Mengenal Varian Omicron, Apa Gejala dan Bahayanya

Mengenal Varian Omicron, Apa Gejala dan Bahayanya

Kemunculan Varian Omicron baru-baru ini menghebohkan dunia. Di saat beberapa negara masih disibukkan dengan urusan lockdown, kenaikan kasus dan vaksinasi, datang kabar dari belahan Benua Afrika. Telah muncul varian virus corona terbaru yang dikabarkan lebih ganas dari varian delta. Benarkah varian ini jauh lebih cepat penyebarannya dibandingkan delta? Simak ulasannya berikut ini.

Bantu UMKM Bangkit di Tengah Pandemi

Mengenal Varian Omicron

Varian terbaru ini pertama kali dilaporkan pada 24 November 2021 di Afrika Selatan dan dengan cepat menjadi varian dominan di negara tersebut. Tak hanya di Afrika Selatan, varian ini juga telah terdeteksi di beberapa negara lain, seperti Botswana, Hongkong, Denmark, Inggris, Israel, Jerman, Belanda, Prancis, Kanada, Belgia, Italia dan Australia. WHO mengklasifikasikan varian ini sebagai Variant of Concern (VOC) yang artinya masuk dalam daftar perhatian badan kesehatan dunia tersebut.

Ternyata seminggu sebelum terdeteksi di Afrika Selatan, varian B.1.1.529 sudah ditemukan di Belanda. RIVM atau institusi kesehatan nasional Belanda pada Selasa tanggal 30 November mengumumkan hasil pengujian ulang sampel tanggal 19 dan 23 November. Berdasarkan uji ulang tersebut diketahui varian tersebut sudah ada di negara kincir angin. Belanda sendiri sudah mendeteksi sekitar selusin kasus varian omicron dari hasil tes yang dilakukan di Bandara Amsterdam tanggal 26 November pada sekitar 624 orang yang baru tiba dari Afrika Selatan. 

Pihak berwenang Belanda meneliti sampel hasil tes PCR awal dan menemukan kelainan pada protein lonjakannya.  Menurut WHO, varian omicron memiliki 26 hingga 32 mutasi pada protein lonjakannya. 

Yang unik tentang nama varian ini adalah tidak mengikuti urutan huruf Yunani. WHO melewat dua huruf sebelumnya, yaitu “Nu” dan “Xi.”  Menurut juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, ‘Nu’ terlalu mudah tertukar dengan ‘baru,’ dan ‘Xi’ tidak digunakan karena itu merupakan nama belakang yang umum. Dalam memberikan penamaan penyakit disarankan untuk menghindari hal yang bisa mengakibatkan pelanggaran terhadap kelompok budaya, sosial, nasional, regional, profesional atau etnis apa pun.

Apa saja gejala varian omicron?

Dokter Afrika Selatan yang pertama kali memperingatkan bahaya strain baru ini mengatakan kalau gejala varian omicron digambarkan sebagai “sangat ringan”.

Berdasarkan informasi dari ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, Dr. Angelique Coetzee, kepada BBC disebutkan kalau pasien yang dia lihat pada tanggal 18 November memperlihatkan “gejala yang tidak biasa” yang berbeda sedikit dengan gejala varian delta. 

Berikut ini gejala varian omicron berdasarkan apa yang diceritakan seorang pasien yang berusia sekitar 33 tahun kepada Angelique:

  • Merasa sangat lelah
  • Tubuh terasa sakit dan nyeri
  • Sakit kepala ringan
  • Tenggorokan gatal tanpa batuk
  • Indera penciuman dan perasa normal

Mengapa varian omicron diklasifikasikan sebagai VOC?

Minggu lalu WHO mengumumkan kalau omicron sudah dikategorikan sebagai “Variant of Concern”. Dr. Maria Van Kerkhove, Ketua Teknis Program Darurat Kesehatan WHO COVID-19, mengatakan bukti awal tentang varian omicron, yang dikenal dengan istilah teknis B.1.1.529. Bukti tersebut menunjukkan bahwa varian tersebut mempunyai sejumlah besar mutasi, beberapa di antaranya memiliki karakteristik yang mengkhawatirkan.

Varian omicron juga terbukti mempunyai peningkatan risiko infeksi ulang dibandingkan dengan varian lain yang sangat menular. Ini berarti bahwa orang yang tertular Covid dan pulih bisa lebih rentan untuk tertular lagi dengan varian ini.

Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka untuk Amerika Serikat, menambahkan bahwa ahli kesehatan masyarakat sedang mencoba menemukan jawaban atas pertanyaan apakah varian omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah dan apakah varian tersebut dapat menghindari perlindungan dari vaksin atau pengobatan. Dr. Fauci juga mengkhawatirkan penyebaran varian ini yang begitu cepat. Kemampuan varian ini untuk menginfeksi orang yang sudah sembuh dari infeksi Covid-19 dan bahkan orang yang sudah divaksin membuat para ahli memperhatikan dengan serius varian baru ini.

Apa kata para produsen vaksin?

Menurut kepala petugas medis Moderna, produsen vaksin tersebut akan mengetahui seberapa efektif vaksinnya terhadap varian omicron dalam beberapa minggu ke depan. Bila harus membuat vaksin khusus untuk omicron dibutuhkan watku beberapa minggu untuk memproduksinya. Untuk menguji dan memproduksinya dibutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan. Moderna juga sedang menguji booster khusus Omicron.

Omicron memiliki mutasi yang sama seperti yang terlihat pada varian Delta yang diyakini meningkatkan transmisibilitas dan mutasi yang terlihat pada varian Beta dan Delta yang diyakini mendorong pelepasan kekebalan. Kombinasi mutasi menunjukkan risiko potensial yang signifikan untuk mempercepat memudarnya sifat alami dan kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin.

Bila saat ini vaksin maupun booster-nya tidak cukup untuk melawan varian tersebut. Salah satu solusi yang mungkin yaitu dengan memberikan boosting dalam dosis yang lebih besar, yang saat ini sedang diuji oleh Moderna.

Saat ini AstraZeneca juga sudah melakukan penelitian di lokasi yang sudah diidentifikasi variannya, yakni di Botswana dan Eswatini. Mereka sedang mengumpulkan data riil dunia Vaxzevria terhadap varian virus baru ini. Perusahaan juga sedang menguji pengobatan antibodinya, AZD7442, terhadap varian omicron. 

Para ilmuwan di BioNTech yang bekerja sama dengan Pfizer dalam pembuatn vaksin juga sedang menyelidiki dampak varian omicron pada vaksin mereka dan mereka mengarapkan datanya sudah ada dalam beberapa minggu ke depan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Johnson & Johnson.

Itulah sekelumit informasi mengenai varian omicron yang kemunculannya sudah membuat kehebohan penduduk dunia. Kini beberapa negara mulai melakukan pembatasan perjalanan dan penutupan perbatasan. Indonesia pun sudah melakukan hal yang sama. Sekarang ini cara pencegahannya masih sama. Jadi tetap jaga jarak, kenakan masker dan tinggal di rumah. Meskipun di rumah saja, kamu tetap bisa berbuat baik. Banyak pasien yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan. Kamu bisa membantu mereka dengan cara mengunduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja. 

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Referensi

CHAPPELL, B. (2021). The omicron variant was in Europe a week before South Africa reported it. Diambil kembali dari npr.org.

Ellis, R. (2021). What we know and don’t know about the Omicron variant. Diambil kembali dari edition.cnn.com.

Freund, A. (2021). COVID: What we know about the omicron variant. Diambil kembali dari dw.com.

Omicron COVID Variant Symptoms, Cases and More: What We Know So Far. (2021). Diambil kembali dari nbcchicago.com.

Omicron COVID Variant Symptoms, Cases and More: What We Know So Far. (2021). Diambil kembali dari nbcchicago.com.

Omicron variant. (2021). Diambil kembali dari health.gov.au.Patel, V. (2021). How Omicron, the New Covid-19 Variant, Got Its Name. Diambil kembali dari nytimes.com.

Sumber Featured Image : Alexandra_Koch dari Pixabay 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *