Apa Itu Glikogen?Apa Hubungannya dengan Covid-19?

Apa Itu Glikogen?Apa Hubungannya dengan Covid-19?

Pernah mendengar istilah glikogen? Apakah zat ini penting untuk tubuh?

Karbohidrat adalah sumber energi tubuh yang paling penting dan selalu tersedia. Saat mengkonsumsi karbohidrat, sebagian besar karbohidrat di dalam tubuh dipecah menjadi sejenis gula yang disebut glukosa. Glukosa dapat digunakan untuk energi.

Ketika tubuh mempunyai glukosa ekstra, tubuh akan menyimpannya di hati dan otot. Bentuk glukosa yang disimpan ini disebut glikogen. Glikogen merupakan bentuk penyimpanan glukosa dan karbohidrat utama pada manusia dan hewan. Jadi glikogen itu seperti bahan bakar cadangan.

Penyimpanan Glikogen

Saat tubuh membutuhkan dorongan energi yang cepat atau saat kadar glukosa darah turun, glikogen akan melepaskan glukosa ke aliran darah. Saat glikogen digunakan itu, di mana pun glukosa disimpan, akan menciptakan senyawa yang dikenal sebagai adenosin trifosfat (ATP), yaitu sumber energi sebenarnya yang digunakan tubuh untuk melakukan pekerjaan.

Untuk yang disimpan di dalam otot, glikogen tidak bisa dilepaskan ke aliran darah, tetapi akan digunakan oleh otot itu sendiri sebagai bahan bakar untuk memproduksi ATP. Sementara glikogen yang disimpan di hati akan dilepaskan ketika dibutuhkan untuk produksi energi, juga mengatur jumlah glukosa yang ada dalam darah, yang dikenal sebagai tingkat gula darah.

Sebagian besar glukosa disimpan sebagai glikogen di otot sebanyak 80% dan di hati sebanyak 14%, dan disimpan dalam darah sebagai glukosa sekitar 6%. Ketika istirahat, total produksi energi yang digunakan  glikogen otot sekitar 15-20%. Pada intensitas olahraga atau aktivitas sedang dari maksimal sekitar 55-60%, penggunaan glikogen dapat meningkat sampai 80-85%, dan penggunakan akan meningkat lebih banyak pada melakukan olahraga atau aktivitas dengan yang lebih tinggi.

Glikogen dan Olahraga

Glikogen memiliki peranan penting dalam usaha kita menjaga otot agar tetap memiliki tenaga untuk berolahraga. Ketika berolahraga, glikogen yang tersimpan di dalamnya akan dimanfaatkan oleh otot kita. Glukosa yang ada dalam darah serta glikogen yang disimpan di hati juga bisa digunakan untuk menjaga otot kita tetap bertenaga.

Setelah selesai berolahraga, otot kita akan mengisi kembali simpanan glikogennya. Waktu yang diperlukan untuk mengisi kembali simpanan glikogen dapat bervariasi dari beberapa jam sampai beberapa hari. Hal itu sepenuhnya bergantung pada seberapa keras dan lama kita berolahraga.

Sebab itulah, olahraga bisa jadi cara yang bermanfaat untuk mengurangi kadar glukosa darah. Untuk  pada penderita diabetes tipe 2, hal ini  tentu sangat berguna. Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh Norwegian School of Sport Sciences, Oslo, Universitas Charles, Praha, Republik Ceko dan Université Catholique de Louvain, Brussels, Belgia yang dipublikasikan pada jurnal Frontiers, pengurangan glikogen otot rangka setelah olahraga memungkinkan penyimpanan karbohidrat yang sehat setelah makan dan mencegah perkembangan diabetes tipe 2.

Sesudah berolahraga, otot akan mengisi kembali simpanan glikogennya dengan mengambil glukosa yang tersedia dari darah sehingga membantu menurunkan glukosa darah selama periode ini.

Penyakit Penyimpanan Glikogen (Glycogen Storage Disease)

Apabila tubuh kita memiliki masalah enzim dan tidak dapat menyimpan atau memecah glikogen gula kompleks dengan baik. Penyakit kelainan bawaan ini diwariskan secara genetik. Glycogen Storage Disease (GSD) merupakan kondisi langka yang mengubah cara tubuh kita dalam menggunakan dan menyimpan glikogen.

Orang yang menderita GSD kehilangan salah satu enzim yang memecah glikogen. Saat kehilangan satu enzim, glikogen bisa menumpuk di hati atau glikogen mungkin tidak terbentuk dengan benar. Jika ini terjadi, akan terjadi masalah pada hati atau otot, atau bagian tubuh lainnya.

Penyakit penyimpanan glikogen merupakan penyakit yang diturunkan dari orang tua pada anak. GSD paling sering terlihat pada bayi atau anak kecil. Namun ada juga beberapa tipe GSD yang terjadi pada orang dewasa.

Tipe Penyakit Penyimpanan Glikogen (GSD)

Tiap tipe GSD berpusat pada enzim tertentu atau kumpulan enzim yang terkait dalam penyimpanan atau penguraian glikogen. Setidaknya ada 13 tipe penyakit penyimpanan glikogen, tapi yang paling umum adalah tipe I, II, III, dan IV. Satu dari 20.000 orang diperkirakan terkena penyakit GSD ini. Tipe VI dan IX gejalanya yang sangat ringan dan mungkin tidak begitu terdiagnosis. Berikut ini adalah tipe GSD dan bagian tubuh yang paling terpengaruh oleh penyakit ini, yaitu:

  • Tipe 0 disebut penyakit Lewis dan mempengaruhi hati.
  • Tipe I disebut penyakit von Gierke. Tipe Ia mempengaruhi hati, ginjal, dan usus sedangkan tipe Ib mempengaruhi hati, ginjal, usus, serta sel darah.
  • Tipe II disebut juga penyakit Pompe dan mempengaruhi otot, hati, jantung, pembuluh darah, dan sistem saraf.
  • Tipe III disebut penyakit Forbes-Cori dan mempengaruhi hati, otot rangka, jantung, serta sel darah.
  • Tipe IV disebut penyakit Andersen dan mempengaruhi hati, jantung, otak, otot, kulit, dan sistem saraf.
  • Tipe V disebut penyakit McArdle dan mempengaruhi otot rangka.
  • Tipe VI disebut penyakitnya dan mempengaruhi hati serta sel darah.
  • Tipe VII disebut penyakit Tarui dan mempengaruhi otot rangka dan sel darah.
  • Tipe IX – mempengaruhi hati.
  • Tipe XI disebut sindrom Fanconi-Bickel dan mempengaruhi hati, usus, dan ginjal.

Penyakit Penyimpanan Glikogen dan Covid-19

Dr Robin Lachmann yang merupakan seorang Clinical Reference Group (CRG) Chair, dalam buletin British Inherited Metabolic Diseases Group menyebutkan bahwa kondisi yang menyebabkan gangguan pernapasan di antaranya penyakit Pompe atau GSD tipe II, penyakit Niemann-Pick tipe B, mucopolysaccharidosis, GSD tipe III. Ini berarti bahwa orang-orang ini sangat rentan tidak boleh meninggalkan rumah mereka, dan di dalam rumah mereka harus meminimalkan semua kontak yang tidak penting dengan anggota rumah tangga lainnya. Ini untuk melindungi mereka yang berisiko sangat tinggi terkena penyakit parah akibat virus corona (COVID-19) agar tidak bersentuhan dengan virus.

Seseorang dengan GSD yang menyerang otot tidak ada peningkatan resiko terkena Covid-19. Namun, ada beberapa DOs dan DON’Ts, seperti berikut ini:

DOs:

  • Pertimbangkan untuk melakukan isolasi diri. Beberapa penyakit penyerta terkait dengan GSD. Jika berusia di atas 70 tahun, menderita hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung, maka akan lebih berisiko terkena Covid-19 dan harus mengisolasi diri, ikuti panduan pemerintah.
  • Melakukan olahraga yang ringan, contohnya jalan lambat, ini jika tidak sedang mengisolasi diri dan dapat menjaga jarak sosial. Namun bila sedang melakukan mengisolasi diri, lakukan rutinitas olahraga di dalam ruangan.
  • Dengarkan tubuh. Bila salah satu otot terasa lelah, atau merasakan nyeri otot, perlambat atau berhenti.
  • Konsumsi makanan yang seimbang.
  • Tetap terhidrasi.
  • Luangkan waktu untuk beristirahat agar terhindar dari ketegangan otot.
  • Hindari stres dan kecemasan karena bisa mengakibatkan ketegangan otot.

DON’Ts:

  • Jangan berdekatan dengan siapa pun yang kemungkinan sudah terjangkit COVID-19.
  • Jangan mulai program olahraga baru.
  • Jangan lakukan aktivitas apa pun yang bisa mengakibatkan rhabdomyolysis, yaitu kelainan yang menyebabkan rusaknya jaringan otot rangka supaya terhindar dari keharusan pergi ke Ruang Gawat Darurat.
  • Jangan lanjutkan aktivitas apa pun saat mengalami kelelahan atau nyeri otot.

Hai #TemanPeduli! Bagaimana kabarnya hari ini? Sebagai pelengkap hari dan penenang hati, yuk beri bantuin kepada tenaga medis yang sedang berjuang melawan pandemi COVID-19 melalui link berikut : https://wecare.id/apdcorona/

Terimakasih sudah turut membantu untuk melindungi mereka!

Sumber:

https://www.verywellfit.com/what-is-glycogen-2242008

https://www.musclesound.com/2016/05/23/what-is-glycogen/

https://www.diabetes.co.uk/body/glycogen.html

https://www.diabetes.co.uk/body/glycogen.html

https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/glycogen-storage-disease

https://www.fithaus.io/blog/nutrition/what-is-glycogen/https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15553-glycogen-storage-disease-gsd

https://www.iamgsd.org/covid-19-coronavirus

https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/sms.12599

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *