Bukan Selingkuh, Jadi Apa Itu Open Relationship?

Bukan Selingkuh, Jadi Apa Itu Open Relationship?

Open relationship, apa kamu pernah mendengar istilah itu? Di Asia mungkin jenis hubungan ini kurang familier tapi beberapa artis Hollywood dikabarkan melakukan jenis hubungan ini. Beberapa pasangan Hollywood yang dikabarkan menjadi hubungan ini di antaranya Ashton Kutcher dan Demi Moore sebelum bercerai, Megan Fox dengan Brian Austin Green sebelum bercerai, juga Angelina Jolie dan Brad Pitt. Sebenarnya apa sih maksud dari jenis hubungan ini?

Mengenal Open Relationship

Hubungan jenis ini memberikan kebebasan kepada pasangannya untuk memiliki lebih dari satu pasangan. Kedua belah pihak melakukan kesepakan hubungan yang non-monogami. Menurut Susan Wenzel, terapis yang tinggal di Kanada, dalam bukunya yang berjudul A Happy Life in an Open Relationship Open relationship jenis hubungan ini tidak mendorong keterikatan emosional dengan pasangan. Beberapa orang yang menjalani hubungan ini bisa kencan dengan orang lain, tapi memastikan mereka tidak terlibat secara romantis dengan pasangan tambahan ini. Pasangan dalam jenis hubungan ini selalu memprioritaskan hubungan utamanya.

Nama Lain untuk Open Relationship

Non-monogami konsensual adalah nama lain untuk open relationship. Kedua belah pihak bersepakat bahwa suatu hubungan adalah non-monogami. “Non-monogami,” “poliamori,” serta “hubungan poliamori” juga merujuk pada hubungan terbuka.

Poligami merujuk pada mempunyai lebih dari satu pasangan pada saat yang bersamaan. Hal ini mungkin sah di negara seperti Indonesia tapi tidak di negara-negara lain seperti Amerika Serikat. Maka pilihannya adalah melakukan jenis hubungan yang dinamakan open marriage.

Apa Perbedaan Open Relationship dengan Swingers atau Poliamori?

Open relationship berbeda dari swingers yang melakukan hubungan intim dengan orang lain di mana saja. Hubungan ini murni seksual saja.  Kalau poliamori berarti memiliki hubungan intim atau romantis yang terbuka dengan lebih dari satu orang pada satu waktu yang sama. 

Kalau swingers cenderung melakukan hubungan intim dengan pasangan lain atau orang lain tanpa harus ada perasaan suka. Poliamori adalah tentang berkomitmen dengan banyak pasangan, orang-orang dalam open relationship biasanya bisa berhubungan intim dengan orang lain yang membuat mereka tertarik, tapi hubungan ini tidak mengejar komitmen. Dengan kata lain, kamu bisa berhubungan intim dengan siapa pun yang kamu inginkan, tetapi kamu tidak mengejar hubungan yang berkomitmen dengan pasangan lain.

Pro dan Kontra Open Relationship

Jenis hubungan ini memiliki pro dan kontra. Tak semua setuju dengan jenis hubungan seperti ini. Berikut ini adalah pro dan kontranya.

Pro

  • Mengejar pengalaman dan minat baru
  • Meningkatkan komunikasi tentang keinginan dan kebutuhan
  • Pengalaman seksual yang berbeda
  • Kebebasan untuk mengekspresikan sisi diri yang berbeda 
  • Tidak ada tekanan bagi satu orang untuk memenuhi semua kebutuhan dan minat emosional dan seksual pasangannya

Kontra 

  • Risiko kecemburuan dan masalah dengan harga diri
  • Risiko sakit hati saat pasangan mengalami kesenangan dan kebahagiaan dengan orang lain
  • Risiko infeksi penyakit menular seksual atau PMS
  • Risiko kehamilan yang tidak direncanakan
  • Risiko kecanduan seks atau kehilangan gairah seksual karena mencoba menyenangkan banyak pasangan

Potensi Masalah

Meski hubungan ini tampak menyenangkan dan memberikan kebebasan, tapi ada potensi masalah tersendiri. Kecemburuan merupakan masalah yang utama. Untuk orang yang dibesarkan di lingkungan yang menganut monogami yang memiliki gagasan bahwa pasanganmu harus menjadi segalanya bagimu dan sebaliknya, kecemburuan bisa muncul dengan cepat saat mereka menjalani hubungan yang non-monogami.  

Memiliki banyak pasangan yang terlibat secara intim juga meningkatkan risiko penyakit menular seksual, jadi bagi pasangan yang terlibat harus melakukan aktivitas seks yang lebih aman dan menjalani tes secara teratur.

Tanda Open Relationship yang Bermasalah

Hubungan ini bukanlah jenis hubungan untuk semua orang. Pasangan yang menjalani hubungan ini harus bisa berkomitmen dengan kesepakatan yang telah dibuat. Berikut ini adalah tanda-tanda peringatan kalau open relationship itu tidak akan berhasil:

  • Salah satu atau kedua pasangan merasa cemburu atau tidak nyaman
  • Satu pasangan tidak mengikuti pengaturan yang disepakati
  • Pernikahan atau hubungan menjadi tegang dan tidak lagi bahagia
  • Satu pasangan tidak jujur ​​atau tertutup
  • Batas yang dilanggar

Open relationship mungkin sesuatu hal yang lumrah dilakukan oleh sebagian orang. Hubungan ini seperti menguntungkan bagi dua belah pihak tapi sebenarnya mengandung risiko jika tidak bisa berkomitmen pada kesepatan yang sudah dibuat bersama, selain munculnya penyakit kelamin.

Oh iya, di luar masalah tentang open relationship, ada masalah lain yang sekarang masih kita hadapi yaitu pandemi Covid-19. Efek dari pandemi ini salah satunya adalah pasien yang kesulitan biaya pengobatan. Kalau kamu ingin membantu, caranya mudah kok. Kamu cukup download aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja. 

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Referensi

Fournier, A. B. (2021). What Is an Open Relationship? Diambil kembali dari verywellmind.com.

Shortsleeve, C & Smith, J. (2021). What to Know About Open Relationships Before You Even Think About Trying One. Diambil kembali dari prevention.com.

Vincenty, S. (2020). Considering an Open Marriage? Here’s What to Know. Diambil kembali dari oprahdaily.com.What Does Open Relationship Mean? (2021). Diambil kembali dari webmd.com.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *