Hati-Hati! Ini Bahaya Pelampung Leher bagi Bayi

Hati-Hati! Ini Bahaya Pelampung Leher bagi Bayi

Beberapa orang tua ada yang sudah melatih anaknya belajar berenang sejak dini. Agar anaknya bisa berenang bebas, mereka memakaikan pelampung leher pada bayi. Pelampung ini biasanya digunakan di kolam renang, pemandian dan spa bayi. Dengan menggunakan alat ini orang tua tidak harus masuk ke dalam air dan dapat langsung mengawasi bayi mereka dari samping. 

Sekilas bayi-bayi itu terlihat lucu memakai pelampung leher. Tak mengherankan beberapa orang tua mengunggah foto bayi-bayi mereka menggunakan alat bantu tersebut di media sosial. Namun sebenarnya alat bantu tersebut tidak aman bagi bayi. Walaupun memperkenalkan berenang kepada bayi adalah hal yang baik, para ahli mengatakan bahwa menggunakan pelampung leher bukanlah cara yang tepat.

Klik Untuk Donasi - Bersama bawa perubahan bagi hidup adik-adik yang sakit
DONASI UNIVERSAL
#UNTUKSEMUA
Oleh Medikator WeCare.id
  1. Terdanai Rp.3,545,866,793
  2. Pencapaian 35.46%
  3. Donatur 5,293

Bahaya Pelampung Leher Menurut Para Ahli

5 Jenis Pelampung Anak Sesuai Usia [rekomendasi]

Meskipun sebagian orang setuju bahwa bayi dapat menikmati aktivitas air dengan menggunakan pelampung leher, para ahli percaya alat bantu ini berpotensi sangat berbahaya dan harus dihindari.

Dikutip dari laman situs Webmd, Sarah Denny, dokter anak di bagian gawat darurat di Rumah Sakit Anak Nationwide, Columbus, Ohio, mengatakan bahwa tidak ada bukti mengenai manfaat penggunaan pelampung leher. Justru alat ini memiliki risiko untuk bayi.  

Menurut Sarah, yang juga anggota komite eksekutif American Academy of Pediatrics Council on Injury, Violence, and Poison Prevention pelampung itu juga berpotensi membebani leher bayi, yang dapat menyebabkan cedera. Dikutip dari laman situs Queensland Government, awalnya pelampung leher itu didesain sebagai alat bantu medis bagi anak-anak penyandang disabilitas. Namun akhir-akhir ini alat ini berkembang menjadi barang rekreasi ujar Brian Bauer, Direktur Eksekutif Fair Trading. Jika pelampung leher bayi tidak diresepkan secara medis dan dipasang secara profesional, pelampung bisa sangat berbahaya.

Bila pelampung terlalu lebar, mulut dan hidung bayi bisa tersumbat dan bila pelampung terlalu longgar, bayi bisa terlepas dari pelampung. Akan tetapi bila pelampung terlalu kencang, bayi bisa sulit bernapas atau arteri karotis akan tertekan.

Ada juga kekhawatiran mengenai kestabilan dan potensi bayi akan terjungkal, khususnya jika anak-anak lain bergerak di dalam air sehingga menciptakan gelombang yang membuat permukaan air tidak rata. 

American Academy of Pediatrics (AAP) memperingatkan tentang perangkat pelampung berisi udara dan alat bantu renang seperti ban lengan tiup. Mereka memperingatkan orang tua untuk tidak mengenakan alat bantu ini pada bayi daripada mengenakan alat pelampung pribadi seperti jaket pelampung, dengan mengatakan bahwa alat bantu ini dapat mengempis dan tidak dirancang untuk menjaga perenang tetap aman.

Klik Untuk Donasi - BANTU SEDEKAH MAKAN SANTRI PENGHAFAL QUR’AN
  1. Terdanai Rp.1,347,000
  2. Pencapaian 4.28%
  3. Donatur 23

Panduan Mencegah Bayi Tenggelam

Berikut ini adalah panduan dari AAP supaya bayi dan anak agar terhindar dari kecelakaan tenggelam:

1. Jangan pernah meninggalkan anak sendirian atau dengan anak lain ketika mereka berada di bak mandi, kolam renang, spa, atau pun kolam rendam.

2. Orang dewasa yang mengawasi harus berada dalam jangkauan anak untuk memberikan “pengawasan sentuh.” Orang dewasa harus tahu cara berenang, melakukan penyelamatan, melakukan CPR, dan meminta bantuan.

3. Usia anak-anak untuk belajar berenang adalah sekitar usia 4 tahun, bergantung pada kematangan emosi, keterbatasan fisik atau masalah kesehatan lainnya. Tidak ada bukti yang cukup yang mendukung manfaat pelajaran berenang sebelum usia tersebut, tetapi AAP mengatakan bahwa semua anak perlu belajar berenang.

4. Semua anak harus memakai pelampung yang berstandar ketika mereka naik perahu atau saat mereka berada di dekat tepi air. Semua anggota keluarga harus melakukan hal yang sama untuk mencontohkan perilaku aman.

5. Pilih pantai dengan penjaga pantai yang dapat beraksi jika terjadi cuaca buruk, pasang surut atau arus yang menerjang. 

Mengajarkan berenang pada bayi dan anak memang disarankan namun hindari penggunaan pelampung leher karena akan membahayakan mereka. Sambil menemani buah hati berlatih renang jangan lupa juga untuk meluangkan waktu dengan membantu pasien tidak mampu yang mengidap berbagai penyakit.

Kamu juga bisa berdonasi lebih mudah melalui aplikasi WeCare.id. Caranya, download aplikasi WeCare.id di ponselmu. Donasi yang kamu berikan tentu sangat berharga untuk teman-teman yang membutuhkan.

Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!

download_app

Referensi

Arsenault, A. (2017). Those Cute Inflatable Neck Floats Could Be Dangerous for Baby, Experts Say. thebump.com.

Baby neck floats a water bound danger to young children. (2017). qld.gov.au.

Doheny, K. (2017). Experts: Neck Floaties Risky for Babies. webmd.com.

Hosie, R. (2017). BABY ‘NECK FLOATS’: LATEST CRAZE IS ‘POTENTIAL DEATH-TRAP’, WARN EXPERTS. independent.co.uk.Picard, C. (2019). Parents, Exercise Caution With Those Popular Baby Neck Floats. Diambil kembali dari goodhousekeeping.com.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *