Toxic Positivity: Sisi Buruk Pola Pikir Positif

Toxic Positivity: Sisi Buruk Pola Pikir Positif

Kita semua tahu bahwa memiliki pandangan hidup yang positif itu baik untuk kesehatan mental. Tapi ternyata pola pikir seperti ini bisa memaksa kita untuk menjadi lebih egois dan mudah tertipu. Kondisi ini yang disebut dengan toxic positivity.

Daftar isi:

  1. 1. Apa yang dimaksud dengan toxic positivity?
  2. 2. Tanda-tanda toxic positivity
  3. 3. Dampak Toxic positivity
  4. 4. Cara menghindari toxic positivity

Apa yang dimaksud dengan toxic positivity?

Toxic positivity adalah suatu kondisi ketika kita berpura-pura merasa bahagia dan ceria, walau kenyataannya tidak seperti itu. Kebahagiaan palsu ini yang sering disarankan banyak orang untuk menghibur kamu.

Biasanya toxic positivity ini muncul dalam dua bentuk. Pertama, bentuk toxic positivity yang kamu alami dari seseorang atau justru kamu berikan pada orang lain. Sedangkan bentuk kedua adalah bentuk toxic positivity yang kamu berikan pada diri sendiri.

Tanda-tanda toxic positivity

Ada beberapa hal yang menandai seseorang yang mengalami toxic positivity. Kamu juga mungkin mengalaminya jika kamu memiliki tanda-tanda berikut ini:

  • Menyembunyikan perasaan kamu yang sebenarnya
  • Mencoba untuk menghilangkan emosi kamu
  • Perasaan bersalah karena perasaan kamu
  • Mempermalukan atau melakukan tindakan buruk pada orang lain karena mengungkapkan rasa frustrasinya
  • Menepis hal-hal yang mengganggu kamu dengan menganggapnya wajar

Alami Infeksi pada Tulang Belakang, Bu Munipah Butuh Pertolongan Segera!

Dampak Toxic positivity

Toxic positivity bisa memberikan efek negatif pada mereka yang sedang melalui masa-masa sulit. Beberapa dampak yang dialami antara lain:

Rasa malu

Saat seseorang sedang mengalami tekanan mental, mereka akan cenderung mencari cara untuk mengatasinya melalui keluarga dan teman. Namun orang yang memiliki cara berpikir toxic positivity justru menganggap bahwa emosi yang dirasakan orang-orang tersebut adalah hal yang salah. Akhirnya sang korban merasa malu untuk mengungkapkan rasa frustrasi mereka.

Rasa bersalah

Toxic positivity biasanya akan membuat kamu merasa bersalah saat kamu tidak bisa menemukan sisi positif dari kejadian yang menimpa kamu.

Hilangnya emosi otentik

Toxic positivity berfungsi sebagai sebuah mekanisme untuk menghindar. Jadi bukannya menunjukkan emosi kamu yang sebenarnya, kamu mungkin cenderung berusaha untuk menghindarinya dengan berbagai cara.

Mencegah proses pendewasaan

Melalui sebuah kondisi mental bisa membantu kita untuk tumbuh menjadi sosok yang lebih dewasa. Namun toxic positivity cenderung menghalangi proses perubahan mental tersebut.

Klik Untuk Donasi - Bantu Khitanan Massal untuk Anak Yatim dan Dhuafa
  1. Terdanai Rp.5,804,903
  2. Pencapaian 43.51%
  3. Donatur 71

Cara menghindari toxic positivity

Jika kamu merasa telah mengalami hal ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar kamu bisa memiliki kesehatan mental yang lebih baik. Beberapa tips yang bisa kamu ikuti seperti berikut ini:

Atasi emosi negatif kamu

Emosi negatif dapat berkembang menjadi stres jika diabaikan. Tapi emosi ini juga dapat memberikan perubahan dalam hidup kamu. Jadi jangan abaikan perasaan kamu.

Bersikap realistis

Saat menghadapi  situasi yang penuh tekanan, kamu bisa saja merasa stres. Kamu mungkin merasa stres, khawatir, atau bahkan takut. Tapi yang terpenting, cobalah untuk bersikap realistis terhadap perasaan kamu sendiri.

Berikan dukungan pada korban

Ketika seseorang mengungkapkan perasaannya, jangan menutupnya dengan kata-kata hampa. Sebaliknya, biarkan mereka tahu bahwa apa yang mereka rasakan adalah normal dan kamu ada di sana untuk mendengarkan.

Pilih kata-kata yang tepat

Sering kali kita memilih kata-kata yang keliru saat berusaha untuk menghibur orang lain atau diri sendiri. Karena itu, cobalah untuk menghindari kata-kata toxic positivity ini:

  • Tetaplah positif!
  • Itu bisa menjadi lebih buruk.
  • Hal-hal terjadi karena suatu alasan.
  • Kegagalan bukanlah pilihan.
  • Kebahagiaan adalah pilihan.

Alangkah baiknya, jika kamu mengganti kata-kata diatas dengan kata-kata berikut:

  • Aku mendengarkan.
  • Aku di sini apapun yang terjadi.
  • Itu pasti sangat sulit.
  • Terkadang hal buruk terjadi. Bagaimana aku bisa membantu kamu?
  • Kegagalan terkadang menjadi bagian dari hidup.

Toxic positivity sering kali tidak terasa. Bahkan kita semua mungkin pernah mengalaminya. Dengan belajar mengenalinya, kamu akan lebih bisa menerima keadaan dengan cara yang lebih baik lagi.

Jaga selalu kesehatan mentalmu dan jangan lupa juga untuk meluangkan waktu dengan membantu pasien tidak mampu yang mengidap berbagai penyakit.

Kamu juga bisa berdonasi lebih mudah melalui aplikasi WeCare.id. Caranya, download aplikasi WeCare.id di ponselmu. Donasi yang kamu berikan tentu sangat berharga untuk teman-teman yang membutuhkan.

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Dukung WeCare.id untuk mengembangkan
konten-konten kesehatan & kebaikan yg lebih berkualitas.

WeCare.id adalah portal penggalangan dana untuk pasien-pasien yang tidak mampu. Dengan berdonasi ke WeCare.id, kamu juga turut membantu pasien-pasien di seluruh Indonesia.

KLIK UNTUK DONASI

Referensi

Cherry, Kendra (2021). What Is Toxic Positivity? verywellmind.com
Gross, J.J., & Levenson, R.W. (1997) Hiding feelings: The acute effects of inhibiting negative and positive emotion. thepsychologygroup.com
Edwards, Vanessa Van. Toxic Positivity: Why Positive Vibes are Ruining You. scienceofpeople.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *