Strict Parents dan Dampaknya Pada Mental Anak?

Strict Parents dan Dampaknya Pada Mental Anak?

Pernah dengar keluhan anak-anak yang merasa orang tuanya sangat strict? Anak-anak tersebut merasa orang tuanya banyak melarang dan tidak memberikan kebebasan untuk menentukan pilihan. Orang tua seperti itu adalah tipe strict parents. Untuk lebih jelasnya mengenai orang tua yang strict, yuk baca ulasannya berikut ini.

Klik Untuk Donasi - Alami Gizi Buruk Akibat Penyakit Jantung, Adib Butuh Pertolongan Segera!
Cerebral Palsy, PDA Jantung
Muhammad Adib Ibrahim Aminullah
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.347,500
  2. Pencapaian 3.47%
  3. Donatur 19

Apa Itu Strict Parents?

Dalam psikologi, strict parents diartikan sebagai orang tua yang menetapkan standar dan tuntutan tinggi kepada anak-anak mereka. Orang tua tersebut cenderung otoriter. Daripada mendidik anak, mereka lebih fokus pada kepatuhan, disiplin, serta kontrol. Orang tua seperti ini biasanya menerapkan hukuman keras dan jika memberikan tanggapan cenderung negatif. 

Sebagian besar orang tua yang strict itu bersikap dingin, tidak mendukung anak-anak mereka dan tidak responsif. Sering kali aturan mereka terlalu ketat dan sewenang-wenang. Mereka tidak memberikan izin kepada anak-anaknya untuk menyuarakan pendapat mereka atau mempertanyakan keputusan orang tua. Strict parents mempraktikkan gaya pengasuhan otoriter. 

Mengapa Orang Tua Strict?

Ada beberapa alasan mengapa orang tua cenderung strict atau ketat. Ada yang tujuannya baik, tapi ada juga yang lebih mementingkan diri sendiri. Beberapa orang tua yang strict mempunyai harapan yang tinggi pada anak-anaknya. Mereka mengajarkan disiplin diri pada anak-anaknya dengan meminta pertanggungjawaban mereka. Mereka mengutamakan kepentingan terbaik anak-anaknya. namun beberapa strict parents cenderung mengontrol anak-anak mereka karena mereka takut dianggap sebagai orang tua yang tidak kompeten kalau anak-anak mereka melakukan kesalahan. Mereka lebih peduli akan perasaan dan ketidakamanan mereka sendiri dibandingkan kesejahteraan anak-anak mereka.

Kebanyakan strict parents membenarkan pilihan gaya pengasuhan mereka dengan menggunakan alasan pengasuhan. Orang tua yang strict tidak ingin anak-anaknya menjadi anak yang suka membangkang. Sering kali pola asuh yang lunak diyakini mengakibatkan anak-anak membangkang. Jadi mereka memilih pola asuh yang strict. Menurut mereka hanya ada dua pilhan yaitu jadi orang tua yang permisif atau yang strict. Tidak ada gaya pengasuhan yang lain.

Apa Saja Tanda Orang Tua yang Strict?

Untuk tahu seperti apa strict parents, mari kita kenali tanda-tandanya. Berikut ini adalah 10 tanda orang tua yang strict kepada anak-anaknya yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Membuat Terlalu Banyak Aturan 

Dikutip dari laman situs Webmd, menurut Nancy Darling, PhD, yang merupakan profesor psikologi di Oberlin College, Ohio, tanda strict parents adalah orang tua menetapkan banyak aturan sehingga mereka tidak mungkin menegakkan semuanya. Akan lebih baik jika orang tua tidak terlalu banyak menetapkan aturan. Yang penting adalah konsisten dalam menjalankannya. 

2. Tidak Berhati-Hati dengan Kata-Kata

Bukan hanya bagaimana cara orang tua mengatakan kata-katanya, tapi apa yang dikatakannya juga berpengaruh. Bahkan jika nada bicara juga ikut dipertimbangkan, kata-kata tetap penting. Nada suara yang tenang tetap bisa mengatakan hal-hal yang kejam. Apa yang dikatakan lebih penting dibandingkan cara mengatakannya. 

Mata Kanan Farhan Tertusuk Hingga Tak Bisa Melihat, Bantuanmu sangat diharapkan!

3. Selalu Mengatur, Mengomel, Mengawasi, atau Mengingatkan

Menurut psikolog Ron Taffel, penulis buku Childhood Unbound mengatakan jika orang tua terus mengatur, mengomel atau mengingatkan dengan mengesampingkan hal-hal lain yang bisa dan harus orang tua lakukan, mungkin mereka tipe strict parents

4. Sulit Memberikan Tolerasi Pada Kurangnya Disiplin 

Strict parents sering kali sulit memberikan toleransi untuk segala sesuatu, mulai dari cara guru mengelola kelas ataupun cara nenek mengasuh anak-anak. Tidak masalah bagi anak-anak untuk dikenalkan pada orang dewasa yang mempunyai aturan dan jenis disiplin yang berbeda.

5. Menghindarkan Anak dari Konsekuensi

Sering kali strict parents berusaha keras untuk menghindarkan anak-anak mereka dari melakukan kesalahan. Namun anak-anak kerap kali bisa belajar dari kesalahan mereka saat mereka menghadapi konsekuensi dari perbuatannya.

6. Memberikan Arahan Terus-Menerus

Jika orang tua selalu mengatakan hal-hal seperti, “Makan dengan benar”, “Duduk dengan tegak”, dan “Jangan menyisir rambut seperti itu”, anak-anak justru akan mengabaikan perintah orang tuanya. Berikanlah instruksi untuk urusan yang sangat penting sehingga anak-anak akan mendengarkannya. 

7. Tidak Memberikan Pilihan

Biasanya strict parents lebih suka memberikan perintah daripada bertanya apa yang ingin mereka lakukan, misalnya bertanya apakah anak ingin membereskan pakaian mereka terlebih dulu atau merapikan tempat tidur. Memberikan anak-anak sedikit kebebasan, khususnya bila kedua pilihan itu baik, akan sangat membantu agar anak jadi patuh.

8. Memuji Hasil Daripada Usaha

Jarang memberikan pujian adalan tanda strict parents. Mereka hanya memberikan pujian untuk kesempurnaan, bukan usaha. Jika orang tua hanya memuji anak-anak karena mereka mendapat nilai sempurna dalam ujian atau menjadi juara dalam perlombaan, mereka akan berpikir orang tua mereka akan mencintai mereka bergantung pada pencapaian tinggi.

9. Anak Tidak Memiliki Waktu untuk Bersenang-senang

Banyak anak yang memiliki strict parents sibuk melakukan satu aktivitas ke aktivitas lain dengan sedikit waktu istirahat. Memiliki aktivitas memang penting tapi penting juga bagi anak-anak untuk memiliki waktu luang.

10. Tidak Membiarkan Anak Melakukan Sesuatu dengan Cara Mereka

Terkadang strict parents memaksa anak-anak mereka untuk melakukan segala sesuatu sesuai cara yang diinginkan orang tua. Meskipun ada saatnya anak-anak membutuhkan instruksi orang dewasa, penting juga bagi orang tua untuk memberikan anak-anak kesempatan melakukan sesuatu dengan cara mereka agar mereka menjadi kreatif.

Itulah ulasan mengenai strict parents dan tanda-tanda orang tua yang strict. Pola pengasuhan orang tua yang strict cenderung banyak melarang dan kurang memberikan kebebasan pada anak-anaknya. Mempelajari pola pengasuhan anak memang menarik. Ini bisa jadi informasi penting untuk orang tua dan calon orang tua. Sambil scroll down ulasan tentang parenting, yuk sisihkan waktu sejenak untuk membantu pasien yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan. Caranya nggak ribet, lho! Cukup download aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja. 

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Klik Untuk Donasi - Menderita Kanker Ganas Stadium 3, Ibu Yomala Butuh Bantuan Agar Bisa Bertahan Hidup!
Kanker Payudara
Yomala Sundarmawati
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.887,000
  2. Pencapaian 21.94%
  3. Donatur 28

Referensi

LI, P. (2021). Strict Parents – What’s Wrong With Them. Diambil kembali dari parentingforbrain.com.

Mann, D. (2011). 16 Signs You’re Too Strict With Your Kids. Diambil kembali dari webmd.com.

Morin, A. (2020). How to Know If You Are an Overly Strict Parent. Diambil kembali dari verywellfamily.com.

What’s Wrong with Strict Parenting? (2021). Retrieved from ahaparenting.com.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *