Sempat Hilang dari Peredaran, Apa Itu Oseltamivir?

Sempat Hilang dari Peredaran, Apa Itu Oseltamivir?

Saat kasus COVID-19 terus meningkat, masyarakat beramai-ramai membeli oseltamivir, obat yang digunakan oleh mereka yang melakukan isolasi mandiri. Obat dengan merek dagang Tamiflu ini dulu pernah popular ketika terjadi wabah flu burung dan flu babi. Oseltamivir juga sempat digunakan oleh sebagian besar pasien dengan COVID-19 yang bergejala.

Klik Untuk Donasi - Saling Bantu Untuk Indonesia Sehat
  1. Terdanai Rp.1,324,109,270
  2. Pencapaian 66.21%
  3. Donatur 161

Obat apakah oseltamivir?

Oseltamivir merupakan obat yang dipakai untuk pengobatan beberapa jenis influenza (A dan B) atau flu pada orang dewasa, anak-anak serta bayi yang usianya lebih dari 2 minggu dengan gejala flu tak lebih dari 2 hari. Beda dengan flu biasa atau pilek, istilah flu atau influenza merujuk pada Istilah penyakit yang oleh virus influenza. Flu merupakan infeksi saluran pernapasan yang bisa menimbulkan gejala seperti demam, menggigil, nyeri dan nyeri, batuk, dan sakit tenggorokan. Flu dapat berkisar dari gejala flu ringan biasa, gejala gejala “flu” khas yang disebutkan sebelumnya, sampai pneumonia yang dapat mengancam jiwa serta komplikasi lainnya, termasuk infeksi bakteri sekunder.

Obat ini juga digunakan untuk pencegahan beberapa jenis flu yang menyerang orang dewasa dan anak-anak di atas 1 tahun. Oseltamivir diberikan saat mereka yang berinteraksi dengan orang yang mengalami influenza atau saat terjadi wabah flu. Obat ini tergolong dalam kelas obat yang dinamakan neuraminidase inhibitor yang bekerja dengan menghentikan penyebaran virus flu di dalam tubuh. 

Oseltamivir bisa membantu untuk mempersingkat waktu gejala flu, misal hidung tersumbat ataupun berair, batuk, sakit tenggorokan, kelelahan, nyeri otot atau sendi, demam, sakit kepala, dan kedinginan. Oseltamivir tidak akan mencegah infeksi bakteri, yang mungkin terjadi sebagai komplikasi flu. Selain itu, oseltamivir juga bukan pengganti untuk vaksin flu.

Apa efek samping oseltamivir?

Efek samping yang paling sering dari obat oseltamivir yaitu:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Bronkitis
  • Pusing
  • Sakit kepala

Pemberian oseltamivir sesudah makan dapat membantu mengurangi rasa mual.

Adapun efek samping lain yang juga dilaporkan di antaranya: 

  • Reaksi kulit
  • Reaksi alergi
  • Gangguan diabetes
  • Kejang
  • Gangguan perilaku

Klik Untuk Donasi - Miris! Seorang Ibu Tak Punya Biaya Persalinan Buah Hatinya!
Persalinan Normal
Sakinah
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.807,500
  2. Pencapaian 100.05%
  3. Donatur 8

Berapa dosis oseltamivir yang dianjurkan?

Oseltamivir diberikan secara oral atau melalui mulut. Untuk hasil terbaik, pengobatan harus dimulai dalam waktu 2 hari sesudah timbulnya gejala atau paparan.

Dosis untuk orang dewasa yang dianjurkan untuk mengobati dengan flu yaitu 75 mg, dua kali sehari selama lima hari. Sementara untuk anak-anak diobati dengan 30-75 mg, dua kali sehari selama lima hari. Dosis bergantung pada berat badan. Adapun dosis untuk pencegahan flu bagi orang dewasa yaitu 75 mg tiap hari selama 10 hari.

Sebaiknya obat ini diminum sesudah makan. Biasanya pasien akan mengalami sakit di perut bila obat ini dikonsumsi sebelum makan ataupun dalam keadaan perut yang kosong.

Oseltamivir tak beda dari antibiotik. Jadi, dosis obat yang sudah diberikan oleh dokter harus dimakan sampai habis meskipun flu sudah membaik. Obat tak akan bekerja dengan maksimal jika tak menghabiskan obat ataupun terlewat minum salah satu dosis obat.

Penggunaan Oseltamivir dalam Pengobatan COVID-19

Oseltamivir tak lagi jadi standar untuk perawatan Covid-19. Akan tetapi, obat ini masih dapat digunakan untuk mengobati pasien Covid-19 yang diduga juga terinfeksi virus influenza. Rekomendasi ini dibuat oleh lima organisasi profesi dokter yang ada di Indonesia.

Meskipun obat ini cukup aman untuk digunakan oleh pasien COVI-19, sejatinya oseltamivir bukanlah pilihan yang tepat. Prof Dr apt Zullies Ikawati, ahli dari UGM menyampaikan bahwa menurutnya oseltamivir secara mekanisme obat tak cocok untuk dipakai dalam pengobatan COVID-19. Ini karena obat ini merupakan penghambat enzim neuroaminidase, enzim yang ada di dalam virus influenza tapi tidak dalam virus SARSCov-2 yang menyebabkan COVID-19. Jadi menurut Prof. Zullies Ikawati oseltamivir tak bisa digunakan untuk pengobatan COVID-19 karena targetnya tak terkandung dalam virus penyebab COVID-19. 

Hal ini juga sudah dibuktikan oleh para peneliti dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong yang melakukan penelitian pada tahun 2020. Kesimpulan dari para peneliti menyebutkan bahwa oseltamivir tidak cocok untuk pengobatan COVID-19. Dalam penelitian itu ditemukan lima kasus influenza A yang bersamaan dengan COVID-19. Oleh karena itu, oseltamivir harus dikombinasikan dalam program pengobatan pada waktu yang tepat ketika influenza terjadi.

Mengapa oseltamivir digunakan dalam pengobatan COVID-19? Menurut para peneliti tersebut itu karena di awal pandemi pengetahuan tentang COVID-19 ini belum cukup memadai. Mereka belum tahu pasti apakah COVID-19 termasuk jenis flu atau bukan. Seiring perkembangan penyakit, akhirnya diketahui kalau COVID-19 bukan sejenis flu. Dengan demikian dalam panduan terapi terbaru, oseltamivir hanya diberikan bila ditemukan gejala koinfeksi dengan influenza.

Itulah informasi mengeni oseltamivir yang sempat heboh di media sosial karena tiba-tiba menghilang dari pasaran bersama dengan meningkatnya kasus positif COVID-19. Jadi obat ini digunakan untuk mengobati penyakit influenza, bukan COVID-19. Jaga terus kesehatan supaya tidak terinfeksi virus influenza ataupun COVID-19. Di masa pandemi ini, jangan lupa juga untuk mengulurkan tangan bagi para pasien tidak mampu donasi untuk pengobatan.

Kamu juga bisa berdonasi lebih mudah melalui aplikasi WeCare.id. Caranya, download aplikasi WeCare.id di ponselmu. Donasi yang kamu berikan tentu sangat berharga untuk teman-teman yang membutuhkan.

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Idap Jantung Bocor dan Radang Paru-paru, Alvino tak punya biaya operasi ke Jakarta

Referensi

Ansori, A. N. (2021). 4 Fakta Soal Oseltamivir, Obat Terapi Pasien COVID-19 yang Terinfeksi Influenza. Diambil kembali dari liputan6.com.

Faradiba, N. (2021). Mengenal Oseltamivir yang Tidak Lagi Menjadi Standar Perawatan Covid-19. Diambil kembali dari kompas.com.

Is oseltamivir suitable for fighting against COVID-19: In silico assessment, in vitro and retrospective study. (2020). Diambil kembali dari ncbi.nlm.nih.gov.

Ogbru, O. (2003). oseltamivir (Tamiflu). Diambil kembali dari medicinenet.com.

Oseltamivir. (2018). Diambil kembali dari medlineplus.gov.Tamiflu: Consumer Questions and Answers. (2017). Diambil kembali dari fda.gov.