Berapa Banyak Vitamin C yang Diperlukan Tubuh Kita?

Asam askorbat atau disebut juga Vitamin C adalah nutrisi yang larut dalam air yang ditemukan di beberapa makanan. Vitamin C memiliki peran dalam banyak fungsi vital, seperti metabolisme dan kekebalan. Karena vitamin C larut dalam air, dan tubuh tidak menyimpannya, maka untuk menjaga kecukupan kadar vitamin C, kita membutuhkan asupan harian makanan yang mengandung vitamin C.

Tubuh kita tidak bisa membuat vitamin C  karena itu kita perlu mendapatkannya dari sumber makanan. Vitamin C dalam konsentrasi tinggi ditemukan pada banyak buah dan sayuran segar. Selain itu, vitamin C juga tersedia di sebagian besar multivitamin dan sebagai suplemen bahan tunggal.

Sumber Vitamin C yang Baik

Vitamin C ditemukan di berbagai macam buah dan sayuran. Berikut ini adalah makanan yang kaya akan vitamin C.

  1. Jambu biji
  2. Paprika Merah
  3. Paprika Hijau
  4. Cabai Hijau Pedas
  5. Jeruk
  6. Stroberi
  7. Pepaya
  8. Brokoli
  9. Nanas
  10. Kentang
  11. Kubis Brussel
  12. Buah Kiwi
  13. Mangga
  14. Blewah
  15. Kembang kol
  16. Lemon
  17. Grapefruit putih

Mengapa Kita Membutuhkan Vitamin C?

Vitamin C memiliki peran yang penting dalam sejumlah fungsi tubuh termasuk produksi kolagen, L-karnitin, dan beberapa neurotransmiter, yaitu senyawa kimiawi di dalam tubuh yang mempunyai tugas untuk menyampaikan pesan antara satu sel saraf ke sel saraf target. Selain itu, vitamin C juga membantu memetabolisme protein dan aktivitas antioksidannya mampu mengurangi risiko beberapa jenis penyakit.

Asam askorbat  atau vitamin C membantu produksi kolagen. Kolagen merupakan protein paling banyak ditemukan dalam tubuh manusia, sekitar sepertiga dari komposisi proteinnya. Zat ini terdapat di beberapa bagian tubuh, seperti di tulang, kulit, otot, serta tendon. Kolagen bisa dianggap sebagai “perekat” yang menyatukan semunya. Faktanya, kata kolagen asalnya dari kata Yunani “kólla,” yang artinya lem. Kolagen menyatukan tubuh dengan membentuk penyangga untuk memberikan kekuatan dan struktur.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Departemen Diagnosis Mulut, Sekolah Kedokteran Gigi Universitas Alabama Birmingham, Amerika Serikat pada tahun 1982 menyimpulkan bahwa luka, luka sayat, dan goresan bisa sembuh lebih cepat pada orang dengan asupan vitamin C yang lebih tinggi dibandingkan yang biasa tersedia dari makanan yang mereka konsumsi. Hal ini mungkin karena vitamin C berkontribusi pada produksi kolagen.

Menurut Dr. Sherry Ross, OB / GYN dan Ahli Kesehatan Wanita di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California, vitamin C juga mampu mencegah kanker dengan memblokir kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. “Vitamin C merupakan antioksidan vital yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas yang kita hadapi di lingkungan seperti polusi udara, asap rokok dan sinar ultraviolet dari matahari.  

Berapa Banyak Vitamin C yang Dibutuhkan oleh Tubuh Kita?

Institute of Medicine (IOM) telah mengembangkan sekumpulan nilai referensi untuk tingkat asupan nutrisi tertentu, termasuk untuk vitamin C. Pedoman ini dikenal dengan Recommended Dietary Allowance (RDA) atau Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan memperhitungkan asupan nutrisi harian rata-rata baik dari makanan maupun suplemen.

Rekomendasi AKG untuk jenis kelamin dan kelompok usia tertentu harus memenuhi kebutuhan gizi 97–98% orang sehat.

Berikut adalah AKG untuk vitamin C per hari:

  • Anak-anak (1-3 tahun) 15 mg
  • Anak-anak (4–8 tahun) 25 mg
  • Remaja (9-13 tahun) 45 mg
  • Remaja (14–18 tahun) 65–75 mg
  • Wanita dewasa (usia 19 ke atas) 75 mg
  • Pria dewasa (usia 19 ke atas) 90 mg
  • Wanita hamil (usia 19 ke atas) 85 mg
  • Wanita menyusui (usia 19 ke atas) 120 mg

Apa yang Terjadi Jika Kita Tidak Mendapatkan Vitamin C yang Cukup?

Kekurangan vitamin C berarti kolagen baru tidak dapat terbentuk. Hal ini menyebabkan beragam jaringan di tubuh kita mulai rusak dan kesehatan serta perbaikan tubuh kita terpengaruh.

Kekurangan vitamin C sering dihubungkan dengan:

  • Pendarahan (terutama gusi)
  • Penyembuhan luka yang lambat

Gejala lain kekurangan vitamin C, di antaranya rambut kering dan pecah-pecah; kering, kulit kasar, bersisik; mimisan; mudah memar; sendi bengkak dan nyeri; dan gejala yang berhubungan dengan anemia contohnya kurang energi dan kelelahan.

Kekurangan vitamin C yang terus-menerus (kronis), biasanya dalam jangka waktu sekitar tiga bulan atau lebih, dapat menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai penyakit skorbut. Penyakit ini ditandai dengan beberapa gejala, seperti:

  • Kelelahan dan lemah
  • Nyeri otot dan sendi
  • Mudah memar

Apa yang Terjadi Jika Kita Terlalu Banyak Mengonsumsi Vitamin C?

Mengonsumsi vitamin C dalam jumlah besar (lebih dari 1.000 mg per hari) dapat menyebabkan:

  • sakit perut
  • diare
  • perut kembung

Dikutip dari buku Dietary Reference Intakes for Vitamin C, Vitamin E, Selenium, and Carotenoids yang diterbitkan pada tahun 2000, disebutkan bahwa batas asupan atas yang dapat ditoleransi (UL) untuk orang dewasa ditetapkan pada 2 g/hari; efek merugikan yang menjadi dasar UL adalah diare osmotik dan gangguan gastrointestinal.

Hai #TemanPeduli! Bagaimana kabarnya hari ini? Sebagai pelengkap hari dan penenang hati, yuk beri bantuin kepada orang-orang yang sangat membutuhkan melalui link berikut : https://wecare.id/untuksemua/

Terimakasih sudah turut membantu untuk kesembuhan mereka!

Sumber:

https://www.nap.edu/read/9810/chapter/7
https://www.healthline.com/nutrition/how-much-vitamin-c-should-i-take-daily
https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/whats-the-right-amount-of-vitamin-c-for-me
https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-Consumer/
https://www.medicalnewstoday.com/articles/326249
https://www.news-medical.net/health/How-Much-Vitamin-C-Should-I-Take.aspx
https://www.nhs.uk/conditions/vitamins-and-minerals/vitamin-c/
https://www.livescience.com/51827-vitamin-c.html
https://www.gbhealthwatch.com/Nutrient-VitaminC-Symptoms.php

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *