Jenis-Jenis Parenting, Bagaimana Perbandingannya?

Jenis-Jenis Parenting, Bagaimana Perbandingannya?

Arti parenting secara bahasa adalah pengasuhan anak atau kegiatan mengasuh anak. Dalam proses mengasuh anak menjadi dewasa, kehadiran orang tua menjadi hal yang penting sebagai contoh atau tauladan dalam keluarga. Anda, sebagai orang tua memiliki tanggung jawab akan nilai – nilai yang akan diserap oleh anak.

Dalam dunia edukasi parenting, terdapat beberapa pola dalam mengasuh anak. Setiap pola tentunya memiliki kelebihan dan kelemahannya masing – masing. Tugas Anda sebagai orang tua dalam mempelajari hal – hal ini adalah menyeimbangkan pola mana yang harus digunakan di saat – saat tertentu. 

Daftar isi:

  1. 1. Jenis – Jenis Parenting
  2. 2. Manfaat Belajar Parenting

Klik Untuk Donasi - Keluar Darah dari Hidung dan Telinganya, Cantika Alami Kelainan Darah Langka
Bernard Soulier Syndrome (BSS)
Cantika Aura Putri
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.1,457,000
  2. Pencapaian 1.58%
  3. Donatur 47

Jenis – Jenis Parenting

Penelitian dalam dunia parenting sudah ada sejak tahun 1960-an. Dalam parenting anak tentunya ada beberapa pola asuh yang bisa digunakan. Berikut ada beberapa jenis pola asuh untuk Anda bandingkan:

1. Otoriter

Otoriter parenting adalah orang tua yang memastikan anak – anaknya mengikuti semua aturan ketat yang sudah dibuat tanpa menjelaskan alasan dibalik aturan tersebut. Pada saat anak melanggar, biasanya akan diberi hukuman yang tegas. 

Pola asuh ini akan membuat Anda terlihat sebagai diktator, sehingga mengakibatkan hilangnya harga diri pada anak. Selain itu, anak Anda juga berpotensi menjadi pembohong yang ulung karena ingin menghindar dari hukuman yang ada.

2. Otoritatif

Pola ini sama dengan pola asuh otoriter, tapi lebih demokratis. Orang tua dengan pola asuh otoritatif akan lebih mau mendengarkan anaknya, serta menjawab dengan respon yang bagus. Selain itu, orang tua juga akan memberikan kehangatan serta dukungan yang baik.

Pola asuh ini akan membuat anak Anda menjadi sosok yang tulus untuk taat kepada aturan yang ada. Anak – anak juga akan merasa lebih percaya diri dan nyaman dalam berinteraksi atau berpendapat.

Klik Untuk Donasi - Menderita Kanker Langka Stadium 4, Devino Butuh Pertolonganmu!
Neuroblastoma
Devino Athala Ardhani
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.12,950,045
  2. Pencapaian 87.63%
  3. Donatur 152

3. Permisif

Pola asuh permisif adalah pola asuh yang memposisikan orang tua sebagai teman anaknya. Meski terdengar bagus dan menyenangkan, pola asuh ini tidak disarankan untuk dipakai secara terus – menerus. Umumnya, orang tua akan memberikan kelonggaran dan juga jarang mendisiplinkan anaknya.

Akibat dari pola asuh ini, tentunya sang anak akan cenderung menunjukkan pribadi yang kurang sopan atau kurang menghargai. Mereka juga tidak akan terbiasa mengikuti aturan, kurang percaya diri dan akhirnya mengalami kesulitan dalam hal akademis.

4. Islami

Parenting Islami, tentunya menjadikan kisah – kisah dalam agama Islam sebagai panutannya. Sebagai orang tua, tentunya Anda ingin anak yang sholeh dan berbakti. Pastikan untuk menjelaskan makna dan arti dari setiap cerita yang dibacakan.

Nilai – nilai yang baik memang bagus untuk diberikan sejak dini, akan tetapi bukan berarti Anda tidak ikut berperan. Jadilah contoh yang baik, tanamkan cinta dan kasih saying kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Hal ini akan menciptakan komunikasi yang baik dan sehat dalam dunia dan akhirat.

5. Mindful

Mindful parenting adalah pola asuh baru yang merupakan strategi untuk membangun pengasuhan yang positif bagi anak. Pola asuh ini hampir sama dengan otoritatif, akan tetapi mindful parenting lebih memberikan perhatian dan juga tidak menghakimi.

Dalam mindful parenting orang tua akan mengajarkan anaknya untuk memberikan alasan yang kuat atas apa yang mereka lakukan. Hal ini akan mengembangkan potensi sosialnya. Saat menjelaskan alasannya, tugas Anda adalah memberikan perhatian yang penuh agar anak mengetahui bagaimana rasanya dihargai.

Dukung WeCare.id untuk mengembangkan
konten-konten kesehatan & kebaikan yg lebih berkualitas.

WeCare.id adalah portal penggalangan dana untuk pasien-pasien yang tidak mampu. Dengan berdonasi ke WeCare.id, kamu juga turut membantu pasien-pasien di seluruh Indonesia.

KLIK UNTUK DONASI

Manfaat Belajar Parenting

Parenting Indonesia tentunya belum banyak yang menerapkannya, padahal terdapat banyak manfaat yang bisa didapat. Beberapa manfaat belajar parenting adalah sebagai berikut:

  • Anda bisa menjadi pribadi orang tua yang lebih baik.
  • Mampu mengendalikan emosi saat berhadapan dengan anak
  • Dapat menjadi contoh yang baik, sehingga menjadikan Anda lebih adil dan bijaksana
  • Menumbuhkan kasih saying sejak dini
  • Menambah wawasan

Setelah membaca artikel ini, tentunya wawasan Anda sudah bertambah bukan? Anda tidak harus mengikuti satu pola asuh, gunakanlah sesuai situasi dan kondisi yang ada. Mari mendalami setiap pola asuh yang ada untuk membimbing anak yang kita sayangi menjadi pribadi yang baik. 

Sambil menambah edukasi kita tentang parenting, WeCare.id mengajak kamu mendonasikan sebagian uang untuk membantu mereka yang membutuhkan. Yuk, download aplikasi WeCare.id di ponselmu agar donasi lebih mudah.

download_app

Referensi:

Utari, Reni. 2020. Memahami Arti Parenting dan Jenis-jenisnya, Orangtua Perlu Tahu. Sehatq.
Kurniawati, Endah. 2017. 5 Manfaat Luar Biasa Kalau Kamu Mempelajari ‘Parenting’ Sejak Dini. Wah, Penting Nih!. Hipwee.
Ningrum, Ninda. 2018. Pentingnya “Parenting Education” untuk Orang Tua Masa Kini. Kompasiana.
Kumparan. 2020. Parenting Islami: Kisah 4 Nabi dalam Mendidik Anak yang Terkandung di Al-Quran. Kumparan.
Jatnika, Yanuar. 2019. Mindful Parenting, Pola Asuh untuk Generasi Milenial. Sahabat Keluarga.
The Huffington Post. Ini 5 Prinsip Mindful Parenting yang Harus Parents Terapkan. The Asian Parent.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *