Apa Itu Self Sabotage? Kenali Cirinya Berikut Ini

Apa Itu Self Sabotage? Kenali Cirinya Berikut Ini

Mungkin kamu pernah mendengar kata sabotase sebelumnya, tapi pernahkah kamu dengar kata self-sabotage? Apa ini ada hubungannya dengan merusak diri sendiri? Untuk yang penasaran, yuk cari tahu jawabanny di artikel berikut.

Berbagi Kebahagiaan untuk Anak-anak Kanker Indonesia. Berbagi Sekarang!<3

Daftar isi:

  1. 1. Apa Itu Self Sabotage?
  2. 2. Tanda Self Sabotage
  3. 3. Mengapa Orang Melakukan Self Sabotage?
  4. 4. Bagaimana Cara Menghentikan Self Sabotage?

Apa Itu Self Sabotage?

Pernahkah kamu mengalami putus asa dan mengatakan kamu tidak mungkin berhasil saat mengejar impianmu? Misalnya, kamu ingin sekali ikut beasiswa S2, tapi selama proses melamar, kamu terus mengatakan bahwa kamu nggak akan berhasil, kamu pasti gagal, kamu tidak akan lolos? Nah, yang kamu lakukan itu adalah salah satu tanda dari self-sabotage atau menyabotase diri sendiri. Kamu menghalangi dirimu dari meraih impianmu

Self sabotage mengacu pada perilaku atau pola pikir yang menahan kamu dan mencegah dirimu untuk melakukan apa yang ingin kamu lakukan. Selain itu, menyabotase diri bisa mengikis kepercayaan diri juga harga diri kamu serta berpengaruh pada hubunganmu dengan orang lain. Tiap kali kamu gagal dalam usahamu meraih impian atau tujuan, kamu seperti “membuktikan” pada dirimu bahwa kamu memang tidak bisa atau tidak boleh melakukannya.

Tanda Self Sabotage

Sabotase diri bisa terwujud dalam banyak perilaku berbeda dan unik untuk tiap orang. Namun ada beberapa contoh umum yang berulang. Ini beberapa tanda dari self-sabotage yang dilansir dari laman situs healthline. Cek apakah kamu memilikinya.

  • Menyalahkan orang lain saat gagal

Pernah nggak kamu menyalahkan orang lain untuk kegagalan kamu? Memang kegagalan seseorang bisa juga dipengaruhi oleh faktor luar tapi nggak mungkin kegagalan itu benar-benar karena kesalahan orang lain saja. Kalau kamu menghadapi kegagalan, sebaiknya kamu coba cari tahu akar masalahnya. Bisa saja kamu berkontribusi pada kegagalanmu, misalnya karena kamu tidak teliti atau menunda-nunda pekerjaan. Kalau kamu enggan untuk mengeksplorasi dan mencari tahu akar masalahnya, kamu bisa saja melakukan self-sabotage pada dirimu sendiri sehingga kamu nggak punya kesempatan untuk belajar dan tumbuh dari pengalamanmu.

  • Memilih Menghindar Saat Sesuatu Tak Berjalan Mulus

Mungkin kamu bermimpi melakukan sesuatu yang sangat penting untuk dirimu, tapi tidak pernah bisa melakukan apa pun untuk mewujudkannya. Keterampilan dan kemauan ada, tapi sesuatu menghentikanmu untuk bergerak maju. Memang tidak ada salahnya untuk berpindah dari satu situasi yang tidak sesuai dengan harapan atau target dan terkadang itu pilihan terbaik. Tapi biasanya akan lebih bijaksana kalau kamu mundur selangkah untuk bertanya pada dirimu sebelum berhenti apakah kamu benar-benar sudah berusaha sampai maksimal. Terkadang keraguan akan kemampuanmu sendiri menyabotase dirimu untuk sukses atau berkembang. Salah satu alasannya bisa jadi karena kamu takut menghadapi konflik atau kritik.

  • Menunda-nunda Pekerjaan

Apakah kamu pernah terhenti ketika diberi tugas penting? Kamu sudah mempersiapkan semuanya, bahkan sudah merampungkan semua penelitianmu. Namun saat duduk untuk memulai pekerjaan, kamu merasa tidak bisa memulai pekerjaan tersebut. Kamu mendadak kehilangan motivasimu. Jadi untuk menghindari tugas tersebut, kamu melakukan hal lain, seperti menonton film atau membereskan hal lain. Bisa jadi alasan penundaan ini karena kamu merasa kewalahan dengan tugas tersebut, kesulitan mengatur waktu atau kamu ragu dengan kemampuan atau keterampilanmu.

Klik Untuk Donasi - Parsel Ramadan Untuk Saudara Dhuafa di Indonesia
  1. Terdanai Rp.1,661,000
  2. Pencapaian 0.48%
  3. Donatur 6

  • Menjalin Hubungan dengan Orang yang Tidak Tepat

Perilaku self-sabotage juga sering terjadi dalam hubungan. Menjalin hubungan dengan orang yang tidak cocok dengan dirimu merupakan contoh dari jenis sabotase hubungan yang biasa terjadi. Kamu terus berusaha untuk berhubungan dengan orang yang punya tujuan masa depan yang berbeda denganmu atau berada dalam hubungan yang tidak berkembang. Dengan terus melakukan perilaku ini, kamu mensabotase dirimu dari menemukan orang yang lebih cocok untuk dirimu di masa depan.

  • Kesulitan Berbicara untuk Diri Sendiri

Pernah ada yang memotong antrianmu tapi kamu merasa berat untuk komplain? Atau pernahkah kamu diberi tugas yang tidak kamu pahami tapi kamu takut untuk bertanya? Kalau kamu punya kesulitan berbicara untuk diri sendiri, mungkin kamu akan menghadapi kesulitan untuk memenuhi semua kebutuhanmu. Situasi seperti ini bisa terjadi di keluarga, lingkungan kerja, pertemanan, atau interaksi sehari-hari. Kalau masalah ini tidak segera diatasi kamu akan melakukan self-sabotage yang membuat dirimu jadi menghadapi masalah.

  • Merendahkan diri

Terkadang tanpa kamu sadari kamu menetapkan standar yang lebih tinggi untuk dirimu dibandingkan untuk orang lain. Saat gagal memenuhi standar tersebut, kamu menghukum dirimu dengan keras, seperti mengatakan kalau kamu tidak bisa melakukan apapun dengan benar, menganggap dirimu tidak akan pernah berhasil atau mengatai diri sendiri sebagai orang yang memiliki kemampuan yang buruk.

Mengapa Orang Melakukan Self Sabotage?

Ada banyak alasan mengapa orang membuat dirinya menjadi musuh terbesar. Penyebab spesifik dari perilaku tiap orang cenderung unik untuk tiap individu. Jadi untuk menggali dan mengungkap alasan kamu melakukan self-sabotage dibutuhkan bantuan seorang psikolog. Dengan bantuan mereka, kamu akhirnya akan bisa memutus siklus tersebut. Namun, secara umum, perilaku menyabotase sendiri ini berasal dari akar masalah yang luas ini, termasuk di antaranya:

  • Perilaku menunda-nunda atau menghindar
  • Takut kedekatan atau penolakan
  • Kurangnya harga diri atau belas kasih terhadap diri
  • Imposter syndrome/sindrom penyemu
  • Takut akan hal yang tidak diketahui

Bagaimana Cara Menghentikan Self Sabotage?

Mendokumentasikan dan menganalisis perilaku adalah kunci untuk mencegah self sabotage. Orang yang memiliki kecenderungan berperilaku merugikan diri sendiri bisa menyadarinya saat mereka merasa stres dan menuliskan sumber stres tersebut serta cara mereka menanggapinya. Mereka dapat mencari tahu apakah pilihan mereka salah atau berbahaya dan kemudian melatih diri untuk merespons dengan cara baru dan sehat, seperti berbagi perasaan dengan orang lain, berolahraga, atau mengembangkan hobi baru.

Itulah info sekitar self-sabotage yang bisa merusak dirimu. Cara untuk mengatasinya ternyata bisa dengan menganalisis perilaku sendiri. Sambil mempelajari perilaku ini, kamu juga bisa meluangkan waktu dengan membantu pasien tidak mampu yang mengidap berbagai penyakit.

Kamu juga bisa berdonasi lebih mudah melalui aplikasi WeCare.id. Caranya, download aplikasi WeCare.id di ponselmu. Donasi yang kamu berikan tentu sangat berharga untuk teman-teman yang membutuhkan.

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Klik Untuk Donasi - Terpaksa Berhenti Kerja Akibat Derita Kanker Usus, Ichwal Butuh Bantuanmu!
Kanker Usus Besar
Ichwaldi
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.1,046,000
  2. Pencapaian 6.06%
  3. Donatur 21

Referensi

Brenner, B. (2019). Stop Sabotaging Yourself: Tips for Getting Out of Your Own Way. Diambil kembali dari nyctherapy.com.

Raypole, C. (2019). How Self-Sabotage Holds You Back. Diambil kembali dari healthline.com.Self-Sabotage. (t.thn.). Diambil kembali dari psychologytoday.com.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *