Apakah Love Bombing Positif atau Negatif?

Apakah Love Bombing Positif atau Negatif?

Mendapatkan perhatian dari orang yang kamu sayangi pasti membuat kamu bahagia dan berbunga-bunga. Namun bagaimana jika perhatian itu terlalu berlebihan, seperti membanjirimu dengan berbagai macam hadiah, sering sekali memuja-muji dirimu, bahkan sampai terlalu clingy. Apa yang pasanganmu lakukan bisa jadi merupakan tindakan love bombing.

Apa Itu Love Bombing?

Love bombing, seperti namanya bombing yang dalam bahasa Indonesia berarti membombardir, adalah aksi “membombardir” atau membanjiri pasangan dengan perhatian, pujian, dan kasih sayang. Perhatian ini bisa diperlihatkan dalam berbagai bentuk, seperti hadiah, pesan romantis, interaksi di media sosial, dan pernyataan cinta yang menggebu-gebu. 

Namun, love bombing bukan sebuah tindakan perhatian yang murni. Tindakan ini dilakukan oleh seseorang karena orang tersebut juga ingin mendapatkan puja dan puji.  Oleh karena itu, dia akan memanjakan pasangannya dengan harapan pasangannya akan membalas budi.

Menurut konselor profesional dan dokter kesehatan perilaku di Banner Behavioral Hospital, Jerimya Fox, orang tersebut yang membanjiri dirimu dengan perhatian, kasih sayang, dan hadiah yang berlebih itu hanya untuk memikatmu. Teknik manipulasi ini sering sekali digunakan oleh orang yang narsis, dan bahkan pemimpin sekte. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kekuasaan atas seseorang. Tindakan ini juga bertujuan untuk membuat korban mereka supaya tidak berdaya, rentan, dan berhutang budi kepada mereka.

Aksi romantis bagai cerita dalam dongeng tersebut akan berubah dengan cepat dan menjadi sebuah mimpi buruk yang menyiksa dan mengendalikan dirimu nantinya. Di awal kamu akan merasa seperti orang paling beruntung dan bahagia di dunia ini. Namun kemudian kamu akan merasa sangat buruk dan tidak bahagia. Karena kasih sayang yang diperlihatkan dalam tindakan love bombing itu hanya sebuah topeng belaka.  

Apa Perbedaan Antara Love Bombing dengan Cinta Sejati?

Sebuah hubungan baru yang masih dalam fase bulan madu mungkin sulit untuk membedakan antara hubungan baru yang sehat dan love bombing. Untuk membedakannya kamu bisa memvisualisasikan antara api yang membara dan yang mengamuk.

Dr. Fox menjelaskan bahwa cinta sejati lebih tentang saling mencintai dan menghormati. Hal ini berbeda dengan love bombing yang tiba-tiba dan membuat kamu lengah. Baru bertemu satu minggu, kamu sudah diajak melakukan perjalanan romantis sebagai kejutan tanpa ada diskusi terlebih dulu. Di dalam hubungan yang sehat, kamu bisa berdiskusi secara terbuka, mengenal satu sama lain secara perlahan-lahan, tidak terburu-buru dan bisa curhat kepada pasangan tanpa ada perasaan takut.

WarnerCare- Aksi Penggalangan Gempa Bumi Cianjur

Tanda Kamu Terkena Love Bombing

Ketika jatuh cinta, kamu mungkin kesulitan membedakan antara love bombing dengan perasaan suka yang sesungguhnya. Untuk membedakannya kamu bisa meneliti kembali hubunganmu dengan orang tersebut dengan bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

  1. Apakah orang yang mendekatimu sekarang ini sangat tertarik dengan keluarga, karier, dan hobimu?
  2. Apakah orang ini kerap memujimu lalu mengkritikmu pada saat yang sama?
  3. Apakah orang ini tak henti-hentinya menanyakan keberadaanmu dan lalu marah bila kamu tak cepat-cepat menjawab?
  4. Apakah orang tersebut membuat kamu merasa nyaman? Atau, justru malah membuat kamu gugup dan merasa semuanya terlalu berlebihan?
  5. Apakah orang ini narsis, contohnya kurang memberikan kasih sayang padamu dan lebih senang menunjukkan perilaku membesar-besarkan dirinya?
  6. Apakah orang ini di depan umum dan di media sosial gemar melakukan aksi PDA alias mengumbar kemesraan di muka umum? Orang ini suka memanipulasi keromantisan kalian berdua di depan umum.
  7. Apakah kamu mulai merasa takut dihukum dan dimarahi oleh orang tersebut? Apakah kamu merasa tidak nyaman ditemani orang tersebut?
  8. Apakah karena orang ini melakukan gaslighting , kamu merasa bingung dengan hubunganmu dan dia perlahan-lahan mulai mengontrol dirimu?
  9. Apakah karena pelecehan emosional ini, tidak jarang kamu mengalami depresi atau kecemasan?
  10. Apakah orang ini mengisolasimu dari keluarga dan teman sehingga kamu hanya mengandalkan dia?

Perilaku Orang yang Melakukan Tindakan Love Bombing

Menurut Lori Nixon Bethea, PhD, pemilik Layanan Konseling dalam laman situs Cosmopolitan, orang yang melakukan tindakan love bombing:

  1. Menuntut perhatian serta waktumu dan mungkin menjauhkanmu dari keluarga juga teman-temanmu. Contohnya, dia akan membuat kamu merasa tidak enak dan bersalah karena dia marah setelah kamu pergi bersama teman-temanmu.  
  2. Memujimu secara berlebihan dan menghujanimu dengan kasih sayang.
  3. Membujukmu untuk membuat komitmen kepada dirinya sedari awal berhubungan.

Mengapa Love Bombing Berbahaya?

Love bombing bisa sangat merusak kesehatan mentalmu karena tindakan tersebut adalah bentuk pelecehan emosional. Tindakan ini berkaitan dengan hukum timbal balik. Kalau ada orang yang memberi sesuatu padamu, kamu akan merasa berhutang pada orang terebut. Nah, kalau pasanganmu memberimu kasih sayang dan perhatian yang berlebihan, kamu merasa memiliki kewajiban untuk membalasnya. Kamu merasa harus berperilaku dan mendedikasikan diri atau setia pada pasanganmu sebagai imbalannya walaupun kamu mengalami hal yang tidak menyenangkan.

Selain itu, menurut Bethea love bombing juga bisa menjadi siklus pelecehan. Ketika target dari tindakan tersebut sudah terpikat oleh pelakunya, dia akan menguasai pikiran dan hati targetnya. Selain itu, ego orang tersebut juga akan meningkat. Pada fase ini, target sudah dianggap tidak berguna lagi oleh pelaku dan si pelaku mulai menarik diri dari hubungan mereka. 

Ketika si pelaku love bombing menarik diri, mungkin dia akan mulai melecehkan emosi pasangannya. Dia akan mulai menghina, berkomentar yang meremehkan, menyindir sehingga membuat pasangannya merasa tidak dihargai. 

Pelaku love bombing sadar betul bahwa dia sudah memiliki kendali atas pasangannya. Oleh karena itu dia merasa bisa meninggalkan pasangannya sesuka hati karena yakin dia bisa kembali kapan pun pada pasangannya dan melanjutkan siklus pelecehan.

Love bombing mungkin terlihat seperti tindakan romantis, namun kenyataannya hanyalah sebuah tindakan manipulasi. Di awal kamu akan merasa bahagia, tapi sesudahnya kamu akan merasa tersiksa dan susah keluar dari hubungan yang tidak sehat tersebut. Kebahagiaanmu tak bergantung pada orang lain, tetapi pada dirimu sendiri. Kamu bisa membuat dirimu bahagia misalnya dengan membantu orang lain, seperti pasien yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan melalui WeCare.id. Caranya hanya perlu mengunjungi situs web WeCare.id atau mengunduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja. 

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Klik Untuk Donasi - Sering Kejang Hingga Tak Sadarkan Diri, Ilham Butuh Bantuanmu Segera!
Epilepsi, Gizi Buruk
Ilham Akbar
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.8,370,722
  2. Pencapaian 48.32%
  3. Donatur 150

Referensi

Field, B. (2022). What Is Love Bombing? Diambil kembali dari verywellmind.com.

L’amie, L. dkk. (2022). Everything You Need to Know About Love Bombing and Why It’s So Dangerous. Diambil kembali dari cosmopolitan.com.

Olsson, R. (2022). What Is Love Bombing and How to Recognize the Signs. Diambil kembali dari bannerhealth.com.

Owens, A. (2022). Love Bombing: What Is It And How to Protect Yourself. Diambil kembali dari psycom.net.

Sumber Featured Image : pixabay.com