Waspadai 8 Gejala Paru-Paru Basah Ini Sejak Dini

Waspadai 8 Gejala Paru-Paru Basah Ini Sejak Dini

Di masa pandemi saat ini, banyak orang yang mengalami berbagai gejala penyakit. Salah satu di antaranya adalah paru-paru basah, atau dikenal juga dengan nama pneumonia. Penyakit ini sering kali dikaitkan sebagai salah satu gejala komplikasi yang muncul dari virus yang mengguncang dunia ini.

Daftar isi:

  1. 1. Apa itu paru-paru basah?
  2. 2. Jenis paru-paru basah
  3. 3. 8 Gejala paru-paru basah yang perlu diwaspadai
  4. 4. Lindungi diri dengan tips ini

Apa itu paru-paru basah?

Paru-paru basah merupakan kondisi infeksi yang menyerang organ paru-paru. Namun gejala yang muncul sering kali disalahartikan sebagai flu biasa. Penyababnya karena kedua jenis penyakit ini menunjukkan gejala yang mirip.

Saat ini, paru-paru basah juga merupakan salah satu komplikasi yang terjadi pada pasien Covid-19 yang kondisinya semakin parah. Virus Covid-19 berpotensi menyebabkan cedera pada paru-paru sehingga risiko peradangan akan jauh lebih tinggi.

Penderita paru-paru basah biasanya mengalami kondisi:

  • peradangan parah yang merusak alveoli paru-paru
  • akumulasi cairan di paru-paru
  • kesulitan mendapatkan oksigen yang cukup atau mengeluarkan cukup karbondioksida
  • Bocornya pembuluh darah di paru-paru
Klik Untuk Donasi - Saat Lahir Menderita TB Paru Serta Alergi Susu Sapi, Siti Membutuhkan Bantuanmu!
Alergi Susu Sapi, Tuberkulosis Paru
Siti Fatimah
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.19,252,324
  2. Pencapaian 92.11%
  3. Donatur 239

Jenis paru-paru basah

Mycoplasma

Jenis penyakit ini merupakan kondisi yang paling ringan. Orang yang menderita mycoplasma masih bisa menjalankan aktivitas sehari-hari, walau masih mengalami gangguan ringan. Jeffrey Millstein, dokter di Penn Internal Medicine Woodbury Height, mengungkapkan bahwa pycoplasma masih dapat menular pada 10 hari pertama.

Pneumonia bakterial

Penyebab utama dari jenis penyakit ini umumnya disebabkan oleh pertahanan tubuh yang mulai melemah. Penyebabnya dapat berupa penyakit kronis, gizi buruk, penuaan, atau gangguan sistem kekebalan.

Pneumonia viral

Flu dan infeksi virus lainnya dapat berkembang menjadi paru-paru basah yang disebut pneumonia viral. Penyakit ini bisa menyerang individu dari berbagai umur.

8 Gejala paru-paru basah yang perlu diwaspadai

Penyakit paru-paru basah bisa mengancam nyawa. Karena itu, tidak aneh jika penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama kematian di kalangan lanjut usia dan mereka yang mengidap penyakit kronis. Tanda dan gejala dapat berkisar dari ringan hingga parah dan mungkin termasuk:

  • Nyeri dada saat bernapas atau batuk
  • Kebingungan atau perubahan kesadaran mental (pada orang dewasa usia 65 tahun ke atas)
  • Batuk, yang disertai dahak
  • Kelelahan
  • Demam, berkeringat dan menggigil
  • Lebih rendah dari suhu tubuh normal (pada orang dewasa di atas 65 dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah)
  • Mual, muntah atau diare
  • Sesak napas

Bayi yang mengalami paru-paru basah mungkin tidak menunjukkan gejala peradangan. Namun gejala yang muncul pada bayi dapat berupa muntah, demam dan batuk, tampak gelisah atau lelah dan tanpa energi, atau kesulitan bernapas dan makan.

Dukung Pengiriman Bantuan Sosial ke Seluruh Indonesia!

Lindungi diri dengan tips ini

Untungnya ada cara yang bisa kamu lakukan untuk melindungi diri dari penyakit ini. Salah satu cara paling efektif untuk mencegah paru-paru basah adalah dengan mendapatkan vaksinasi. Ada dua jenis vaksinasi yang bisa kamu dapatkan, yaitu:

  • Vaksin Konjugasi Pneumokokus dan vaksin Polisakarida Pneumokokus, yang efektif untuk menekan streptococcus pneumoniae, penyebab utama pneumonia bakteri 
  • Vaksin flu 

Cara lain untuk mencegah penyakit paru-paru basah meliputi:

  • Hindari atau berhenti merokok.
  • Hindari orang yang sedang pilek atau flu.
  • Cuci tangan sesering mungkin.
  • Lakukan perawatan kesehatan secara berkala.
  • Lakukan pemeriksaan rutin.

Jika kamu merasakan gejala-gejala yang mirip dengan penyakit paru-paru basah, segera konsultasikan dengan dokter. Perawatan sejak dini dapat mencegah kondisi penyakit yang lebih parah dan tentunya menurunkan risiko penularan pada orang-orang terdekat.

Jaga selalu kesehatan kamu dan jangan lupa juga untuk meluangkan waktu dengan membantu pasien tidak mampu yang mengidap berbagai penyakit.

Kamu juga bisa berdonasi lebih mudah melalui aplikasi WeCare.id. Caranya, download aplikasi WeCare.id di ponselmu. Donasi yang kamu berikan tentu sangat berharga untuk teman-teman yang membutuhkan.

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Dukung WeCare.id untuk mengembangkan
konten-konten kesehatan & kebaikan yg lebih berkualitas.

WeCare.id adalah portal penggalangan dana untuk pasien-pasien yang tidak mampu. Dengan berdonasi ke WeCare.id, kamu juga turut membantu pasien-pasien di seluruh Indonesia.

KLIK UNTUK DONASI

Referensi

British Columbia Lung Association (2021). Pneumonia: Causes & symptoms. bc.lung.ca
Hecht, Marjorie (2018). Everything You Should Know About Double Pneumonia. healthline.com
Northwestern Medicine (2021). Research Shows Why COVID Pneumonia Is More Deadly. webmd.com
Penn Medicine (2021). Could It Be Pneumonia? pennmedicine.org
Villines, Zawn (2020). What is the relationship between pneumonia and COVID-19? medicalnewstoday.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *