Hukum Aqiqah, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

Hukum Aqiqah, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

Kehadiran bayi yang baru lahir dalam keluarga tentunya disambut dengan penuh sukacita. Aqiqah dilaksanakan untuk mengungkapkan raya syukur kepada Allah SWT atas hadirnya anggota keluarga baru dalam keluarga. Aqiqah berasal dari bahasa Arab “al-qat’u” yang berarti memotong. 

Klik Untuk Donasi - BANTU SEDEKAH MAKAN SANTRI PENGHAFAL QUR’AN
  1. Terdanai Rp.1,347,000
  2. Pencapaian 4.28%
  3. Donatur 23

Aqiqah akan dilakukan pada hari ketujuh setelah bayi dilahirkan dengan cara menyembelih hewan ternak. Apakah hukum aqiqah, bagaimana tata cara, dan waktu pelaksanaannya? Simak pembahasan singkatnya di bawah.

Daftar isi:

  1. 1. Hukum Aqiqah
  2. 2. Tata Cara Aqiqah dan Waktu Pelaksanaan

Hukum Aqiqah

Hukum aqiqah adalah sunah muakkad atau sunah yang sangat diutamakan. Bagi muslim yang mampu, maka sangat ditekankan untuk melaksanakan aqiqah. Pelaksanaan aqiqah bisa ditiadakan bagi orang yang kurang atau tidak mampu.

Rasulullah SAW bersabda. “Semua bayi tergadaikan dengan aqiqah-nya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama, dan dicukur rambutnya.” [Shahih, HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lain-lainnya]

Tujuan aqiqah dalam Islam adalah agar anak bisa tumbuh dengan dengan baik secara fisik maupun akhlak. Aqiqah juga dianggap sebagai sedekah. 

Paket Makanan untuk Dhuafa, Lansia, Pemulung, Tukang Sampah, Yatim, Korban Bencana

Tata Cara Aqiqah dan Waktu Pelaksanaan

  • Waktu yang Dianjurkan

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” Berdasarkan sabda Rasulullah tersebut, maka waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh dari bayi dilahirkan.

Apabila tidak sanggup atau berhalangan di hari ketujuh, maka bisa dilakukan pada hari keempat belas atau kedua puluh satu. Namun seperti telah dijelaskan di atas, apabila seorang muslim tidak mampu melaksanakan aqiqah, maka kewajiban tersebut gugur.

  • Syarat Memilih Hewan Aqiqah

Dalam memilih sembelihan untuk aqiqah, haruslah hewan kurban seperti kambing atau domba yang sehat. Hewan kurban pun tidak boleh memiliki cacat serta tidak berusia kurang dari dua tahun. 

Jumlah hewan ternak berbeda untuk bayi laki-laki dan bayi perempuan. Dari Aisyah r.a., Rasulullah SAW bersabda, “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.”

  • Sedekah Dengan Hewan Hasil Aqiqah

Daging sembelihan aqiqah harus dibagikan kepada saudara, kerabat, dan tetangga. Berbeda dengan pembagian daging pada saat Idul Adha, daging aqiqah yang akan disedekahkan harus dalam kondisi sudah matang dan tidak boleh masih mentah.

Hadits Aisyah r.a, “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

Keluarga yang memiliki hajat pun disunahkan untuk mengomsumsi daging hasil aqiqah. Daging yang hendak diberikan kepada tetangga dan fakir miskin adalah sepertiga dari hasil sembelihan.

  • Memberi Nama dan Mencukur Rambut

Prosesi memberi nama dan memotong rambut si bayi juga dianjurkan seperti hadist Abu Dawud dan Tirmidzi di atas. Pemberian nama tentu saja haruslah yang baik karena di dalam nama anak, terdapat doa orang tua.

Untuk memotong rambut pun sangatlah dianjurkan. Walaupun tidak dijelaskan bagaimana seharusnya mencukur rambut dalam hukum aqiqah, namun sebaiknya dilakukan secara merata atau menyeluruh. 

  • Doa Pada Saat Aqiqah

Ada doa-doa yang bisa dipanjatkan saat prosesi aqiqah. Mulai dari doa saat menyembelih hewan kurban, doa perlindungan untuk bayi, dan doa memohon anak yang sholeh atau sholehah. Salah satu doa yang bisa kita panjatkan adalah doa Nabi Ibrahim a.s yang terdapat pada QS. Ass-Shaffat ayat 100 yang berbunyi, “Wahai Rabbku, berilah aku keturanan yang shalih.”

Karena hukum aqiqah adalah sunah muakkad maka tidak perlu merasa terbebani bagi muslim yang tidak mampu. Sebaliknya, bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya, tentu sangatlah diutamakan. Itulah bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT. Nah bentuk syukur yang lain adalah dengan cara berdonasi. Sekarang kamu bisa melakukan donasi dengan mudah di mana pun dan kapan pun melalui WeCare.id. Cukup unduh aplikasinya sekarang di playstore .

Klik Untuk Donasi - Bantu Makanan Bergizi Untuk Anak di Pedalaman Papua
  1. Terdanai Rp.100,000
  2. Pencapaian 0.06%
  3. Donatur 2

Referensi

Abdul Hadi. (2020).Hukum Aqiqah Saat Sudah Dewasa dan Waktu Pelaksanaan Akikah.Tirto.id

Edelweis Lararenjana.(2020).Tata Cara Aqiqah, Tuntunan, dan Hukumnya Menurut Islam.Merdeka.com

Hukum Aqiqah Bayi dan Waktu yang Disunahkan untuk Melaksanakannya.(2020).haibunda.com

Hukum Aqiqah Dalam Islam dan Dalilnya.Diakses dari https://dalamislam.com/hukum-islam/hukum-aqiqah-dalam-islam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *