Sering Kurang Tidur? Hati-Hati, Kamu Bisa Menderita Gangguan Mood

Pernahkah #TemanSEHATI merasa tiba-tiba merasa sedih, kecewa, tidak berharga, atau kehilangan motivasi untuk melakukan hal yang kamu sukai? Namun, beberapa saat kemudian, kamu merasa senang dan bahagia yang tak terbendung. Terkadang kita menganggap kejadian tersebut adalah hal yang biasa. Kita biasa menyebutnya ‘Mood Swing’, terutama saat kita mengalami PMS atau premenstrual syndrome. Namun, ternyata perubahan suasana hati yang seperti itu bisa menjadi tanda seseorang mengalami gangguan kejiwaan yang disebut sebagai gangguan mood atau suasana hati.

Apa itu Gangguan Mood?

Gangguan mood atau gangguan suasana hati adalah kondisi medis yang mempengaruhi otak yang ditandai oleh perubahan suasana hati yang serius dan dapat menganggu kehidupan. Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi salah satu teorinya adalah karena ketidakseimbangan kimia dalam otak. Selain itu, kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, yang  berarti gangguan mood juga bisa karena faktor turunan.

Jenis-jenis Gangguan Mood

Ada beberapa jenis gangguan mood, termasuk:

  • Depresi berat: suatu kondisi yang menyebabkan perasaan sedih dan hilang minat yang menetap selama minimal 2 minggu.
  • Dysthymia (depresi kronis): Suasana depresi yang menetap selama setidaknya dua tahun.
  • Gangguan bipolar: Gangguan suasana hati dengan ciri terdapatnya fase depresi bergantian dengan fase manik atau suasana hati yang meningkat.

Tanda-Tanda Umum Orang yang Mengalami Gangguan mood

Berikut adalah beberapa tanda umum jika Anda atau orang yang dicintai sedang mengalami gangguan mood, antara lain:

  • Kehilangan minat pada aktivitas yang biasa dinikmati.
  • Tingkat energi sangat rendah.
  • Selalu merasa bosan dan sepertinya tidak bisa termotivasi.
  • Mengalami gangguan tidur, insomnia, atau tidur berlebihan.
  • Tidak memiliki nafsu makan atau tidak bisa berhenti makan.
  • Mengalami perubahan suasana hati atau lekas marah.
  • Selalu merasa sedih atau kecewa.
  • Merasa sangat bersalah atau tidak berharga.
  • Memiliki fase saat mengalami penilaian yang buruk, gelisah, atau bahkan euforia.
  • Mengalami kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi pada tugas sehari-hari.
  • Umumnya apatis atau acuh tak acuh.
  • Beralih ke minuman atau obat-obatan untuk mengubah suasana hati Anda.

Di saat yang sama, segeralah mencari bantuan sesegera mungkin jika mengalami salah satu dari yang berikut:

  • Melukai diri sendiri atau perilaku yang bisa membuat diri sendiri dalam bahaya.
  • Pikiran atau tindakan ingin bunuh diri.
  • Hubungan pribadi dengan teman dan keluarga memburuk.
  • Gangguan suasana hati membuat sulit bangun dari tempat tidur di pagi hari.
  • Kamu tidak pergi ke sekolah atau kerja karena gejala

6 Tips untuk Membantu Anda Mengatasi Gangguan mood

Bagaimana cara membantu mengatasi gangguan mood? Apakah orang yang menderita gangguan mood bisa hidup bahagia? Tentu bisa. Dengan coping strategy atau strategi pertahanan yang tepat memungkinkan orang dengan gangguan mood bisa hidup bahagia. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu untuk mengatasi gangguan mood:

  1. Berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog.

Cara ini bisa jadi merupakan yang terpenting untuk dilakukan ketika seseorang mengalami gangguan mood. Beberapa jenis gangguan mood memerlukan obat-obatan tertentu agar terapi menjadi efektif.  Tenaga ahli yang mampu menangani kasus gangguan mood antara lain adalah psikiater dan psikolog. Dokter yang menangani kasus kejiwaan disebut sebagai psikiater atau Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (SpKJ) dan berwenang untuk memberikan obat-obatan, sementara psikolog fokus kepada aspek sosial, seperti memberikan penanganan berupa terapi psikologi dan tidak diperbolehkan untuk memberikan obat-obatan.

  1. Ketahui Suasana Hati Anda

Cobalah untuk menuliskan apa yang sedang dirasakan. Dengan begitu, kita dapat dengan mudah melacak kembali suasana hati dan emosi yang dirasakan. Melakukan hal itu dapat membantu mencapai pemahaman yang lebih besar tentang perubahan emosional yang dirasakan. Dalam prosesnya, kita mungkin juga melihat pola-pola spesifik suasana hati atau bahkan pemicu yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati.

  1. Menghilangkan Pola Pikiran Tidak Sehat

Umumnya orang yang menderita gangguan mood melihat dunia secara negatif. Hal ini dapat mengarah pada pola berpikir hitam-putih, bias negatif, generalisasi berlebihan atau keadaan berlebihan. Dan semua ini dapat memperkuat gangguan mood.

  1. Berlatih Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

Penderita gangguan mood selalu merasa ada yang salah dengan diri mereka. Mereka mudah sekali melihat dan membayangkan orang lain hidup lebih bahagia dan tidak merasa cemas seperti mereka, walaupun tentu apa mereka percayai belum tentu benar. Salah satu cara mengatasi gangguan mood adalah dengan berusaha menumbuhkan persepsi yang lebih tepat tentang diri mereka dan orang lain. Seorang terapis dapat membantu untuk mengembangkan citra diri yang lebih kuat dan akan mendorong untuk membentuk kebiasaan dan rutinitas yang memperkuat pandangan dunia yang lebih positif.

  1. Buat Jadwal Tidur yang Sehat

Tidak diragukan lagi bahwa suasana hati dan tidur berkaitan erat. Bahkan mereka yang tidak mengalami gangguan mood pun mungkin merasakan saat kurang tidur mereka lebih mudah tersinggung atau cemas. Kualitas tidur yang kurang baik, seperti kurang tidur, juga bisa menjadi faktor penyebab yang berkontribusi terhadap perkembangan gangguan mood.

Jika kamu mengalami gangguan mood, tidur tujuh hingga delapan jam per hari dapat membantu Anda mengatur suasana hati.

  1. Konsumsi Makanan Sehat untuk Mengurangi Gangguan Suasana Hati

Makanan yang dimakan memiliki efek yang besar pada tubuh dan cara kerja tubuh. Pola makan yang buruk juga dapat memperburuk kesehatan mental. Karena itulah, orang dengan gangguan mood sebaiknya memperhatikan apa yang mereka makan.

Sebuah penelitian dari University of Navarra mengamati kehidupan dan pola makan 10.000 orang selama lima tahun. Apa yang mereka temukan adalah orang-orang yang mengikuti diet Mediterania yang kaya akan buah-buahan, sayur, dan ikan memiliki kemungkinan 50 persen lebih rendah untuk mengalami kecemasan atau depresi. Studi ini secara khusus menemukan bahwa asupan buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun mendukung suasana hati yang terbaik. Semakin banyak penelitian juga menunjukkan bahwa makanan sehat dapat mencegah kecemasan dan depresi, dan mecegah kerusakan pada tubuh yang terjadi dengan penyakit mental.

Konsep diet Mediterania mengacu pada pola makan penduduk di kawasan Eropa Selatan. Makanan-makanan tersebut antara lain adalah makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal dalam jumlah tinggi dan lemak jenuh dalam jumlah rendah, kacang-kacangan ikan, sereal, roti gandum, buah, sayur, dan meminimalisir konsumsi alcohol, susu dan produk susu, dan daging. Jika mengalami gangguan mood, pertimbangkan untuk mencoba prinsip-prinsip diet tersebut.

Banyak orang dengan gangguan mental merasa memiliki stigma tertentu karena kondisinya sehingga mereka enggan mencari bantuan. Namun, penyakit mental juga membutuhkan kebutuhan yang sama untuk perawatan seperti banyak penyakit fisik. Jadi, jika #TemanSEHATI atau keluarga mengalami gangguan mood, jangan ragu untuk mencari bantuan dan berkonsultasi ke dokter.

Review : dr. Denita

Yuk, konsultasi dokter gratis dengan dokter SEHATI:  http://line.me/ti/p/~@Wecare.id

Sumber:

https://secure2.convio.net/dabsa/pdfs/brochures/understanding_your_mood.pdf

https://www.psycom.net/mood-disorders/

https://www.hopkinsmedicine.org/health/healthy-woman/mind-mood/recognizing-and-getting-help-for-mood-disorders

https://www.thecabindhaka.com.bd/blog/6-tips-for-coping-with-a-mood-disorder/

https://www.psychologytoday.com/intl/blog/inner-source/201502/what-is-the-best-diet-mood

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *