Varian Delta vs Varian MU, Mana yang Paling Ganas?

Varian Delta vs Varian MU, Mana yang Paling Ganas?

Dunia kini disibukkan oleh dua varian virus yang menginfeksi banyak orang. Setelah sebelumnya dibuat sibuk oleh varian Delta, kini dunia sibuk mencari tahu tentang varian Mu yang berasal dari Kolombia. Ada yang mengatakan varian Mu kebal terhadap vaksin dan kekuatan penyebarannya semengerikan Delta. Bagaimana fakta sebenarnya? 

Daftar isi:

  1. 1. Varian Delta 
  2. 2. Varian Mu
  3. 3. Varian Delta vs Varian Mu

Varian Delta

Varian delta diidentifikasi pada Oktober 2020 di India. Varian ini mendominasi dengan cepat setelah pertama kali dilaporkan pada Maret 2021 di Amerika Serikat. Faktanya, varian ini sekarang sudah menyebar begitu banyak hingga terpecah menjadi beberapa sub varian, yaitu “delta plus.” Delta plus mempunyai mutasi pada protein lonjakan yang ditemukan pada varian beta dan gamma yang bisa membantu menghindari antibodi penetralisir. 

Seperti Variant of Concern (VOC) lainnya, varian delta mempunyai banyak mutasi pada protein lonjakannya. Yang membuat Delta unik yaitu jauh lebih efisien dalam menempel ke sel manusia dan jauh lebih menular.

Klik Untuk Donasi - Yuk Ulurkan Tanganmu untuk Kesembuhan Ibu Yati!
Nasoparynx
Yati
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.600,260
  2. Pencapaian 10.07%
  3. Donatur 27

Varian Mu

Jika varian Delta dari India, varian Mu didokumentasikan pertama kali pada Januari 2021 di Kolombia. Semenjak itu sudah puluhan negara mengkonfirmasi kehadirannya. Prevalensi Mu Secara global, di antara kasus COVID-19 di bawah 0,1 persen, tapi variannya lebih berdampak pada beberapa negara dibandingkan yang lain. Menurut data WHO, di Kolombia, saat ini Mu mengakibatkan hampir 40 persen infeksi COVID-19 dan di Ekuador sebesar 13 persen.

Varian Delta vs Varian Mu

Mengutip dari laman situs UGM, dr. Gunadi, Sp.BA., Ph.D., Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, menjelaskan bahwa varian Mu yang juga dikenal sebagai B1621 tidak lebih ganas dibandingkan dengan varian Delta. 

Walaupun di Indonesia varian baru ini belum ditemukan, menurutnya antisipasi tetap pelu karena diketahui mengakibatkan penurunan kadar antibodi yang diakibatkan bisa oleh infeksi maupun vaksinasi. Berikut fakta tentang varian Delta vs varian Mu yang dirangkum dari berbagai sumber.

Klik Untuk Donasi - Bantu Warga Terpapar Covid-19 dengan Tabung Oksigen Isoman
  1. Terdanai Rp.66,000
  2. Pencapaian 0.19%
  3. Donatur 9

  • Perbedaan kategori

Pada 11 Mei 2021 WHO memasukan varian Delta ke dalam kategori VOC atau Variants of Concern. Varian ini terdeteksi pertama kali pada Oktober 2020di India. Varian dalam kategori ini merupakan varian yang sudah terbukti dapat meningkatkan penularan, mengakibatkan penyakit yang lebih parah (contohnya, peningkatan rawat inap maupun kematian), penurunan efektivitas pengobatan maupun vaksin, pengurangan kadar antibodi yang signifikan saat infeksi maupun vaksinasi sebelumnya, juga kegagalan deteksi diagnostic.

Pada 30 Agustus 2021 WHO memasukan varian Mu dalam kategori VOI atau Variants of Interest. Varian ini terdeteksi pertama kali pada Januari 2021di Kolombia. Varian ini merupakan varian yang dihubungkan dengan pengurangan netralisasi oleh antibodi, perubahan pada pengikatan reseptor, pengurangan kemanjuran pengobatan, diprediksi bisa mengakibatkan peningkatan penularan maupun keparahan penyakit.

  • Tingkat penularan

Melansir laman situs American Society for Microbiology, data menunjukkan bahwa varian Delta 40-60% lebih mudah menular dibandingkan Alpha dan hampir dua kali lebih mudah menular dari virus SARS-CoV-2 di Wuhan. Sebuah penelitian di Cina melaporkan bahwa viral load pada infeksi Delta 1.000 kali lebih tinggi dibandingkan infeksi yang diakibatkan oleh varian lain.

Data dari penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata, 2,9 kali lebih rentan terhadap netralisasi dibandingkan strain asal yang ditemukan di Wuhan. Namun sebagian besar sampel serum pemulihan dan semua sampel serum vaksinasi menunjukkan aktivitas netralisasi yang dapat dideteksi. Hasilnya, para peneliti membuat kesimpulan bahwa kekebalan yang diberikan oleh vaksin mRNA kemungkinan akan dipertahankan terhadap varian tersebut.

Melansir dari laman situs National Geographic, sebuah studi yang menggunakan model epidemiologi, yang belum ditinjau oleh rekan sejawat, memperkirakan bahwa Mu bisa sampai dua kali lebih mudah menular dibandingkan SARS-CoV-2 asli dan mengakibatkan gelombang kematian COVID-19 di Bogotá, Kolombia pada Mei 2021. 

  • Resistensi terhadap vaksin

Melansir laman situs National Geographic, Mu mempunyai delapan mutasi pada protein lonjakannya. Banyak di antaranya juga termasuk dalam VOC, seperti Alpha, Beta, Gamma juga varian Delta. E484K dan N501Y yang merupakan beberapa mutasi dari varian Mu, membantu varian lain menghindari antibodi yang bersumber dari vaksin mRNA. Pada varian Beta juga Gamma, mutasi E484K menjadikan varian tersebut lebih kebal terhadap vaksin mRNA dosis tunggal.

Varian Mu juga memiliki mutasi baru yang belum pernah didapati dalam varian terdahulu. Karena itu varian ini tidak dipahami sepenuhnya. Interaksi antara antibodi dan protein lonjakan terganggu oleh mutasi pada posisi 346, yang mungkin mengakibatkan virus lebih mudah untuk melarikan diri menurut para ilmuwan. Namun WHO menyebutkan masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Penelitian yang dilakukan terhadap vaksin Pfizer–BioNTech, Oxford–AstraZeneca COVID-19, Moderna, dan Johnson and Johnson terbukti kalau vaksin tersebut efektif melawan dampak yang ditimbulkan oleh varian Delta. Namun perlindungannya menurun seiring waktu.

Bagaimana dengan Sinovac? Melansir laman situs Fortune, disebutkan kalau para peneliti di Cina baru-baru ini menemukan bahwa vaksin Sinovac dan Sinopharm mempunyai kemanjuran gabungan sebesar 70% dalam mencegah infeksi COVID-19 selama wabah yang didorong oleh Delta di kota selatan Guangzhou.

Informasi mengenai varian Delta vs varian Mu ini penting untuk diketahui agar kita bisa lebih waspada dan tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan di antaranya menjaga jarak dan tetap di rumah saja. Meskipun disarankan untuk di rumah saja, kita masih bisa membantu mereka yang perlu bantuan, di antaranyapasien yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan. Kita bisa berdonasi dengan cara men-downloadaplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja. 

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Referensi

Chao, A. (2021). Mu variant: What to know about the new COVID-19 strain found in every state. Diambil kembali dari 11alive.com.

Do COVID-19 vaccines protect against the variants? (2021). Diambil kembali dari mayoclinic.org.

Grehenson, G. (2021). Pakar UGM: Varian Mu Tidak Seganas Varian Delta. Diambil kembali dari ugm.ac.id.

Hagen, A. (2021). How Dangerous Is the Delta Variant (B.1.617.2)? Diambil kembali dari asm.org.

Mcgregor, G. (2021). How do China’s COVID vaccines fare against the Delta variant? Diambil kembali dari fortune.com.

Mishra, S. (2021). The Mu variant is on the rise. Scientists weigh in on how much to worry. Diambil kembali dari nationalgeographic.com.

Richter, L. R. (2021). Is the mu variant worse than delta? What to know about COVID-19 mutations. Diambil kembali dari abc7chicago.com.Saptoyo, R. D. (2021). Varian Covid-19 Mu dan Delta, Lebih Berbahaya Mana? Diambil kembali dari kompas.com.

Sumber Featured Image : Orna Wachman dari Pixabay