Fase-Fase Siklus Menstruasi yang Wajib Dipahami

Fase-Fase Siklus Menstruasi yang Wajib Dipahami

Menstruasi merupakan salah satu bentuk perubahan yang dialami remaja putri saat memasuki masa pubertas. Biasanya, menstruasi ditandai dengan sakit kepala atau nyeri di punggung, paha, perut, dan payudara. Sebagian perempuan juga kerap merasa haus menjelang haid.

Normalnya, haid terjadi beberapa hari setelah gejala tersebut dirasakan. Sementara rentang siklus haidnya antara 21—35 hari. Namun, sebagian perempuan mengalami haid lebih cepat atau lambat daripada siklus itu. 

Daftar isi:

  1. 1. Menstruasi
  2. 2. Praovulasi
  3. 3. Ovulasi
  4. 4. Pramenstruasi

Klik Untuk Donasi - Mari Bantu Ringankan Beban Nenek Erina dengan Berdonasi
Systemic Lupus Erythematosus (SLE)
Erina Ayu Lestari
Oleh Medikator Rumah Zakat
  1. Terdanai Rp.1,031,000
  2. Pencapaian 3.15%
  3. Donatur 5

Fase-Fase dalam Siklus Haid

Sepanjang siklus bulanan ini, perempuan akan mengalami empat fase yang menentukan waktu menstruasi atau justru mengalami kehamilan. Berikut empat fase penting dalam siklus haid.

Menstruasi

Fase menstruasi terjadi berlangsung 3—7 hari. Sepanjang fase ini, lapisan dinding rahim luruh, lalu keluar menjadi darah. Biasanya, darah yang keluar sebanyak 30—40 ml selama siklus haid.

Ketika perempuan melewati fase menstruasi, ada lima hormone yang bekerja.

Estrogen

Tugas hormon estrogen adalah mengatur siklus dan pertumbuhan lapisan dinding rahim. Hormon ini juga bekerja sama dengan progesteron untuk menghentikan ovulasi jika terjadi kehamilan.

Progesteron

Progesteron merupakan hormon yang bekerja sebelum kehamilan. Hormon ini membuat lapisan rahim menebal. Jika terjadi kehamilan, pembuluh darah di dinding rahim terbentuk. Sebaliknya, kalau tidak hamil, corpus luteum akan rusak sehingga kadar progesterone turun.

Hormon Luteinizing

Hormon luteinizing menyebabkan ovarium melepaskan sel telur di fase ovulasi. Kalau ada pembuahan (kehamilan), hormon ini merangsang corpus luteum untuk menghasilkan progesteron.  

Klik Untuk Donasi - Khalisya Menderita Gangguan Pendengaran Sangat Berat, Bantuanmu Sangat Diharapkan!
Gangguan Pendengaran
Khalisya Olive Syafie
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.235,000
  2. Pencapaian 0.54%
  3. Donatur 5

Hormon Perangsang Folikel

Hormon perangsang folikel membantu menjaga siklus haid tetap teratur dengan adanya folikel di ovarium. Hormon ini juga melepaskan sel telur yang berpengaruh pada kehamilan perempuan.

Gonadotropin-releasing hormone (GnRH)

Hormon GnRH bertugas merangsang dan mengontrol pelepasan folikel maupun luteinizing hormone. Penghasil hormon ini adalah hipotalamus dalam otak. 

2. Praovulasi

Fase praovulasi merupakan proses penebalan dinding rahim yang awalnya luruh. Prosesnya terjadi sejak hari pertama haid hingga fase ovulasi. Pada tahapan ini, ovarium menghasilkan folikel berisi sel telur. Biasanya, berlangsung mulai hari ke—10 terhitung dari 28 hari dalam satu siklus haid.

Klik Untuk Donasi - Mengalami Hidrosefalus Sejak Lahir, Bayi Ilham Butuh Bantuanmu Segera!
Hidrosefalus
Arifin Ilham
Oleh Medikator
  1. Terdanai Rp.327,000
  2. Pencapaian 1.42%
  3. Donatur 12

3. Ovulasi

Ovulasi merupakan tahapan saat ovarium melepaskan sel telur matang. Kemudian, sel telur bergerak ke tuba falopi. Dari sini, sel menuju rahim agar bisa dibuahi oleh sperma. 

Namun, masa hidup sel telur hanya 24 jam sampai bertemu sperma. Kamu bisa merasakan tanda-tanda di fase ini secara fisik. Misalnya, muncul cairan bening, kental, dan lengket dari organ intim. Selain itu, masa ovulasi ditandai dengan meningkatnya suhu basal tubuh.

4. Pramenstruasi

Ketika memasuki fase ini, dinding rahim semakin menebal. Artinya, selama fase berlangsung, kamu akan mengalami gejala pramenstruasi syndrome (PMS). 

Gejala tersebut dimulai dari perubahan emosi, seperti sensitif, mudah marah, dan sering merasa sedih. Selain itu, PMS juga ditandai perubahan fisik, contohnya timbul jerawat di wajah, payudara mengeras, dan perut begah.

Mengalami siklus menstruasi yang teratur adalah anugerah untuk perempuan. Pasalnya, menstruasi merupakan salah satu indikator fisik kamu dalam keadaan baik-baik saja. 

Kendati demikian, masih banyak perempuan di luar sana yang mengalami masalah siklus haid. Sayangnya, tidak semua dari mereka memiliki kemampuan finansial untuk berobat ke dokter.

WeCare.id mengajak kamu mendonasikan sebagian uang untuk membantu mereka yang membutuhkan. Yuk, download aplikasi WeCare.id di ponselmu agar donasi lebih mudah.

download_app

Referensi :

Office of Womenshealth (2018). Your Menstrual Cycle. Womenshealth.gov.

Beverly G Reed, MD and Bruce R Carr, MD. (2018). The Normal Menstrual Cycle and the Control of Ovulation. ncbi.nlm.nih.gov

Cleveland Clinic (2019). Normal Menstruation. my.clevelandclinic.org

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *