Kanker Payudara: Kanker Tertinggi yang Menyerang Perempuan Indonesia

Tanggal 4 Februari merupakan Hari Kanker Sedunia. Dari data yang diliris oleh Global Cancer observatory tahun 2018 penderita kanker di Indonesia jumlah kasusnya mencapai 348.000 kasus atau  sama dengan 1.362 kasus per 1 juta penduduk.

Kanker payudara untuk perempuan masih menjadi yang tertinggi. Adapun prevalensinya adalah 42,1 per 100.000 penduduk dan rata-rata kematiannya 17 per 100.000 penduduk. Peringkat kedua diduduki oleh kanker leher rahim dengan jumlah total sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.  Menurut data dari Yayasan Kanker Payudara Indonesia, di Indonesia sendiri, diperkirakan 10 dari 100.000 penduduk menderita penyakit kanker payudara.

Apa itu Kanker Payudara?

Kanker payudara adalah pertumbuhan sel payudara yang tidak terkendali. Untuk lebih memahami kanker payudara, ada baiknya memahami bagaimana kanker bisa berkembang.

Kanker terjadi diakibatkan mutasi, atau perubahan abnormal, pada gen yang bertugas untuk mengatur pertumbuhan sel dan menjaganya supaya tetap sehat. Di inti setiap sel terdapat gen. Sel-sel dalam tubuh kita biasanya mengganti dirinya sendiri melalui proses pertumbuhan sel yang teratur, yaitu sel-sel baru yang sehat menggantikan yang lama mati. Akan tetapi seiring waktu, mutasi bisa “menghidupkan” gen tertentu juga “mematikan” gen lain di dalam sel. Sel yang berubah tersebut memiliki kemampuan untuk terus membelah tanpa adanya kendali atau perintah, memproduksi lebih banyak sel seperti itu dan kemudian membentuk tumor.

Terdapat dua jenis tumor, yaitu tumor jinak (tidak berbahaya bagi kesehatan) atau ganas (berpotensi berbahaya). Tumor jinak tidak dianggap kanker. Sel tumor jinak penampilan hampir terlihat normal dalam, tumbuh lambat, dan tidak menyerang jaringan di sekitarnya atau menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sementara tumor ganas bersifat kanker. Jika dibiarkan, akhirnya sel-sel ganas ini bisa menyebar ke luar tumor asli ke bagian tubuh lainnya.

Istilah kanker payudara mengacu pada tumor ganas yang berkembang dari sel-sel di payudara. Kanker payudara umumnya dimulai di sel lobulus, yaitu kelenjar penghasil susu, atau saluran, saluran yang mengalirkan susu dari lobulus ke puting. Meski lebih jarang, kanker payudara bisa dimulai di jaringan stroma, yang meliputi jaringan ikat payudara berlemak dan berserat.

Penyebab Kanker Payudara

Yang menjadi penyebab pasti kanker payudara belum sepenuhnya diketahui. Namun, beberapa faktor diketahui dapat meningkatkan risiko kanker payudara, di antaranya:

  • usia – seiring bertambahnya usia risiko pun meningkat
  • benjolan payudara non-kanker (jinak) sebelumnya
  • diagnosis kanker payudara sebelumnya
  • riwayat keluarga kanker payudara
  • tinggi, kelebihan berat badan atau obesitas
  • minum alkohol

Gejala

Biasanya gejala pertama kanker payudara muncul sebagai area jaringan yang menebal di payudara atau benjolan di payudara atau ketiak.

Gejala lainnya yaitu:

  • nyeri di ketiak atau payudara yang tidak hilang setelah siklus bulanan
  • lesung pipit di payudara
  • kemerahan pada kulit payudara, mirip dengan permukaan jeruk
  • ruam di sekitar atau di salah satu puting
  • keluarnya cairan dari puting, kemungkinan mengandung darah
  • puting susu tenggelam
  • perubahan ukuran atau bentuk payudara (payudara membengkak)
  • payudara atau puting susu mengelupas, mengelupas, atau bersisik

Benjolan payudara kebanyakan tidak bersifat kanker. Namun, jika melihat ada benjolan di payudara, segeralah mengunjungi dokter untuk pemeriksaan.

Tahapan Kanker Payudara

Stadium kanker payudara ditentukan dengan beragam cara. Salah satunya yaitu dari tahap 0–4, dengan kategori terbagi di setiap tahap bernomor. Deskripsi dari empat tahap utama tercantum di bawah ini.

  • Stadium 0: Disebut juga sebagai karsinoma duktal in situ (DCIS), sel-selnya terbatas di dalam duktus atau saluran dan belum menyerang jaringan di sekitarnya.
  • Tahap 1: Pada tahap ini, ukuran tumor mencapai 2 sentimeter (cm) belum mempengaruhi kelenjar getah bening, atau ada kelompok kecil sel kanker di kelenjar getah bening.
  • Stadium 2: Ukuran tumor 2 cm, dan sudah mulai menyebar ke kelenjar getah bening terdekat, atau ukuran tumor  2–5 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium 3: Ukuran tumor sudah mencapai 5 cm, dan telah menyebar ke beberapa kelenjar getah bening atau ukuran tumor sudah melebihi dari 5 cm dan telah menyebar ke beberapa kelenjar getah bening.
  • Stadium 4: Kanker sudah menyebar ke organ jauh, paling sering ke tulang, otak, hati, atau paru-paru.

Mencegah Kanker Payudara

Sekarang ini tidak mungkin untuk mengetahui apakah kanker payudara dapat dicegah karena penyebabnya tidak sepenuhnya dipahami.

Studi telah melihat hubungan antara kanker payudara dan diet. Walaupun kesimpulan pastinya belum ada, ada manfaat bagi perempuan yang:

  • berolahraga secara teratur
  • menjaga berat badan yang sehat
  • memiliki asupan lemak jenuh yang rendah
  • tidak minum alkohol

Risiko kanker payudara bisa dikurangi dengan olahraga teratur sampai sepertiganya. Olahraga teratur dan gaya hidup sehat juga mampu meningkatkan harapan hidup orang yang terkena kanker payudara. Dalam studi yang ditulis oleh para peneliti dari Lembaga Penelitian, Pusat Kanker Nasional, Goyang, Korea Selatan yang diterbitkan pada Journal of Cancer Prevention, disebutkan secara keseluruhan penyitas yang melakukan aktivitas fisik yang lebih tinggi memiliki manfaat kesehatan yang lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak terlibat dalam aktivitas fisik. Studi menunjukkan bahwa penyitas mungkin mendapatkan manfaat kesehatan terbesar dari berjalan dengan intensitas sedang dibandingkan dengan jenis aktivitas fisik lainnya (seperti, rekreasi, olahraga, atau aktivitas pekerjaan). Peningkatan risiko kematian akibat kanker payudara lebih tinggi di antara penyitas dengan gaya hidup tidak aktif dibandingkan dengan mereka yang aktif secara fisik.

Jika sudah melewati masa menopause, sangat penting bagi Anda untuk mencoba memiliki dan mempertahankan berat badan yang sehat. Ini karena kelebihan berat badan atau obesitas mengakibatkan lebih banyak estrogen diproduksi, yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Tetap semangat untuk teman-teman yang sedang berjuang melawan kanker payudara! Banyak sekali teman-teman yang sudah kehabisan biaya untuk berobat, seperti pasien-pasien di WeCare.id!

Bantu mereka melanjutkan pengobatan dan tetap berjuang melawan kanker payudara di https://wecare.id/patient/?q=kanker+payudara

Sumber:

https://lifestyle.bisnis.com/read/20200225/106/1205840/ini-jenis-kanker-yang-paling-banyak-diderita-masyarakat-indonesia

https://pitapink-ykpi.or.id/tentang-kanker-payudara/

https://www.medicalnewstoday.com/articles/37136

https://www.healthline.com/health/breast-cancer

https://www.breastcancer.org/symptoms/understand_bc

https://investor.id/national/pemerintah-diminta-beri-perhatian-lebih-soal-kanker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *