Kenali Penyebab Bayi Rewel Dan Cara Mengatasinya

Kenali Penyebab Bayi Rewel Dan Cara Mengatasinya

Memiliki bayi yang rewel tentunya sangat merepotkan. Apalagi jika sang bayi masih belum dapat berbicara. Jangan abaikan hal ini karena bisa jadi sang bayi sedang mengalami gejala sakit yang serius.

Daftar isi:

  1. 1. Penyebab bayi rewel
  2. 2. Cara menenangkan bayi rewel

Sediakan Makanan untuk Korban Bencana

Penyebab bayi rewel

Banyak hal yang bisa menjadi pemicu rewelnya bayi. Beberapa di antaranya mungkin masih bisa diatasi sendiri oleh. Namun ada beberapa penyebab yang hanya bisa dikenali oleh dokter. Jika kamu memiliki bayi yang masih kecil, khususnya di bawah satu tahun, tangisan bayi bisa berarti beberapa hal.

Tangisan lapar

Bayi yang rewel karena lapar biasanya diawali dengan rengekan pelan yang perlahan semakin keras. Jika kamu memberikan makanan, maka tangisannya akan berhenti.

Tangisan kesal

Bukan hanya orang dewasa yang bisa kesal, ternyata bayi rewel juga bisa mengalami hal serupa. Sang bayi mungkin merasa takut, bosan, atau bahkan kesepian. Bahkan suara keras, mainan, atau orang asing yang mendekati bisa menjadi pemicu bayi rewel. Popok yang sudah penuh atau pakaian yang basah juga bisa membuat bayi tidak nyaman dan akhirnya menangis keras.

Tangisan karena sakit

Karena bayi di bawah usia satu tahun hanya bisa berkomunikasi lewat tangisan, maka ia akan menjadi rewel jika merasakan sakit. Tangisan karena rasa sakit biasanya melengking dan keras. Pemicunya bisa bermacam-macam, antara lain:

  • Imunisasi. Setelah mendapatkan imunisasi, tubuh biasanya akan demam. Hal ini biasanya akan membuat sang bayi menangis.
  • Tumbuh gigi. Gejala tumbuh gigi akan membuat bayi rewel dan merasa tidak nyaman. Beberapa gejala lain yang muncul bisa berupa pembengkakan, nyeri saat ditekan, bertambahnya volume air liur, hingga demam.
  • Sembelit. Kesulitan buang air besar pastinya membuat bayi rewel. Tapi tangisannya biasanya akan berhenti setelahnya.
  • Kram perut karena makan berlebihan atau intoleransi susu. Terlalu kenyang bisa membuat bayi rewel karena kram perut atau karena sensitif terhadap protein susu.
  • Penyakit ringan. Penyakit seperti flu bisa membuat bayi rewel dan diikuti dengan tanda-tanda seperti demam dan nafsu makan yang menurun.
  • Luka ringan. Tangisan bayi juga bisa terpicu karena rasa sakit atau cedera seperti gigitan serangga, kelilipan, pakaian yang tidak nyaman, dan lainnya.

Walau jarang terjadi, bayi rewel dapat menandakan penyakit yang serius. Tangisan bayi yang sedang sakit biasanya cenderung lebih lama. Untuk menghindari kondisi yang semakin memburuk, sebaiknya segera periksakan anak saat:

  • Sakit perut
  • Menangis yang terus berlanjut
  • Nafas yang cepat
  • Demam
  • Nafsu makan yang buruk
  • Detak jantung berdebar kencang
  • Ruam
  • Muntah atau diare
  • Berkeringat
Klik Untuk Donasi - Mengalami Gizi Buruk, Asrofil Butuh Bantuan Segera!
Gizi Buruk, Hidrosefalus
Muhamad Asrofil
Oleh Medikator Rumah Zakat
  1. Terdanai Rp.3,840,000
  2. Pencapaian 21.82%
  3. Donatur 28

Cara menenangkan bayi rewel

Dalam kondisi normal, kamu bisa mencoba beberapa cara berikut untuk menenangkan bayi rewel.

Gendong bayi menyamping

Cobalah untuk menggendong bayi sambil memiringkan tubuhnya ke bagian kiri. Hal ini dapat membantu pencernaan sang bayi. Jangan lupa untuk mengusap punggungnya dengan lembut.

Putar musik yang menenangkan

Suara yang dapat mengingatkannya dengan kondisi di dalam rahim ternyata bisa menenangkan bayi rewel. Cobalah untuk memutar suara white noise, dengungan kipas, atau rekaman detak jantung.

Hindari memberi makan berlebihan

Kekenyangan bisa juga membuat bayi rewel. Karena itu pastikan untuk memberikan jeda setidaknya dua jam saat memberinya makan.

Perhatikan jadwal makan, minum, dan tidurnya

Sebagai orang tua, kamu harus mengenali kapan bayi merasa lapar, haus, dan mengantuk. Jadi jika bayi rewel pada waktu-waktu tersebut, kamu bisa menemukan solusi yang tepat untuk menenangkannya.

Perlu diingat, bahwa kondisi dan tips di atas mungkin tidak berlaku untuk setiap bayi rewel. Yang terpenting, kamu bisa mengenali kebutuhan bayi rewel dan menemukan cara yang sesuai dengan kondisi sang bayi.

jangan lupa juga untuk meluangkan waktu dengan membantu pasien tidak mampu yang mengidap berbagai penyakit. Kamu juga bisa berdonasi lebih mudah melalui aplikasi WeCare.id. Caranya, download aplikasi WeCare.id di ponselmu. Donasi yang kamu berikan tentu sangat berharga untuk teman-teman yang membutuhkan.

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

Dukung WeCare.id untuk mengembangkan
konten-konten kesehatan & kebaikan yg lebih berkualitas.

WeCare.id adalah portal penggalangan dana untuk pasien-pasien yang tidak mampu. Dengan berdonasi ke WeCare.id, kamu juga turut membantu pasien-pasien di seluruh Indonesia.

KLIK UNTUK DONASI

Referensi

American Academy of Pediatrics (2016). Crying and Your Baby: How to Calm a Fussy or Colicky Baby. healthychildren.org
HealthLink BC (2020). Crying, Age 3 and Younger. healthlinkbc.ca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *