuk berpartisipasi di dalam situasi sosial mereka sehari-hari. Biasanya orang dengan social anxiety bisa berinteraksi dengan mudah dengan keluarga dan beberapa teman dekat. Namun ketika bertemu orang baru, berbicara dalam kelompok, atau berbicara di depan umum bisa mengakibatkan mereka merasa malu yang ekstrem.

Rasa malu yang ekstrem, canggung, dan ketakutan yang dirasakan oleh orang yang memiliki social anxiety akan menghalangi kehidupan mereka. Orang-orang dengan kecemasan sosial, alih-alih menikmati kegiatan sosial, mungkin mereka akan merasa takut terhadap hal tersebut, dan bisa jadi menghindari beberapa aktivitas tersebut.

Gejala Social Anxiety

Terkadang sebagian orang merasa khawatir akan situasi sosial, tapi seseorang dengan social anxiety akan merasa sangat khawatir sebelum, selama, dan setelah bersosialisasi. Berikut ini adalah gejala orang-orang yang mengalami kecemasan sosial:

  • Merasa khawatir mengenai aktivitas sehari-hari, seperti memulai percakapan, bertemu orang asing, berbicara di telepon, bekerja maupun berbelanja.
  • Menghindari atau  merasa sangat mengkhawatirkan akan aktivitas sosial, seperti percakapan kelompok, menghadiri acara kantor, dan pesta.
  • Selalu merasa khawatir ketika melakukan sesuatu yang menurut orang tersebut memalukan, seperti wajah memerah, berkeringat, atau tampak tidak kompeten.
  • Merasa kesulitan untuk melakukan sesuatu ketika dilihat oleh orang lain karena mungkin merasa seperti sedang diawasi dan dihakimi sepanjang waktu.
  • Merasa takut dikritik, memiliki harga diri yang rendah atau menghindari kontak mata. 
  • Sering mengalami gejala seperti merasa sakit, gemetar, berkeringat, ataupun jantung berdetak kencang atau tidak teratur (palpitasi).
  • Mengalami serangan panik, yang membuat orang tersebut merasa takut dan cemas yang luar biasa, tapi umumnya hanya terjadi beberapa menit

Kebanyakan orang yang mengalami kecemasan sosial juga menderita masalah kesehatan mental yang lainnya, seperti depresi, gangguan panik atau gangguan kecemasan umum.

Infaq Beras Yatim Pedalaman di Pulau Nias

Penyebab dan Faktor Risiko Social Anxiety

Sebenarnya tidak jelas apa yang menyebabkan kecemasan sosial, tetapi banyak faktor yang memengaruhi kemungkinan seseorang mengalami social anxiety. Faktor-faktor yang bertanggung jawab untuk kecemasan sosial diklasifikasikan sebagai:

  • Penyebab biologis: anggota keluarga dengan riwayat gangguan kecemasan, genetika, faktor neurologis karena kekurangan produksi zat kimia tertentu di otak, dan behavioral inhibition atau kelekatan yang tidak aman di mana anak-anak terlalu bergantung pada pengasuh atau ibu mereka di hadapan orang asing.
  • Penyebab lingkungan: Lingkungan pertama yang dihadapi anak adalah rumah. Kecemasan bisa menjadi perilaku yang dipelajari dalam keluarga. Seorang anak akan tumbuh dengan belajar dan menyerap hal-hal dari lingkungannya. Anak-anak mengamati bagaimana orang tua mereka menangani situasi sosial.
  • Pengalaman hidup: social anxiety bisa diakibatkan oleh beberapa peristiwa tertentu yang membuat mereka trauma sampai tingkat yang parah. Di antara pengalaman tersebut, perundungan di sekolah, tahap remaja,  pelecehan, stres saat ini, tekanan teknologi, dan trauma lainya.

Cara Mengatasi Social Anxiety

Ada cara untuk membantu meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi gejala kecemasan untuk orang yang menderita social anxiety, di antaranya:

  • Bergabunglah dengan support group untuk mendapatkan dukungan dan tempat yang aman untuk belajar dan mulai memahami bahwa pemikiranmu tentang penilaian dan penolakan tidak benar atau terdistorsi.
  • Tantang pola berpikir negatif yang membuatmu berusaha untuk meramalkan peristiwa dan memikirkan skenario terburuk.
  • Fokus ke luar untuk membantu mencegah dirimu terlalu fokus pada sensasi tubuh dan reaksi atau penampilan fisikmu.
  • Luangkan waktu untuk bernapas dalam-dalam dan penuh, memberi sistem sarafmu kesempatan untuk tenang.
  • Hindari kafein, termasuk sumber kafein yang terkandung dalam cokelat dan soda, yang bisa memperburuk kecemasan
  • Tambahkan asam lemak omega-3 ke dalam makanan untuk mendukung suasana hati dan kecemasanmu secara keseluruhan.
  • Latih kesabaran dengan diri sendiri dan orang lain. Jangan mengharapkan kesempurnaan dalam situasi sosial dan gunakan keterampilan yang sudah kamu pelajari untuk tetap bertahan atau menjadi tenang.

Social anxiety banyak dialami oleh sebagian orang. Kecemasan sosial ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Jika kamu memiliki teman atau anggota keluarga yang mengalami kecemasan sosial, kamu bisa menolong mereka dengan membantu mereka memahami emosi mereka.  Selain membantu mereka yang bermasalah dengan kecemasan, kamu juga bisa membantu pasien yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan. Untuk berpartisipasi, kamu hanya perlu mengunduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja. 

Klik Untuk Donasi - Derita Ginjal Bocor dan Stroke di Usia 9 tahun, Raffa Butuh Biaya untuk Berobat!
Sindrom Nefrotik, Stroke
Raffa Fauzan Qamil
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.722,000
  2. Pencapaian 1.17%
  3. Donatur 22

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Referensi

Dellanita, A. (2022). Social Anxiety saat Kumpul Keluarga, Begini Cara Menghadapinya. Diambil kembali dari lifestyle.kompas.com.

Pugle, M. (2021). What Is Social Anxiety? Diambil kembali dari verywellhealth.com.

Social anxiety (social phobia). (2020). Diambil kembali dari nhs.uk.

Social Phobia. (2018). Diambil kembali dari kidshealth.org.

Thomas, L. (2021). Social Anxiety – Common Causes. Diambil kembali dari news-medical.net.