Kenali Tanda-Tanda Burnout Karena Work from Home

Kenali Tanda-Tanda Burnout Karena Work from Home

Bersamaan dengan munculnya pandemi Covid-19, banyak hal yang ikut berubah. Salah satunya adalah bagaimana orang-orang bekerja. Jika dahulu sebelum ada pandemi orang bekerja di kantor, kini tiba-tiba beralih ke bekerja dari rumah alias Work from Home.

Banyak perusahaan yang khawatir dengan produktivitas para karyawannya. Namun, sebenarnya yang harus dikhawatirkan dalam situasi seperti ini adalah risiko jangka panjang, yaitu karyawan yang mengalami burnout atau kelelahan akibat WFH.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggambarkan burnout atau kelelahan sebagai “fenomena pekerjaan” atau “sindrom” yang berasal dari stres kerja yang terus-menerus yang tidak terselesaikan. Bila kamu pernah merasa lelah, tidak efektif bekerja, atau memiliki perasaan sangat negatif dan stres tentang pekerjaan semenjak sejak memulai work from home, mungkin kamu mengalami burnout.

Apa Tanda-Tanda Burnout karena WFH?

Kenali Tanda-Tanda Burnout Karena Work from Home | WeCare.id

Brendan Street dari Nuffield Health, badan amal perawatan kesehatan terbesar di Inggris Raya, mengatakan bahwa bekerja berlebihan bisa menjadi pemicu nyata untuk burnout. Dia menjelaskan bahwa ada batasan berapa jam orang bisa bekerja secara berkelanjutan dalam sehari, setiap hari, sebelum mereka mengalami kelelahan dan mendapati diri mereka tak mampu mengatasinya. Sebuah fenomena bekerja yang oleh WHO didefinisikan sebagai “burnout”.  Sebelum mengetahui cara mengatasi burnout, kamu harus mengenali dulu tanda-tandanya.  Berikut ini tanda-tanda seseorang mengalami burnout karena WFH yang dirangkum dari beberapa sumber.

Bekerja sepanjang waktu

Bekerja di rumah berarti kamu tidak mempunyai batasan yang jelas antara kehidupan kerja dan kehidupan rumah. Kamu mungkin kesulitan menetapkan batasan untuk diri sendiri mungkin mendapati kamu terus bekerja sepanjang waktu.

Bekerja sepanjang waktu bisa memengaruhi kesehatan karena kamu akan mengalami kelelahan sampai tingkat ekstrem. Makan jadi tidak benar karena tidak punya waktu untuk memasak atau, karena merasa sangat lelah sehingga kamu memilih makanan yang tidak sehat. Selain itu, kamu juga tidak memiliki banyak waktu untuk fokus pada perawatan diri ataupun penampilan diri.

Klik Untuk Donasi - Bantu Tenaga Medis Melawan Covid-19!
  1. Terdanai Rp.4,654,700
  2. Pencapaian 0.47%
  3. Donatur 89

Mengalami perubahan suasana hati

Orang-orang yang menuju kejenuhan mungkin mengalami perubahan suasana hati yang nyata seperti amarah yang meledak atau merasa jengkel. Mungkin hal tersebut dianggap sebagai stres, tapi jika  dibiarkan, stres dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah kesehatan mental seperti kecemasan, serangan panik, dan depresi.

Merasa terkuras

Dari mulai kamu bangun di pagi hari sampai saat menutup mata di malam hari, hanya pekerjaan yang kamu pikirkan. Ketika tidak bekerja, alih-alih menghabiskan waktu untuk bersantai, kamu  terus memikirkan mengenai apa yang bisa diselesaikan. Kamu tidak memberikan waktu pada diri sendiri untuk berhenti sehingga menguras energi tubuh. Jika ini terjadi, kamu mungkin akan mengalami konsekuensi fisik seperti pusing, kelelahan, sakit kepala, berkeringat, dan sesak napas.

Takut untuk mendelegasikan pekerjaan

Walaupun kamu merasa kekurangan energi untuk bekerja, tapi kamu merasa takut untuk mendelegasikan tugas. Meskipun kamu menyerahkan tugas pada anggota tim yang kompeten atau mungkin pada seseorang yang lebih senior, yang membuat kamu ketakutan adalah tidak memiliki kontrol penuh apabila mendelegasikan pekerjaan pada orang lain.  

Terus-menerus memeriksa email

Bekerja di rumah berarti kamu harus terus-menerus dalam berkomunikasi dengan tim. Akan tetapi , jika kamu merasa memiliki dorongan untuk terus-menerus memeriksa email sampai larut malam, kamu tidak memberikan waktu untuk berhenti yang dibutuhkan.

Mungkin untuk beberapa hari kamu merasa luar biasa saat bisa bekerja dari rumah. Namun seiring waktu rumah bisa dengan cepat berubah jadi lingkungan yang tidak sehat jika kamu tidak memperlakukan rumah kamu seperti ruang kerja dan diri sendiri seperti seorang profesional.

Klik Untuk Donasi - Bantu Pembudidaya Ikan yang Kesulitan Saat Pandemi!
  1. Terdanai Rp.3,528,464
  2. Pencapaian 10.18%
  3. Donatur 103

Di sela-sela waktumu yang padat, mari sempatkan sedikit untuk bantu pasien tidak mampu yang menderita berbagai penyakit di tengah pandemi. Kamu bisa gunakan aplikasi WeCare.id untuk donasi kapan saja dan di mana saja. Segera download aplikasi WeCare.id di App Store atau Google Play untuk bantu sesama!

Referensi:

Houlis, A. (2020). 7 signs you’re suffering from work-from-home burnout. Theladders.com.
Joseph, S. V. (2020). How To Avoid Burnout In The Age Of Remote Work. Forbes.com
Laura M. Giurge, V. K. (2020). 3 Tips to Avoid WFH Burnout . Harvard Business Review Home.
Morris, N. (2020). Signs you may have working-from-home burnout – and what to do about it. Metro.co.uk.
Wilson, K. (2020). 3 Warning Signs of Work-From-Home Burnout. Medium.com.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *