COVID-19: Ciri-Ciri Virus, Penyebab, dan Penyebaran

COVID-19: Ciri-Ciri Virus, Penyebab, dan Penyebaran

Pada 11 Maret 2020, WHO secara resmi menandai wabah global COVID-19 sebagai pandemi. Pada 11 Februari, Komite Internasional tentang Taksonomi Virus menamai virus corona baru ‘SARS-CoV-2’, dan WHO menamai virus itu dengan sebutan COVID-19. Apa itu virus corona baru? Dan seperti apa ciri-ciri virus corona? Ulasannya ada di artikel berikut ini.

Apa Itu COVID-19?

COVID-19 atau virus korona baru merupakan virus korona baru yang belum teridentifikasi sebelumnya. Nama virus corona asalnya dari Bahasa Latin yaitu corona yang artinya mahkota atau karangan bunga. Penciptanya adalah Juni Almeida dan David Tyrrell. Dia yang pertama kali mengamati serta mempelajari virus corona manusia. Nama itu disematkan pada virus terebut karena penampilan karakteristik virion yang mirip dengan halo atau korona matahari saat dilihat oleh mikroskop electron.

Virus yang menyebabkan penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) ini berbeda dengan virus corona yang umum beredar di antara manusia dan menyebabkan penyakit ringan, contohnya flu biasa. Penyakit COVID-19 merupakan penyakit saluran pernafasan yang bisa menyebar dari orang ke orang. Pada manusia terdapat beragam jenis virus korona, termasuk beberapa yang biasanya mengakibatkan penyakit saluran pernapasan bagian atas ringan. COVID-19 merupakan penyakit baru, yang diakibatkan oleh virus korona baru yang tidak pernah sebelumnya terlihat pada manusia.

COVID-19 memengaruhi tiap orang dengan cara yang berbeda. Kebanyakan orang yang terinfeksi akan mengalami penyakit ringan sampai sedang dan pulih tanpa dirawat di rumah sakit.

Penyebab COVID-19

Walaupun bukti genetik menunjukkan bahwa COVID-19 merupakan virus alami yang kemungkinan berasal dari hewan, hingga sekarang belum ada kesimpulan mengenai kapan dan di mana virus pertama kali itu masuk ke manusia. Hal itu dikarenakan beberapa kasus pertama yang dilaporkan di Wuhan tidak mempunyai kaitan epidemiologis dengan pasar seafood. Diduga pasar tersebut mungkin bukan sumber awal penularan COVID-19 pada manusia.

Sebuah studi dari Prancis yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Paris 13 (Universitas Sorbonne Paris) mendeteksi SARS-CoV-2 oleh PCR dalam sampel yang disimpan dari pasien yang menderita pneumonia pada akhir 2019. Hasilnya yang dipublikasikan pada International Journal of Antimicrobial Agents menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 mungkin telah menyebar di sana jauh lebih awal daripada waktu awal wabah yang diketahui secara umum di Perancis. Namun, laporan awal individu ini tidak dapat memberikan jawaban yang pasti tentang asal mula SARS-CoV-2 dan kontaminasi, sehingga hasil positif palsu tidak dapat dikesampingkan.

Ciri-Ciri Virus Corona

Virus corona termasuk ke dalam famili Coronaviridae. Virus ini terdiri dari selubung lipid bilayer atau envelope. Selain itu, virus corona memiliki virion atau partikel virus yang berukuran diameter kurang lebih 120 nm (1 nm = 10−9 meter). Partikel virus berbentuk bola dan polimorfik serta diameternya kira-kira 60 – 140 nm. Selain itu, virion juga mempunyai duri-duri yang panjangnya 9 – 12 nm. Bagian luar virion mempunyai bagian yang mirip dengan paku yang disebut dengan glikoprotein. Virus COVID-19 mengandung empat protein struktural utama, yaitu protein spike (S), membran (M), nukleokapsid (N), dan envelope (E). Nukleokapsid adalah protein yang menyelubungi virion yang terdiri atas materi genetik DNA atau RNA. Bentuk nukleokapsid tampak seperti heliks atau tubular dan terdiri dari cangkang protein yang disebut dengan kapsid dan mengandung asam nukleat virus. Lapisan protein tersebut terlihat seperti duri mahkota. Genom virus korona terdiri dari untai tunggal RNA indra positif (asam ribonukleat).

Virus corona mempunyai sifat yang sensitif terhadap panas. Jika terkena suhu 56 derajat Celsius, virus ini akan mati dalam waktu 30 menit. Mereka juga memerlukan inang untuk tempat berkembang biak. Virus ini dalam jangka waktu yang bervariatif akan mati saat ada di luar tubuh makhluk hidup, bergantung suhu atau tempat virus itu berada.

Bagaimana Cara Penyebaran Virus Corona Baru?

Virus ditularkan melalui kontak langsung melalui tetesan kecil atau droplet dari orang yang terinfeksi ketika dia batuk dan bersin, dan menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus. Virus ini bisa bertahan hidup di permukaan untuk beberapa jam, tapi disinfektan sederhana bisa membunuhnya.

Gejala Umum COVID-19

Orang yang terinfeksi COVID-19 mempunyai beragam gejala yang dilaporkan, mulai dari gejala ringan sampai penyakit parah. Orang dengan gejala berikut mungkin menderita COVID-19:

  • demam
  • batuk kering
  • kelelahan

Gejala yang kurang umum:

  • sakit tenggorokan
  • sakit dan nyeri
  • diare
  • sakit kepala
  • konjungtivitis (mata merah)
  • kehilangan rasa atau bau
  • ruam di kulit, atau perubahan warna di jari tangan atau kaki

Gejala serius:

  • kesulitan bernapas atau sesak napas
  • nyeri atau tekanan di dada
  • kehilangan kemampuan bicara atau bergerak

Orang dengan gejala ringan yang sebenarnya sehat harus menangani gejalanya di rumah. Rata-rata waktu yang untuk menunjukan gejala dari sejak seseorang terinfeksi virus adalah 5–6 hari, tapi bisa juga memakan waktu sampai 14 hari.

Apa Perbedaan Antara Influenza (Flu) Dan COVID-19?

COVID-19 dan influenza (Flu) adalah penyakit pernapasan yang menular, tapi penyebabny adalah virus yang berbeda. COVID-19 disebabkan oleh infeksi virus korona baru yang disebut SARS-CoV-2, sementara flu disebabkan oleh infeksi virus influenza.

Flu dan COVID-19 memiliki beberapa perbedaan utama. Tampaknya COVID-19 menyebar lebih mudah dibandingkan flu dan mengakibatkan penyakit yang lebih serius pada beberapa orang. Virus COVID-19 juga bisa memakan waktu lebih lama sebelum orang menunjukkan gejala dan orang bisa menular lebih lama. Perbedaan penting lainnya yaitu pada vaksin. Flu sudah memiliki vaksinnya sedangkan virus COVID-19 sampai saat ini belum ada vaksinnya. Cara terbaik agar tidak terinfeksi oleh virus ini adalah dengan menghindari terkena virus tersebut.

Mungkin sulit untuk bisa membedakan keduanya berdasarkan gejala saja karena beberapa gejala COVID-19 dan flu serupa, dan mungkin pengujian dibutuhkan untuk membantu memastikan diagnosis. Flu dan COVID-19 mempunyai banyak karakteristik, tapi terdapat beberapa perbedaan utama di antara kedua penyakit tersebut.

Banyak pasien butuh bantuanmu!

Kondisi pandemi Covid-19 tidak hanya menyulitkan kita, namun kondisi ini sangat berdampak pada saudara-saudara kita di luar sana yang sakit dan tidak mampu. Mereka sangat membutuhkan donasi dan bantuan kita untuk bisa berobat, menjadi sembuh, dan dapat melewati kondisi sulit ini dengan sehat dan selamat. Kamu bisa membantu mereka dengan menyisihkan sedikit dari milikmu untuk kesembuhan mereka! Ayo berbuat baik hari ini!

Klik gambar dibawah untuk donasi dan berbagi kebaikan!

Donasi Lebih Mudah dari Aplikasi WeCare.id. Download Sekarang!

Sumber:

https://virologyj.biomedcentral.com

https://faq.coronavirus.gov/what-is-a-novel-coronavirus/

https://www.cdc.gov/coronavirus

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/

https://www.britannica.com/

https://idpjournal.biomedcentral.com/

https://virologyj.biomedcentral.com/a

https://kumparan.com/

https://nationalgeographic.grid.id/

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *